
"Wah yang pengantin baru, terlihat bahagia sekali, memang beda ya aura pengantin baru. ceria dan terlihay bersinar ucap Dania sahabat kantor Mira"
"Ah kalian bisa saja, kalau meledek, kalau begini aku jadi malu sekali"
"Jangan malu lah biasa saja, semoga pernikahanmu langgeng sampai akhir hayat ya"
"Ia Dania terimakasi banyak atas doanya"
"Mira kamu di panggil bos di dalam ruangannya, ucap Nia teman kantor lainnya"
"Ada apa ya nia bos panggil aku pagi ini"
"Ah aku juga tidak tau, tiba-tiba bos menyuruh aku untuk memanggilmu begitu saja, sana kamu cepatan, bos sudah menunggu"
"Ia Nia terimakasih"
Mira pergi ke ruangan bos dengan perasaan bingung kenapa bos memanggilnya.
Mira tambah bingung sekali meliat Rico juga ada di dalam ruangan bos, aku saling berpandangan dan kami merasa bingung sekali ada apa yang sebenarnya, kenapa kami di kumpulkan dalam ruangan yang sama.
"Sini Mira duduk"
"Ia pak bos"
__ADS_1
"Sebelumnya bapak ucapkan selamat atas pernikahan kalian berdua, maaf juga bapak tak bisa hadir dalam pernikahan kalian, dan semoga pernikahan kalian langgeng sampai akhir hayat kalian ya dan kalian selalu bahagia selamanya"
"Ia pak saya ucapkan terimakasih, atas doanya"
"Begini mba Mira dan mas Rico, ada hal penting yang akan bapak katakan, sebenarnya berat sekali bapak mau katakan ini namun ini harus bapak sampaikan kepada kalian"
Rico dan Mira kembali saling bertatapan mata, mereka sangat bingung apa yang terjadi.
"Maaf pak, apa yang sebenarnya bapak ingin katakan kepada kami"
"Begini, dalam kontrak kerja kalian sudah tertulis jelas bahwasannya pasangan suami istri tidak di perbolehkan bekerja dalam satu tempat kerja yang sama, mungkin kalian lupa atau kalian waktu menandatangani kontrak tidak kalian baca dengan teliti"
Pak bos memberikan surat kontrak perjanjian yang telah mereka tanda tangani, benar saja di dalamnya terdapat perjanjian itu, bahwasannya suami istri tidak boleh bekerja dalam satu pekerjaan.
"Mas bagaimana ini"
Rico hanya diam saja, seribu kata.
"Ia pak kami kurang teliti pas kami tanda tangani kontrak, trus kami bagaimana pak kebijaksanaan di perusahaan ini"
"Begini mb dan mas, kami terpaksa harus mengeluarkan salah satu dari kalian berdua, tapi semua ke putusan itu terserah kepada kalian berdua, apakah mas Rico atau mba Mira yang harus keluar dari perusahaan ini, sebenarnya kami juga keberatan kalau salah satu dari kalian harus keluar dari perusahaan ini, namun ini sudah menjadi peraturan di kantor ini yang harus di patuhi oleh semua karyawan yang bekerja disini, kalian fikirkan di rumah, besok kalian bisa menghadap bapak di ruangan ini"
"Ia pak"
__ADS_1
"Ya sudah kalian bisa kembali ke kerjaan kalian berdua"
"Ia pak"
Mereka berdua keluar dari ruangan dan Mira memegang tangan suaminya.
"Mas bagaimana"
"Kita bahas di rumah saja, sekarang kita bekerja saja"
"Ia mas"
Mira terlihat sedih sekali.
"ada ap Mira kamu kok sedih sekali begitu, ucap dania"
"Ia dania kami berdua di panggil karna kami sesuai peraturan suami istri tidak boleh kerja satu kantor jadi kami harus memilih siapa yang keluar dari perusahaan ini"
"Kamu yang sabar ya Mira, fikirkan matang-matang siapa yang harus keluar"
"Ia dania, aku sedih sekali sebenarnya, aku sudah betah kerja disini"
"Sabar ya"
__ADS_1
bersambung