Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
bahagia atas kehamilan


__ADS_3

Badanku rasaya tak karuan benar saja ternyata aku hamil,


Ku dengar suara mobil tiba, pasti itu om Amir, ku buka jendela kamar ku untuk tau siapa yang datang dan ku liat wajah om Amir tiba.


Hari ini ku liat om Amir tak datang sendiri melainkan dengan seorang wanita aku tak tau siapa wanita itu, ku liat dari jendela atas wanita itu terlihat tua tapi tetap mempesona dan dia menggunakan jilbab, aku sangat penasaran sekali siapa yang tiba bersama om Amir.


Terdengar suara teriakan dari mbok Ijah.


"Non Mira, di suruh ke bawah sama om Amir"


"Ia mbok. aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku, dan membasuh mukaku agar tak terlihat aku habis menangis karna kepergian Hasan dan aku sedih karena aku hamil"


Mbok Ijah memanggil ku kembali.


"Non jangan lama-lama sudah di tunggu tuan dan nyonya"


"Apa nyonya dalam fikiranku lalu berfikir berarti tadi yang ku lihat adalah istri om Amir, kenapa dia bisa datang ke sini ada apa sebenarnya, Mira sangat bertanya-tanya"


Mira langsung turun ke bawah dengan perasaan bingung. Mira langsung memperkenalkan pada istri om Amir.


"Bu perkenalkan saya Mira bu? "

__ADS_1


"Oh kamu, mira suami saya dah cerita banyak, ayo Mira duduk perkenalkan saya Anita istri sah pak Amir'


Akhirnya mereka semua duduk.


"Mira aku mengajak istriku kemari karna ada hal yang harus kamu tanda tangani dan kamu setujui, aku sudah tau dari mbok ijah yang menelfonku bahwa kamu sudah hamil jadi aku langsung memberi tahu istriku untuk kemari, kami berdua sangat bahagia akhirnya kami akan punya anak dan penerus kami, sebelumnya kami berdua mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya ke kamu, sd am kami tak tau harus membayar dengan apa"


Tiba-tiba om Amir memberikan selembar kertas perjanjian.


"Mira ini ada sebuah perjanjian yang harus kamu setujui dan kamu tandatangani sekarang kamu baca dulu andai ada yang kamu tidak tidak setujui kamu bisa langsung bilang, atau bila ada yang kurang kamu bisa langsung kasih tau ya"


"Ia pak ucap Mira"


Mira memandang wajah istri om Amir yang terlihat sangat bahagia sekali, mungkin dia terlihat bahagia karena akan punya anak, tapi aku heran bagaimana dia bisa membahagia itu padahal ini kan anakku dengan om Amir.



setelah anaknya lahir Mira harus menyerahkan anaknya ke om Om Amir dan istrinya.


Setelah melahirkan Mira tidak di perbolehkan melihat dan menemui anaknya.


Mira tidak ada hak atas anaknya setelah ia melahirkan karna setelah anak itu lahir, anak itu adalah anak sah dari om Amir dan istrinya dan Mira adalah orang lain.

__ADS_1



Apabila Mira melanggar perjanjian itu maka om Amir akan menuntut dia, apalagi sampai dia mengakui kalau dia adalah ibunya ke anak tersebut maka om Amir tidak segan-segan akan memenjarakannya.


Sebagai timbal baliknya om Amir memberikan kepada Mira.



Rumah beserta isi dan kendaraan.


Akan membiayai kuliah Mira


memberi uang bulanan sebesar 20 juta perbualan dan biayai kebutuhan orang tua Mira dan adik-adiknya.



Dan hubungan antara Mira dan om Amir berakhir setelah Mira melahirkan artinya Mira bebas tapi dia tidak diperbolehkan menemui anaknya.


"Bagaimana Mira kamu setuju"


Sebenarnya Mira ragu untuk setuju tapi tak ada pilihan lain akhirnya dia menyetujuinya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2