
Aku tak pernah tau nasibku jadi begini, aku mempunyai cita-cita ingin menjadi perawat namun cita-cita ku kandas karna orang tuaku yang tak punya biaya dan mempunyai hutang yang sangat banyak sekali, Tuhan aku hancur sekali.
Tok....... tok suara orang mengetuk pintu.
"Ia masuk"
"Ia non bagaimana keadaan non sekarang, ucap mbok Ijah"
"Aku dah baikan mbok, kata Hasan non mau pulang hari ini"
"Ia mbok, aku sudah izin sama pak Amir dan di bolehin"
"Ya sudah non, sekarang non siap-siap, Hasan juga sudah nyiapin mobilnya non"
"Ia mbok"
Tak lama HP Mira berbunyi.
Kring...... kring suara hp berbunyi.
"Mira, kamu jadi hari ini pulang?"
"Jadi om"
"Aku sudah transfer uang 10 juta kamu bisa cek ya"
"Ia om terimakasih om"
"Oh ia kamu minap kan di rumah orang tuamu"
"Ia om, boleh kan om"
__ADS_1
"Oh ya pasti boleh, karna 2 hari om tidak ke villa mu, om ada urusan, kamu bisa bermalam di rumah ibumu, Hasan suruh hati-hati kalau anter kamu ya"
"Ia om pasti"
"Ingat kalau kamu mau beli apa-apa untuk oleh-oleh beli saja jangan mikir harga"
"Ia om terimakasih"
"Sama-sama Mira"
Sebenarnya om Amir adalah laki-laki yang baik sekali, dia hanya ingin mempunyai seorang anak saja untuk mewarisi semua kekayaan dan om Amir juga sangat sayang pada istrinya.
Hasan mengantar Anggun, dia sangat terpana melihat Anggun memakai baju merah dan terlihat cantik sekali dan feminim sekali, Anggun duduk di mobil bagian depan, Hasan memandangi Mira sampai dia tersipu malu.
"Mas Hasan kenapa kamu memandangiku seperti ini mas"
"Mira boleh tidak aku jujur"
"Jujur apa mas"
"Ada apa mas"
"Sudah lah kapan-kapan saja"
"Oh ya sudah"
Hasan melanjutkan perjalanannya, tak lama Mira meminta untuk berhenti.
"Mas berhenti aku mau beli oleh-oleh untuk adikku"
"Ia, ucap Hasan"
__ADS_1
Hasan dan Mira pun keluar dari mobil, mereka membeli banyak sekali hadiah untuk adik dan ibunya, waktu Mira membawa belanjaannya kaki nya tersandung dan Hasan membantunya dan memegang tangan Mira yang halus sekali.
"Non hati-hati, kalau jalan"
"Ia Hasan terimakasih banyak"
Merekapun melanjutkan perjalanan pulang, sampai mereka tiba di sebuah rumah yang indah dan tingkat, meski rumahnya tidak besar tapi bentuk rumah Mira sekarang jadi bagus sekali.
"Hasan apa benar ini rumahku, kok beda sekali"
"Ia ini ya rumah non, pak Amir yang renovasi mungkin non"
Rumahnya berbeda sekali dulu kecil, masih bata merah sekarang berubah jadi bagus sekali, "Coba non hubungi pak Amir"
"Aku tak berani Hasan, sesuai perjanjian kalau pak Amir di rumah aku tak boleh mengganggunya"
"Oh ya sudah, non masuk saja biar saya yang membawa barang-barang nya non"
Mira masuk ke rumah.
"Assalamualaikum ucap Mira"
"Ibu nya berlari untuk membuka pintu, Mira ucapnya sambil memeluk anak gadisnya, masuk sayang"
Mira masuk ke dalam rumah, dan banyak perabotan baru di dalam rumah.
"Sayang duduk dulu, ibu ambilkan minum"
Hasan masuk membawakan oleh-oleh dan adik-adiknya berlari menghampiri Mira.
"Kakak ucap adiknya dan memeluk Mira sambil berkata, kakak kami rindu sama kakak, kakak kemana aja"
__ADS_1
"Kakak kerja dek Mira mengucapkan sambil menangis"
bersambung