Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
promo novel baru ya, budak nafsu laki-laki hidung belang


__ADS_3

Namaku adalah Danisa umurku 18 tahun sekarang, banyak mimpi yang aku punya namun sore itu hancur seketika.


Ayah menarik tanganku, dan berkata. “Sayang bersiap-siaplah ayah akan membawamu kerumah teman ayah dia akan memberi pekerjaan padamu”


Dengan hati yang riang dan bahagia akhirnya aku akan bekerja dan bisa membantu perekonomian keluarga, maklum saja aku terlahir dari keluarga yang tidak punya aku mempunyai 3 adik yang masih kecil, kadang untuk makan saja susah bagi kami.


“Ia ayah” jawabku.


Aku dan ayah pergi dan sebelumnya aku berpamitan dengan ibuku.


“Ibu aku pamit ya, semoga aku bisa bantu ibu”


Aku sangat bingung kenapa ibuku menangis melepas kepergianku.


Kami tiba di rumah yang sangat besar dan banyak wanita yang cantik dan muda di luar rumah, Danisa sangat bingung sekali.


“Ayah kok banyak sekali orang?”


“Tenang saja dan cukup diam, turuti perkataan ayah saja, kamu mengerti danisa”


“Ia ayah”


Mereka masuk ke dalam rumah itu, dan di sambut dengan 2 pria berbadan besar dan di dalam rumah itu ramai sekali.


2 pria itu berkata pada ayahku “Tunggu sebentar tuan Robi akan segera turun”


Robi adalah gembong disana yang mempunyai tempat jual beli wanita itu.

__ADS_1


“Ayah kenapa ayah membawaku kesini, aku ingin pulang saja ayah aku tak mau disini aku takut” Tanya Danisa dengan mentap wajah ayahnya dengan tajam.


“Diam saja aku akan menjual kamu dengan pak Robi, kamu jangan melawan kamu tau kan keluarga kita lagi butuh banyak uang, apa kamu tak mau melihat adik-adikmu sekolah dan ibumu bahagia”


“Jadi ibu sudah tau semua ini ayah”


“Ia benar, kami terpaksa menjualmu, karna tak ada cara lain, Danisa ayah harap kamumengerti”


Tak terasa Danisa meneteskan air matanya, sekejap impiannya hancur tak besisa, namun dia juga tidak bisa melawan, karna ia ingat dengan adik-adiknya serta ibunya, yang ia bisa lakukan sekarang adalah menerima nasibnya saja dan pasrah atas apapun yang akan terjadi selanjutnya asalkan adik-adiknya dan ibunya bahagia meski harus mengorbankan dirinya.


Tak lama pak Robi turun dari tangga tubuhnya sangat kekar dan tinggi wajahnya begitu seram yang membuat Danisa sangat takut sekali.


“Halo pak Robi saya Amar dan ini anak saya Danisa”


“Ia saya ngerti” ucap pak Robi.


Tiba-tiba pak Robi mengeluarkan uang 1 gepok dan diserahkan ke pak Amar.


“Ia pak saya serahkan anak saya Danisa” ucap pak Amar, Danisa memandang ayahnya yang rela menjual anak kandungnya.


Setelah mendapatkan uang pak Amar meninggalkan anaknya di rumah besar itu, Danisa menangis saat ayah meninggalkannya.


“Ayah Danisa takut jangan tinggalkan Danisa sendiri disini”


Namun dengan angkuhnya ayahnya meninggalkannya begitu saja tanpa belas kasihan sedikitpun, entah dimana hati nuraninya.


“Sudah ke kamar dan bersiap-siap sebentar lagi ada pelanggan yang datang, dia CEO perusahaan besar, kamu juga harus bersiap biar pelanggan bisa memilih pasangannya”

__ADS_1


Danisa diantar kekamar dan dipaksa untuk memakai pakaian minim, ia terpaksa harus memakainya karna tak ada pilihan lain, lalu ia turun bergabung dengan wanita-wanita yang ada dibawah.


“Siapa namamu?”


“Danisa, kamu kak”


“Aku Inggit, sudah jangan nangis mungkin ini memang sudah nasib kita, siap-siap bentar lagi ada pelanggan datang”


Danisa masih saja termenung.


Tak lama datanglah seseorang yang tampan dan tinggi, putih, bersih dan seorang CEO bernama Alen, semua gadis disana menatap Alen dan berharap bisa di pilih, sedangkan Danisa masih saja termenung, setelah alen masuk semua gadis mencoba merayu Alen namun wajah alen masih datar saja.


Danisa hanya berharap semoga dia tidak di pilih oleh laki-laki itu, namun mata Alen selalu tertuju pada Danisa wanita yang terdiam di sofa.


Pak Robi melihat alen suka dengan Danisa, dan langsung menyuruh danisa mendekati Alen.


“Sana jangan diam saja disini, dekati tuan”


Dengan perasaan yang takut dia mendekati Alen, dan benar saja Alen memilihnya.


“Tuan Robi saya pilih wanita ini untuk menemani saya malam ini”


“Siap tuan Alen”


Danisa semakin takut apa yang akan terjadi padanya malam ini.


“Tuan Alen pintar sekali memilih Danisa, dia masih ke segel loh pasti tuan senang”

__ADS_1


bersambung


ramein novelnya ya


__ADS_2