
kukuruyuk........ kukuruyuk.
Suara ayam jantan itu ku dengar pagi ini, hati Mira sangat bahagia sekali menantikan pagi ini tiba, hari dimana saatnya dia akan bertemu anaknya.
Mira membuka matanya, menghirup hembusan udara pagi yang sangat segar sekali.
Tok..... tok.
"Non..... non Mira bangun sudah pagi non, ayo bangun"
"Ia mbok, Mira sudah bangun kok pagi ini"
"Oh ya sudah, cepat bangun dan siap-siap mbok sudah buat sarapan buat non, kalau sudah selesai mandi mbok tunggu di bawah ya non"
"Ia mbok ku sayang"
Mira terlihat sangat bahagia sekali akhirnya hari yang ia tunggu-tunggu tiba juga, hari dimana dia akan bertemu anak kandungnya yang sudah 4 tahunan lebih dia tidak berjumpa.
Mira telah mempersiapkan semuanya termasuk sebuah hadiah yang telah ia bungkus secara rapi, hadiah yang telah ia persiapkan setiap tahunnya untuk anak laki-lakinya sebagai sebuah kado ulang tahun.
"Nak akhirnya setelah sekian tahun lamanya sebentar lagi kita akan berjumpa, ibu sangat bahagia sekali nak, tak sabar menunggu hari ini tiba.
Kringgg ......... kringggg
Suara hp berbunyi. Di lihatnya panggilan dari Rico.
"Assalamualaikum sayang"
__ADS_1
"Waalaikumsalam sayang, ada apa pagi-pagi begini sudah menelfonku"
"Bagaimana hari ini, sudah persiapkan semuanya kan!!"
"Sudah sayang, kamu mau antar aku kan?"
"Ia bentar lagi aku siap dan akan antar kamu sayang"
"Ia aku tunggu, cepat mandi mas dan datang ke mari"
"Ia Mira sayang"
Mira lantas menutup telfonnya dan langsung bersiap-siap dan berdandan dengan secantik mungkin. Setelah ia siap, Mira turun dari tangga untuk sarapan dengan Mbok Ijah.
"Non sudah siap, di makan dulu non sarapannya?"
"Ia mbok, terimakasih banyak, Mira sudah tak sabar untuk bertemu dengan anak Mira mbok"
"Ia mbok"
Akhirnya Mira dan mbok Ijah sarapan dan setelah sarapan, Rico pun tiba.
"Tuh non mas Rico datang"
"Ia mbok"
"Ayo sayang berangkat!"
__ADS_1
"Sebentar mas, om Amir belum share lokasinya"
Tak lama Mira berkata seperti ini, ponselnya berbunyi dan benar saja itu pesan singkat dari om Amir.
"Mira ini lokasinya, maaf om tak bisa jemput kamu, karna om tiba-tiba kurang enak badan"
Mira membalas pesan singkat itu.
"Ia om Mira datang dengan calon suami Mira"
Rico mengendarai mobilnya ke arah lokasi yang om Amir kirimkan dan Mira masih saja perasaannya tak menentu, dia begitu gugup sekali akan bertemu anaknya, dia membayangkan apakah anaknya akan mau menerima dia, walaupun dia sudah ada perjanjian dengan om Amir, bahwa ia tak boleh mengaku sebagai ibu kandungnya.
"Sayang, jangan melamun begitu dong, sudah yakinlah tidak akan terjadi apa-apa karna aku akan selalu ada bersama mu"
"Ia mas. tapi aku sedikit gugup saja, maklum lah mas dari bayi aku tak pernah bertemu dengannya sekalipun"
"Ia mas tau perasaanmu sayang"
Tak lama kemudia mereka sampai di rumah yang sangat besar sekali, megah dan halaman yang sangat luas dan 2 satpam diluar yang menjaga rumah besar itu.
"Sayang, apakah benar ini rumahnya?"
"Pasti benar mas, om Amir orang yang kaya pantas saja dia tinggal disini"
"Pak satpam saya Mira, mau bertemu om Amir"
"Oh masuk saja non, sudah di tunggu tuan"
__ADS_1
Mira masuk ke dalam istana besar itu, saat dia melangkakkan kakinya ke arah pintu rumah besar itu, terlihat sesosok, anak laki-laki yang berlari yang wajah anak laki-laki itu serasa tak asing sekali bagi Mira....
bersambung