Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
menatap masa depan


__ADS_3

Akhirnya aku putuskan untuk kembali ke rumah ku bersama dengan adik-adikku rasanya berat sekali harus melepas anak pertama ku, rasanya dunia ku hancur, aku merasa ibu yang tak berguna telah menjual anakku.


Aku tiba di rumahku.


"Kakak, panggilan dari adik-adik ku"


Mereka memelukku dengan kencang sekali.


"Kakak kami senang sekali akhirnya kakak pulang juga, kakak tidak akan meninggalkan kami lagi kan, kami tak mau di tinggal lagi kak"


Nama adik-adikku adalah laras dan sita mereka sangat menyayangi ku.


"Tidak kakak akan bersama kalian selamanya"


"Non Mira sudah pulang ucap mbok ijah"


"Ia mbok"


mbok ijah memandang perutku yang sudah tak besar lagi.


"Laras dan Sita ini oleh-oleh buat kalian, kalian buka di kamar ya, kakak mau ada yang di bicarakan sama mbok ijah"

__ADS_1


"Hore....... ada hadiah, ia kak kami ke kamar"


Adik-adikku sangat senang sekali aku membawa hadiah untuknya.


"Mbok aku ada yang mau di bicarakan sama mbok, ayo duduk sini mbok"


"Ia non"


"Jangan panggil aku non lagi, panggil aku Mira saja mbok, sekarang aku juga gak bersama om Amir lagi"


"Ia Mira mbok sudah tau semuanya, mereka sudah telefon ke mbok, dan mbok suruh jaga kamu"


#"Emang mereka pergi kemana ya mbok"


"Padahal gak mungkin aku mengambilnya, aku juga tau diri mbok pak Amir dan istrinya sudah banyak membantu ku mbok, paling tidak aku hanya ingin memandang anakku saja, bila di izinkan memandang anakku aku sudah sangat bahagia mbok"


"Ia mbok tau Mira bagaimana perasaan mu, sekarang di pisahkan dengan anak kandungnya, anak yang selama 9 bulan ini kau kandung terus di pisahkan pasti menyakitkan sekali, tapi ini semua bukannya sudah menjadi pilihanmu jadi Mira harus sabar menerimanya kelak pasti kalian akan bertemu, sekarang fokus dengan masa depan mu dan adik-adik mu saja, jangan terlalu terpuruk dengan keadaan ini"


"Ia mbok, sekarang mbok akan meninggalkan Mira juga ya"


"Tidak non jangan kwatir, om Amir sudah bilang pada mbok suruh jaga kamu dan adik-adik mu, om Amir adalah orang yang baik dia tak ingin kamu sendirian"

__ADS_1


"Tapi Mira tak bisa bayar mbok"


"Sudah tenang saja mbok sudah di bayar om Amir tiap bulannya Mira"


"Mira merasa hutang budi sama om Amir"


"Ya kamu fokus dengan masa depanmu ya, jadi orang yang sukses, yakinlah kelak pasti kau akan bertemu dengan anakmu nanti"


"Mira ingin menelfon om Amir mbok"


"Jangan Mira biarkan mereka bahagia dengan kehidupan baru mereka dengan anak yang kau berikan, nyonya sangat cemburu sekali padamu, sebenarnya saat dia mengurus mu dia menyimpan air matanya Mira mana mungkin ada wanita yang ikhlas melihat selingkuhan suaminya hamil anak suaminya dan dia harus mengurusnya, biar lah mereka bahagia"


"Ia mbok Mira mengerti sekarang, aku akan menjadi orang yang sukses dan melanjutkan kuliah dan adik-adikku juga harus sekolah juga"


"Tentang hidup mu jangan kwatir semua biaya kan om Amir sudah tanggung mira sampai nantinya kamu bisa cari uang sendiri dan sukses"


"Ia mbok aku akan semangat gapai masa depan ku mbok"


"Ia jangan sedih lagi ya"


"Ia mbok"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2