
Mira dan Rico menjemput Adrian untuk yang pertama kali di tk tempat Adrian bersekolah.
"Kakak...... Adrian berlari menemui Mira"
"Hati-hati sayang jangan berlari, nanti jatuh"
"Ia kakak"
Ibu-ibu yang ada disana, memandang Adrian dan mereka bergunjing disana, heran Adrian sama siapa. Mereka pada bicara.
"Itu siapanya Adrian ya kok akrab sekali"
"Mungkin itu pembantunya, tuh pakai baju putih sama rok hitam"
"Ia kan pak Amir kaya jadi sudah disiapkan pembantu untuk Adrian"
Adrian tidak sengaja mendengar perkataan ibu-ibu itu dan dia langsung menjawabnya dengan sangat marah.
"Ibu-ibu dia kakak ku, dan aku anggap seperti ibu ku, dan yang laki-laki itu om Rico namanya calon suami Kakak Mira. Jangan bicara begitu lagi ya, Adrian tidak suka"
"Adrian maaf ya, ibu tidak tau jadi jangan marah ya"
"Ia Adrian menjawab dengan sangat ketus sekali"
Mira mendengar Adrian sedikit marah pada ibu-ibu itu langsung Mira menghampiri mereka.
"Maaf ya bu, kalau Adrian agak marah, maklum saja dia anak kecil yang emosinya kadang naik dan kadang turun juga, semoga ibu mengerti. Saya ini kakaknya bu, sekarang mengasuh Adrian dan menjaga dia. sekali lagi saya minta maaf ya bu"
"Oh ia mba, kami yang seharusnya minta maaf karna tadi sudah bicara tidak menyenangkan"
__ADS_1
"Oh ia tidak apa-apa bu, kami permisi pergi dulu ya bu"
"Ia mba Mira"
Mira dan Adrian langsung masuk mobil, dan ibu-ibu itu masih saja berkata.
"Adrian bersyukur masih ada Mira yang mengasuhnya jadi dia tidak kehilangan sosok ibu dan ayah"
Mira di dalam mobil menasehati Adrian.
"Nak sama orang tua harus sopan tidak boleh marah begitu ya!"
"Tapi mereka bicarain aku kak, Adrian tidak suka"
"Sayang andai ada orang yang jelek-jelekan kita biarkan saja sayang, anggap saja mereka sedang mengurangi dosa kita, dan kita yang lebih muda harus lebih sabar ya sayang, jangan pernah di ulangi lagi yang seperti tadi"
"Sudah-sudah, ucap Rico. adrian pasti capek kan, Adrian mau es krim?"
"Ia kak Rico aku mau es crim"
"Mira menyaut, tuh kebetulan ada tukang es krim"
"Ah tidak mau, dipinggir jalan gitu, pasti tidak enak!"
"Coba dulu sayang, belum tentu yang kamu anggap jualan di pinggir jalan selalu tidak enak"
"Oke kakak, Adrian coba dulu"
Mereka berdua turun dari mobil. dan Mira membeli es krim itu.
__ADS_1
Adrian terlihat sangat risih sekali karna gerobak tukang es nya terlihat sangat tua sekali.
"Ini sayang esnya sudah jadi, kamu cicipi dulu pasti enak?"
"Beneran enak tah kak, nanti aku sakit perut bagaimana, aku sama ayah tidak boleh jajan sembarangan loh kak"
Tukang esnya itu mendengarnya.
"Tuan coba cicipi, kalau tuan sakit perut saya akan bertanggung jawab untuk mengobatinya"
"Nih Adrian om Rico makan, wah enak sekali ini kamu mau tidak enak loh"
"Om tidak apa-apa kan, sakit perut atau tidak om"
"Amanlah pokoknya"
Adrian sangat penasaran dengan rasa es krimnya makanya dia mencobanya, ternyata rasanya.
"Kakak Mira, teriah Adrian. ternyata enak sekali kak, aku mau lagi"
"Nah apa yang kakak katakan, jangan cepat menilai sesuatu, karna belum tentu penilaian kita pada seseorang itu benar atau malah salah dan menyakiti orang lain, sana bilang maaf sama bapak penjualnya"
#'Pak maafin adrian ya, kalau tadi adrian salah bicara"
"Ia nak, ini es krim buat kamu dan gratis"
"Wah trimakasih pak"
bersambung
__ADS_1