Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
mendapat pekerjaan


__ADS_3

Mira sangat resah sekali kenapa belum ada telfon dari kantor, apakah dia ketrima pekerjaan atau tidak, sampai-sampai dia menelfon Rico, karna dia takut sekali tidak ketrima pekerjaan itu, bisa bekerja adalah impian dia selain bisa menyelesaikan kuliahnya.


"Halo sayang, apakah kamu sudah mendapat telfon dari perusahaan itu sayang"


"Belum sayang, kamu sabar ya, memang hari ini yang ketrima atau tidak akan di kabari, mungkin nanti atau sebentar lagi, yang penting telfonmu selalu aktif sayang, ini juga aku lagi menunggu telfon"


"Baik sayang, ya sudah kita berdoa semoga kita bisa keterima"


"Ia sayang"


Pagi itu setelah Mira selesai mandi, dan dia berdiri di depan cermin, dan melihat wajahnya yang semakin dewasa, dia baru sadar usianya tidaklah muda lagi, jadi dia harus berusaha sekuat tenaga untuk mengejar apa yang dia cita-citakan selama ini. Karna umur tak ada yang tau, Mira sangat takut sekali bila dia tidak di beri usia yang panjang dan tidak bisa menemani Adrian dengan waktu yang lama.


Kring........ kring...suara ponsel berbunyi. Mira langsung berlari menuju ponselnya, dia sangat kecewa saat melihat ponselnya ternyata itu telfon dari Rico.


"Ada apa sayang"


"Kenapa kamu terlihat kecewa gitu sayang"


"Aku kira dari perusahaan mas, ada apa kamu telfon sayang?"


"Sayang aku baru saja dapat telfon dari perusahaan dan aku ketrima sayang bekerja disana, semoga kamu juga ketrima ya sayang"


Mira terdiam dan meneteskan air mata dia sangat sedih sekali Rico sudah mendapat telfon sedangkan dia belum dipanggil.


"Sayang kenapa kamu terdiam?"


"Tidak apa-apa mas, aku tutup dulu ya telfonnya"


"Sayang jangan bersedih mungkin sebentar lagi kamu mendapat telfon"

__ADS_1


"Ia mas"


Rico sangat tau sekali bahwa pacarnya masih sedih dan dia berencana untuk pergi ke rumah Mira untuk menghiburnya.


Rico mengirim pesan pada Mira.


"Sayang jangan sedih ya, sebentar lagi juga ketrima aku yakin itu, sambil emotion senyum. dan tidak lupa ungkapan cinta. I love you sayang dan tetaplah tersenyum karna aku mencintaimu selamanya"


Mira membacanya sambil tersenyum tapi dia malas sekali untuk membalasnya.


Mira turun ke bawah dan terliat raut wajahnya yang sedih.


"Kenapa non, kok sedih begitu"


"Tidak apa-apa mbok, aku ingin sekali bekerja namun Tuhan berkehendak lain mbok, aku tidak terpanggil sedangkan Rico sudah di telfon dari perusahaan mbok, aku sangat sedih sekali mbok"


"Ia mbok, sekarang Mira tak akan bersedih"


"Bagus itu non, ayo dari pada bersedih, sekarang bantu mbok masak saja, hitung-hitung nanti kalau non menikah, non bisa masakin untuk tuan Rico"


"Ia mbok"


"Tapi bawa juga hpnya, siapa tau nanti dapat telfon non, manusia hanya bisa berharap bukan"


"Ia mbok, terimakasih sarannya dan terimakasih juga sudah menemani Mira sampai sekarang ini"


"Ia mbok, sama-sama"


Mira dan mbok ijah pergi ke dapur dan tidak lupa membawa ponsel genggamnya.

__ADS_1


Mereka berdua berencana membuat makanan gurame bakar, mbok ijah membersihkan ikannya dan Mira di bantu mbok ijah untuk membuat bumbu ikan dan membuat sambel terasinya, namun saat Mira lagi serius memasak, tiba-tiba ponsel Mira berbunya.


"Non ponsel non berbunyi"


"Ia mbok", mira melihat telfonnya dan ternyata telfon dari no tak dikenal, Mira langsung saja mengangkat telfonnya,


"Pagi, apakah ini dengan mba Mira"


"Ia benar sekali, ini saya Mira, maaf ini dengan siapa"


"Ia bu, kami dari perusahaan yang ibu lamar kemarin, kami ingin memberitahukan bahwa mba Mira keterima di perusahaan kami, harap besok datang keperusahaan kami dan mulai bekerja"


"Ia pak terimakasih"


Mira karna terlalu bahagia langsung berlari ke bawah untuk memberitahukan pada mbok ijah, namun ketika dia berlari, dia terjatuh.


brakk..... brakk, mbok ijah berlari untuk melihat suara apa tadi.


"Ya Allah non, kenapa bisa begini"


"Haduh mbok, tadi aku mau beri tau mbok, bahwa aku ketrima tapi aku malah tersandung dan terjatuh"


"Makanya hati-hati"


mbok ijah membantu Mira, dan sambil mengucapkan.


"Selamat ya non, apa mbok bilang, kalau rejeki tak akan akan kemana"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2