Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
Dia anakku


__ADS_3

Ku pandang dari ke jauhan anak laki-laki tampan itu, benar wajahnya tak asing bagi ku.


“Maaf kakak, bolanya”


“Ia nak, ini bolanya sayang”


Aku terpana melihat wajahnya, wajah yang begitu sangat tampan sekali membuat aku jadi kagum. Aku mengingat-ingat wajah tampan itu, sambil termenung sebentar.


“Sayang, kenapa kau termenung, ayo kita masuk ke dalam, apakah kamu tidak ingin cepat bertemu dengan anakmu?”


“Ia sayang, aku lagi mengingat-ingat karna wajah anak itu sangat tak asing sekali bagiku sayang”


Anak tampan itu, langsung saja berlari untuk bermain bola di halaman yang sangat luas di halaman rumah om amir, memang banyak anak laki-laki di sana, tapi mata Mira tertuju pada anak laki-laki tampan itu saja.


Dari pintu gerbang yang sangat besar itu, keluarlah, laki-laki tua yang tak asing bagi Mira, benar saja itu adalah om amir.


“sayang ada apa lagi, kok kamu kembali terdiam”


“mas Rico, kamu lihat laki-laki yang berdiri di pintu itu, dia adalah om amir sayang”


“Oh itu yang bernama om Amir, kelihatannya di sudah tua sekali”


Om amir juga memandang Mira dari pintu besar itu, om Amir masih ada rasa dengan Mira, tidak mungkin perasaan itu akan dengan mudah hilang begitu saja, apalagi Mira telah memberinya seorang anak yang tampan.


“Mira ayo masuk, ucap om amir. Jangan melamun di situ saja”


“Ia om”


Akhirnya mereka berdua masuk dalam istana besar milik om amir.


Mira melihat sekeliling rumah om Amir, berharap ada sebuah foto anak Mira.


“Ayo Mira dan temannya duduk”


“Maaf om, dia namanya Rico, dia adalah calon suami Mira”


Terlihat raut wajah om amir yang terlihat sangat kaget, serasa dia tak ikhlas bila Mira mempunyai pendamping hidup.

__ADS_1


“Oh kamu calon suami Mira, kenalkan nama saya Amir, sambil om Amir mengalurkan tangannya untuk menjabat tangan Rico”


Ricopun menerima jabatan tangan om amir, seraya berkata.


“Ia om saya senang bisa kenal dengan om Amir”


“Ia sama-sama”


Mira melihat di sebuah foto yang terpampang sangat besar di dinding rumh om amir, anak laki-laki yang dia jumpai di halaman rumah tadi, ternyata benar anak itu sebelumnya pernah ia jumpai di suatu pusat perbelanjaan dan dia ingat sekali nama anak itu adalah Adrian, pantas sekali dia merasa sangat dekat dengan anak itu, ternyata benar anak itu adalah anak kandungnya yang selama ini dia cari.


“Mira kenapa kamu terus memandangi foto besar itu, ucap om amir”


“om bolehkah Mira tanya, apakah benar foto anak laki-laki tampan itu adalah anak Mira om?”


“Ia Mira namanya adalah adrian, dia adalah anakmu”


Mira spontan lalu menetaskan air matanya, dia sangat sedih sekali, kenapa dulu waktu pertama dia bertemu anak laki-laki tampan itu dia tidak bisa mengenalinya, Rico memegang tangan Mira dengan kencang dan berkata.


“Sayang kamu jangan menangis, kamu harus kuat dan kamu juga harus bahagia akhirnya kamu bisa bertemu anakmu kan!!!!!!”


“Ia mas”


“Mira om harus bicara ini, tujuan om mencarimu kembali dan menyuruhmu kemari karna kamu harus tau, istri om sekarang sudah meninggal dan om semakin tua jadi om takut, apabila kelak om meninggal adrian akan sendiri, dan om tidak mau dia sendirian”


Mira sangat kaget sekali mendengar istri om Amir sudah meninggal dunia.


“Apa om, ibu sudah meninggal?”


“Ia sudah 2 bulan yang lalu, makanya om pulang ke indonesia karna om takut umur om juga tidak panjang dan adrian hidup sendiri, tapi sebelum kamu om pertemukan dengan Adrian kamu harus menandatangani sebuah persetujuan di atas matrai terlebih dahulu, bagaimana kamu mau tidak Mira”


“Sebelumnya Mira berterimakasih om, sudah di bolehkan untuk Mira bertemu anak Mira, Jadi untuk menandatangani persetujuan yang om berikan Mira sangat setuju om”


“Oke, sekarang baca dulu isi perjanjian ini”


Ternyata om Amir sudah mempersiapkan sebuah perjanjian, Mira mengambil selembar kertas dan membaca perjanjian tersebut.


Isi perjanjian itu adalah:

__ADS_1




Mira kamu tidak boleh, mengaku pada Adrian kalau kamu adalah ibu kandungnya.




Bila aku meninggal kamu harus mengasuh, Adrian tanpa mengaku bahwa kamu adalah ibunya.




Kamu harus mengurus Adrian dengan baik.




Kamu tidak berhak atas harta ku, dan yang berhak adalah Adrian.




Status mu hanya sebagai pengasuh saja tidak lebih.




"Apakah kamu setuju, kalau setuju kamu bisa mengasuh Adrian, tapi kalau gak setuju ya sudah"


"Ia om saya mau"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2