Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
tentang om Amir


__ADS_3

Bu anita tidur bersamaku, dia menceritakan banyak hal tentang om Amir.


"Mira sebenarnya om Amir itu adalah orang yang baik, mungkin dia kasar di ranjang namun sebenarnya dia laki-laki baik yang selama ini aku temui, dia tidak pernah menyakitiku, bahkan dia tidak pernah memarahiku karena aku tak bisa memberi nya seorang anak, kamu tau tidak aku dulu adalah gadis yatim piatu yang di persunting laki-laki kaya, aku tak punya apa-apa namun cintanya padaku membuat aku yakin dia adalah anugerah Tuhan untukku. Dia mau menerima ku dengan setulus hatinya meski bertahun tahun aku tak hamil dia tak pernah sedikitpun memarahiku atau menghinaku, mungkin bagi banyak orang dia terlihat galak dan menyeramkan namun sebenarnya dia baik, dia memang punya kelainan pas berhubungan tapi ya begitu manusia tak ada yang sempurna, sampai dia berumur 50 tahun lebih dia berkata mengatakan ingin punya anak, waktu itu hancur hatiku, apalagi waktu dia baru kemarin berkata sudah menghamili mu, aku menangis hancur rasanya dunia ku, orang yang ku sayang selama ini ternyata malah mendua, tapi ku fikirkan kembali dia hanya ingin punya anak, aku berdamai dengan diriku sendiri, dan menerima mu dan anak ku, karna aku berterima kasih banyak padamu akhirnya aku bisa merasakan punya anak di ujung usia ku meski bukan dari rahim ku sendiri"


Mira memeluk mesra bu Anita, "Ia bu ini anak ibu dan om Amir, aku tak tau telah menyakiti ibu sebegitu dalamnya bu, aku juga melakukan ini demi adik ku, dan kebahagiaan ibu ku bu, terima kasih juga ibu sudah baik sekali padaku"


Mereka pun akhirnyq berpelukan bersama sampai akhirnya mereka tidur berdua layaknya anak dan ibu.


Pagi harinya Mira bangun tidur. dia kaget sekali di dalam kamarnya sudah ada susu dan makanan.


"Halo Mira sayang ucap bu Anita ini makanan untuk mu"


"Ibu kok repot-repot aku bisa mengambilnya sendiri bu"


"Tidak apa Mira aku pun kamu jangan capek-capek ya kasian bayi dalam perutmu"


Bu Anita begitu baik padaku menjagaku dan membuat hari-hari ku menjadi bermakna dan aku tak merindukan lagi sosok ibu.


Sampai saat itu aku menerima telefon dari Hasan.

__ADS_1


"Assalamualaikum Mira, ucap Hasan"


"Hasan ucapku, begitu rindunya aku pada Hasan"


Hari demi hari ku lalui tanpa Hasan.


"Mira ku dengar kamu hamil, apa kamu baik-baik saja Mira"


"Ia Hasan aku baik-baik saja"


"Mira kalau kau sudah melahirkan, kamu kuliah disini ya, aku begitu merindukan dirimu"


"Jaga baik-baik bayi dalam kandunganmu ya, dan setelah bayimu lahir kelak kita bisa bersama"


"Ia Hasan"


Tiba-tiba terdengar suara telefon dan ku lihat dari ibu ku, ku Angkat telfon itu.


"Ku dengar suara adikku menangis, mba Mira ucapnya"

__ADS_1


"Ia ada apa dek kenapa menangis"


"Ibu kak, ibu sambil menangis"


"Ia dek kenapa ibu"


"Ia kak ibu kak jatuh di kamar mandi"


"Apa ucap Mira, terus sekarang gimana kondisi ibu dek"


"Ibu tidak bernapas lagi kak"


"Apa dek, aku sangat terkejut mendengarnya, hati ku hancur seketika aku tak menyangka ibu pergi secepat ini"


"Jangan. nangis dek aku akan kesana"


Hancur hatiku seketika ibu yang ku sayang meninggalkan aku sendiri.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2