Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
takut untuk jujur


__ADS_3

Rasa cintaku begitu besar ini yang membuat ku takut untuk jujur, ku fikir aku berhak untuk bahagia jadi aku putuskan untuk tidak jujur, karena aku tak sanggup kehilangan Zaki.


Orang tua Zaki meminta kami untuk tidak lama-lama untuk pacaran dan segera menikah.


"Sudah jangan lama-lama pacaran cepat nikah kalian kuliah kan tinggal 1 tahun lagi dan segeralah menikah"


"Ia bu ucap Zaki"


Kami pun pulang dan Zaki mengantarkan aku pulang kerumah, di perjalanan aku selalu merasa bersalah pada keluarga Zaki.


Aku tiba di rumah dan semalaman aku tak bisa tidur.


tak terasa pagi pun tiba, dan aku harus pergi ke kampus, isu aku berpacaran dengan Zaki sudah menyebar di seluruh kampus dan Amar pun mengetahui hal itu.


Saat aku tiba di kampus aku melihat Amar sudah menunggu ku.


"Mira teriakan Amar"


"Ia, Amar ada apa kau menungguku pagi-pagi begini"


"Ada yang akan ku bicarakan padamu, penting sekali"


"Sekarang saja, mumpung aku kuliahnya masih lama"


"Ya sudah duduk sini"

__ADS_1


"Ia Amar ada apa"


"Begini aku dengar kau sudah jadian sama Zaki, aku mau tau apakah dia sudah tau kebenarannya, aku tak mau kau terluka"


"Apa kamu tak mau melihat aku terluka, apa kamu tak sadar kamu pernah buat aku terluka parah"


"Kamu jangan ungkap masa lalu Mira, aku hanya ingin kamu jujur saja jadi dia kalau mencintaimu akan menerimamu apa adanya dirimu"


"Ia memang benar Amar, tapi untuk jujur aku takut sekali, aku takut kehilangan Zaki"


"Meski sulit tapi kamu harus jujur Mira, kamu tak ingin kan menyakiti Zaki dan yang menyayangimu tulus"


"Ia juga Amar, makasih sarannya nanti aku coba bicara dengan Zaki"


"Ia memang aku pernah salah sama kamu, dan aku tak ingin kamu terluka kembali"


"Nah gitu donk, omong-omong kamu sudah tau kabar om Amir? "


"Belum, mungkin anakku sekarang sudah besar ya, 4 tahunan"


"Ia ya mungkin dia sudah tumbuh jadi anak yang lucu"


"Sudah lah Amar aku jadi sedih kalau bahas ini semua aku balik ke kelas ya, tapi kamu harus janji tak akan memberi tahu Zaki semuanya, biar aku saja yang menjelaskan saat aku sudah berani ya"


"Ia aku janji tidak akan bilang, ya sudah masuk kelas sana"

__ADS_1


"Ia Amar"


Mira langsung masuk dalam kelas dan saat dia masuk, dia begitu kaget tiba-tiba Zaki dengan romantisnya sudah memegang seikat buket bunga dan berkata.


"Sayang selamat 2 hari jadian kita ya semoga kita akan selamanya akan bersama"


"Cie..... cie yang baru jadian romantis sekali, jadi iri kami jadinya"


semua teman dalam sekelas langsung menggoda mereka berdua.


"Ia zaki tapi tak usah begini loh, biasa saja aku jadi malu jadinya"


"Ah biasa saja"


"Zaki selesai kuliah ada yang akan aku bicarakan padamu"


"Bicara apa sayang, sekarang saja"


"Nanti saja, lagian dosen sebentar lagi datang"


"Oke kalau begitu"


Dosen pun masuk dalam ruangan dan mereka mulai kuliah, namun hati Mira masih saja tak karuan, dia mau jujur tapi masih saja di selimuti rasa takut yang luar biasa.


"Mira teriakan dari Dosen, kenapa kamu melamum harus fokus kalau kuliah"

__ADS_1


"Ia pak maaf"


bersambung


__ADS_2