Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
Persiapan pernikahan


__ADS_3

Tak pernah terpikirkan sebelumnya semua ini akan terjadi begitu saja, ya, Mira akan melaksanakan pernikahan dengan laki-laki pilihannya, laki-laki yang tulus sayang padanya, Rico baik seperti laki-laki pada umumnya, namun yang membuatku jatuh hati padanya sampai aku tak meragukan niatnya untuk menikahiku adalah tanggung jawabnya sebagai laki-laki, tak ada yang namanya omong kosong seperti laki-laki kebanyakan diluar sana, dia sungguh sangat aku cintai, bagaimana tidak, dia selalu ada untukku, dia selalu menjadi tempat keluh kesahku, dia selalu menjadikanku ratu setiap kali aku ada di sampingnya. Aku sungguh bahagia. 


Banyak persiapan yang harus kupersiapkan, terutama untuk diriku pribadi dan khususnya itu adalah kesehatan, aku manusia biasa yang rentan terkena sakit, dua minggu menjelang hari pernikahan itu rasanya lumayan, lumayan deg degan. Mira yang biasanya cuek dengan kebersihan kamar, banyak gambar-gambar anime yang kusukai tertempel didinding ataupun dilemari, bukan hanya itu, ada pula desain baju karyaku yang juga kutempel di dinding kamar, Kini kamarku harus kubersihkan, sedikit berat hati kulepas semua gambar-gambar itu, dengan sangat pelan-pelan tanpa ada yang sobek satupun, kusatukan semua itu dalam satu kardus yang lumayan besar beserta, semua Mira rapikan agar terlihat sangat rapi.


Dua minggu menjelang hari pernikahan .


Mira merapikan semuanya, maklumlah Mira adalah anak yatim piatu, adikku mulai datang dan membantuku. Di rumah tak ada yang bisa kuandalkan selain diriku sendiri, tak mungkin kusuruh adikku, terkadang aku sering melamun sendiri, inikah rasanya menikah tanpa adanya sosok seorang ibu? Mungkin hanya itu yang membuatku sedih. Tak jarang air mataku menetes ketika mengingatnya.


Sahabatku Dina, dia menemuiku untuk mempertanyakan surat undangan yang nantinya akan disebarkan seminggu menjelang pernikahan nanti. 

__ADS_1


''Sayang, kamu mau cetak undangan dimana?'' tanyanya 


''Dimana ya? Kalau menurut kamu dimana?'' aku balik bertanya 


''Kita cari sama-sama aja yuk nanti sore'' ajaknya 


''Ya udah deh, kamu mau kopi?'' tawariku 


''Huuuu ...'' seruku 

__ADS_1


Jangan percaya akan gombalannya itu, dia memang lebih senang kopi pahit, katanya lebih sehat, mau berapa kali ngopipun tidak akan jadi masalah, katanya. 


Kata orang calon penganti itu harus dipingit dan tidak boleh bertemu pasangannya sampai hari pernikahan tiba, tapi aku abaikan ucapan itu, kujalani dengan biasa-biasa saja, yang namanya kebutuhan dan harus mempertemukan si perempuan dan laki-laki maka apa boleh buat, aku dan Rico masih sering bertemu. Surat undangan kami didesain oleh tangan kami sendiri, hasilnya lumayan bagus, yang penting isi undanganya tidak boleh salah. 


** 


Satu minggu menjelang hari pernikahan, apa yang dirasakan oleh perempuan-perempuan lain menjelang hari pernikahannya? Tentu saja degdegan, bimbang dan tidak sabar menunggu satu minggu itu habis, poin yang ketiga memang aku rasakan, tapi tidak untuk poin pertama dan ke dua, hatiku tenang, hatiku mantap, hatiku siap dan ikhlas. 


Menikah itu adalah sebuah kenikmatan yang nyata, menikah itu adalah langkah pertama menuju masa depan, menikah itu adalah awal dimana kita akan memiliki keturuan.

__ADS_1


Bahagianya Mira karna sebentar lagi dia akan menikah, dan akhirnya Mira dan Rico akan bersatu dalam kasih sayang dan cinta yang suci.


bersambung


__ADS_2