
Aku menyetujui nya menyerahkan calon anakku pada om Amir, sebenarnya hancur hati ku tapi ini semua adalah pilihan, mungkin aku ini ibu yang kejam karna harus menjual anakku ke orang lain hanya demi sebuah kebahagian yanh belum tentu aku dapatkan.
Ku usap-usap perutku dan aku berkata.
"Maafkan aku anakku, aku tidak bisa membahagiakan mu, mungkin bersama om Amar dan istrinya kau akan mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya. hati ibu hancur nak, harus menandatangani persetujuan ini, untuk melihat mi setelah lahir pun ibu sudah tidak di perbolehkan lagi, maaf kan ibu nak"
Mira tak sadar meneteskan air matanya.
"Jangan menangis Mira ucap Anita istri om Amir, maafkan ibu ya, telah melakukan ini padamu tapi ini semua adil bagi kita kau dapatkan masa depanmu dan ibu mendapatkan anak yang selama ini ibu impi-impikan, bukan ibu akan menjauhkanmu dari anak mu, tapi ibu adalah wanita biasa yang punya perasaan, sebenarnya hancur hati ibu ketika ibu tau suami ibu menghamili orang lain tapi setelah dia jelaskan hanya untuk mendapatkan anak, dan dia tidak mencintai mu aku lega sekali, hati perempuan mana yang tak terluka Mira melihat suaminya bercinta dengan wanita lain dan mendapatkan anak dan aku tak bisa memberikan anak, jangan sedih Mira anggap saja kamu beramal pada ibu yang satu ini, terimakasih atas pengorbananmu aku akan berikan yang kamu mau"
"Ia bu sudah cukup yang om Amir dan ibu berikan pada Mira, bu andai suatu saat kalau anak ini lahir Mira ingin bertemu boleh tidak bu"
"Kamu harus izin dulu pada kami ya Mira nanti kalau waktunya tepat kamu boleh bertemu dengan anakmu, tapi kamu jangan sampai bilang kamu adalah ibu kandungnya"
"Ia bu, Mira janji"
Mira memandang ibu Anita dengan perasaan yang iba sekali "Kasian bu anita, tertekan karena tak bisa memberi om Amir seorang anak"
__ADS_1
"Kalian lagi membicarakan apa, ucap om Amir"
"Tidak apa-apa mas, biasa perempuan lagi saling cerita"
"Oh gitu, Mira mulai sekarang istriku bu Anita akan tinggal disini menemani mu sampai kamu lahiran ya, dia akan tidur bersamamu dan menjagamu, sementara 1 bulan ini aku akan ke luar negeri ada urusan pekerjaan"
"Ia om ucap Mira"
Mira sangat senang sekali akhirnya dia bebas dari om amir dan ada nyonya Anita yang menemaninya.
"Mbok ijah masukkan baju-baju ku di kamar Mira ya mbok"
Om Amir akan segera berangkat ke luar negeri dan Anita mengantarkannya pergi.
Tak terasa malam kian larut, Mira duduk di teras dia merindukan Hasan, Mira sangat kesepian selepas Hasan pergi.
"Mira kenapa kau duduk sendiri disini, ayo masuk sudah malam, ucap Anita"
__ADS_1
"Ia bu, aku mau menghirup udara segar"
"Ya sudah kalau begitu ibu temani ya"
"Ya bu"
"Apa yang kamu lamunkan Mira. Apa kamu merindukan seseorang"
"Ia bu aku rindu orang yang aku cintai"
"Apa kamu sudah punya pacar"
"Heeee ia bu tapi dia harus pergi mengejar cita-cita nya kuliah di jakarta, Mira tak memberi tau namanya"
"Sudah lah habis melahirkan kamu bisa kuliah bareng pacar mu, kamu bisa kejar cita-cita mi bersamanya, sekarang kamu jangan bersedih ya, kamu harus bahagia demi anak yang ada di kandunganmu"
"Ia bu terimakasih"
__ADS_1
Akhirnya Mira dan bu Anita masuk ke dalam rumah untuk istirahat.
bersambung