Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
bertemu anak tampan


__ADS_3

"Rico hari sudah sore sekali, ayo kita pulang"


"Ia Mira sepertinya sudah sore, kita harus pulang, tapi sebelum kita pulang kita harus belanja dulu, gak enak kan pulang tidak bawa apa-apa adikmu pasti sudah menunggu kamu pulang, adikmu suka coklat pastinya, nanti kita beli makanan ringan buat oleh-oleh"


"Tak usah repot-repot Rico, untuk hari ini saja aku sudah sangat bahagia sekali"


"Ia Mira, jangan terimakasih terus nanti lama-lama terimakasih marah loh kamu ucapkan terus"


"Haaaaa tawa Mira kamu ini. ada-ada saja loh"


"Ya sudah ayo masuk mobil terus kita langsung pulang"


Mira langsung masuk mobil dan untuk hari ini dia sangat bahagia sekali.


Rico mengendarai mobil nya dan diperjalanan rico sambil memandang wajah Mira yang terlihat sangat bahagia tak seperti waktu berangkat tadi, dia sangat lega melihat Mira sudah tersenyum lepas.


Tak lama kemudian Rico memberhentikan mobilnya di sebuah pusat perbelanjaan.


"Mira kita berhenti disini sejenak ya, kita beli sesuatu buat adikmu"


"Ia Rico"


Akhirnya mereka turun dari mobil. Mira dan Rico masuk dalam tempat itu dan di dalam mereka memilih sesuatu untuk dibeli. Tiba-tiba ada seorang anak kecil laki-laki menghampiri mereka.


"Kakak-kakak tolong ambilkan itu kak aku tak as sampai untuk mengambilnya"


Mira langsung menoleh ke anak tampan itu, wajahnya putih, kulitnya putih dan matanya mirip sekali dengan Mira.


"Anak yang tampan kamu mau yang mana nanti kakak ambilkan"


"Aku mau coklat yang diatas itu kak"


Akhirnya Mira mengambil coklat itu untuk anak tampan itu yang berumur 4 tahunan. dalam hati mira berkata andai anakku ada mungkin dia akan sebesar dan setampan anak ini.


"Ini sayang cokelatnya, nama mu siapa sayang? "


"Namaku. adrian kakak. Terimakasih banyak ya kak sudah bantu adrian untuk ambilkan coklat"


"Ia sayang sama-sama, kamu disini sendiri ya?"


"Tidak kak ada bibi ku"


Tak lama terdengar suara teriakan.


"Tuan adrian dimana ucap seorang bibi cantik"


"Tuh kak bibi datang dan mencari ku"


"Bibi, Adrian disini bi"


"Langsung bibi itu menghampiri Adrian. Tuan jangan jauh-jauh ya nanti tuan marah sama bibi kalau tuan kenapa-kenapa"


"Bibi kenalkan kakak yang menolong ku"


"Saya Disa non pengasuh tuan adrian"


"Oh saya mira bibi, senang bisa kenal kalian berdua"


Mira masih memandang Andrian, memandang matanya yang sangat mirip dengan Mira.


"Kakak aku pulang dulu ya ucap Adrian"


"Ia adrian sayang semoga kita bisa berjumpa kembali di lain kesempatan"

__ADS_1


"Ia kakak"


Adrian berlari begitu saja.


"Non maaf kami pergi dulu"


"Ia bibi"


Mira masih saja memandang Adrian, serasa ada ikatan batin antara mereka berdua, memang naluri seorang ibu itu sangat kuat.


Memang Adrian adalah anak dari Mira namun Mira tidak tau.


"Mira kenapa kau melamun saja, ucap Rico"


"Ia entah kenapa kok aku masih terbayang-terbayang wajah Adrian terus, serasa ada sesuatu gitu"


"Mungkin karna Adrian seusia anakmu Mira, jadi kamu merasa nyaman dengan anak kecil itu"


"Ia juga Rico, mungkin begitu"


"Ya sudah ayo kita beli oleh-oleh buat adik-adik mu"


"Ia Rico"


Akhirnya mereka membeli oleh-oleh dan melanjutkan pulang.


Rico melanjutkan perjalanannya mengatarkan Mira pulang. Setibanya Mira pulang dia membawa oleh-olehnya.


"Kakak...... kakak teriakan adik-adiknya"


"ini sayang oleh-oleh untuk kalian"


"Hore...... hore kakak, bawa oleh-oleh"


Mira senyum dan melangkahkan kakinya ke kamar. sambil tersenyum dan dia terlihat sangat bahagia sekali.


"Non kelihatannya sangat bahagia sekali, padahal kemarin mbok lihat non sedih"


"Hari ini banyak pelajaran yang ku dapat mobil, dan aku juga sekarang lega akhirnya aku tak harus menyembunyikan ke benarannya kepada orang lain"


"Ia non, akhirnya mbok lega non sekarang sudah bahagia sekali"


"Ia mbok, aku ke kamar dulu ya untuk istirahat"


"Ia non semoga non bahagia selalu"


"Amin mbok"


Mira melangkah kakinya ke kamar untuk istirahat dan esok pagi siap menghadapi masa depan yang cerah.


Ayam berkokok.


kokkkkkk...... kokkkkkkk


Menandakan waktu sudah pagi hari dan Mira saatnya kembali pergi kuliah.


Mira sudah mulai berdandan rapi dan mau berangkat kuliah.


Tiba-tiba terdengar suara klakson Mobil.


tin..... tin.... tin.


mbok Ijah kluar melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Terdengar suara salam.


"Assalamualaikum"


"Mbok Ijah membuka pintunya dan ternyata ada laki-laki tinggi besar dan tampan sekali"


"Waalaikumsalam, ia tuan mencari siapa"


"Miranya ada mbok"


"Ada, silahkan masuk tuan saya panggilkan non Mira"


"Ia bilang saja mbok, Rico jemput dia untuk kuliah"


"Ia Tuan"


Mbok ijah berjalan memanggil non Mira.


"Non ada yang jemput non katanya namanya Rico non"


Mira sangat kaget sekali Rico menjemputnya pagi-pagi.


"Ia mbok, aku bentar lagi turun"


Mira turun dan menyapa Rico.


"Rico kamu menjemputku, ia Mira sahabatku ayo kita berangkat kuliah"


"Ia Rico, terimakasih ya kamu mau menjemputku"


"Ia sama-sama Mira"


Tak lama kemudian mereka tiba di kampus berdua dan setelah Mira turun dari mobil semua mata menatap Mira. Dan terdengar suara cemoohan pada Mira.


"Tuh liat Mira habis lepas dari Zaki langsung saja merayu laki-laki lain dasar wanita murahan"


Mira mendengarnya langsung menundukkan matanya dan tak terasa dia meneteskan air matanya. Rico melihat Mira menangis.


"Mira kamu jangan menangis ya, biar kan saja orang yang tak suka denganmu mengejekmu. hitung-hitung mengurangi dosamu, jadi wanita yang kuat dan tegar ya"


"Ia Rico aku akan tabah"


Mira melanjutkan perjalanannya ke ruang kelas. Di dalam kelas sudah ribut terdengar gosip yang tak enak tentang Mira, Zaki tambah benci sama Mira dan akan membalas dendam dengannya karna Mira telah menyakitinya.


Mira masuk ke dalam kelas. tiba-tiba semua orang yang berada di dalam kelas bertepuk tangan dan mengucapkan.


#'Selamat ya buat kalian berdua karma telah jadian"


Zaki tiba-tiba maju menuju ke Mira.


"Mira selamat ya kamu sudah jadian sama Rico"


Mira hanya bingung saja diberi ucapan sama Zaki.


"Kamu itu bicara apa Zaki, aku dan Rico hanya bersahabat saja kami tak pacaran"


"Halah kamu jangan bohong, tipe cewek seperti mu pastinya tak betah sendiri dan siap mencari mangsa laki-laki lain, aku sudah hafal sekali tipe cewek seperti kamu ini"


Mira hanya bisa menangis mendengar perkataan Zaki, Tiba-tiba rico membelanya.


"Zaki kamu jangan berani lagi menghina Mira ya, kami tidak jadian dan kami hanya bersahabat saja semoga kamu mengerti itu, awas kamu kalau coba menghina mira lagi"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2