Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
akhirnya Mira jujur ke zaki


__ADS_3

bel tanda pulang berbunyi.


tit....... tit....... tit


Bel yang berarti perkuliahan berakhir, aku masih saja bingung harus jujur atau tidak. Kupejamkan mataku dan ku ucap bismillah, ku yakinkan diri untuk jujur meski sulit.


"Sayang ayo kita pulang ucap Zaki, jangan melamun saja disini nanti kesambet loh, haaaa tawa Zaki penuh dengan semangat"


"Ah kamu mas, aku ada yang mau aku bicarakan penting sekali padamu"


"Mau bicara apa sayang, mau bicara kamu sayang padaku ya heeee"


"Aduh mas jangan bercanda terus aku serius ini mas"


"Ya sudah, ayo kita pergi ke rumah makan sambil makan siang ya, kamu bisa bicara di situ dan jangan resah gitu"


"Ia mas"


Mereka meninggalkan kampus berdua dan teman-temanya pada menggoda.


"Cie..... cie yang baru hadiah mesra sekali mau kemana nih, ikut donk"


"Aduh jangan ikut nanti jadi obat nyamuk loh", ucap zaki sedangkan mira hanya tertunduk malu"


"Ia kami tidak ganggu kok semoga bahagia ya buat pasangan baru ini"


"Ia terima kasih teman-teman ucap mereka berdua"


Zaki dan Mira masuk kedalam mobil, dan Zaki langsung saja menyetir mobilnya untuk menuju ke cafe, sepanjang perjalanan Mira masih saja terdiam padahal zaki sudah mencoba menghiburnya.


"Sayang ku yang manis seolah tersenyum jangan diam saja begitu, nanti cantiknya hilang loh kalau begitu".


"Udahlah sayang jangan menggoda ku begitu aku masih ingin diam"

__ADS_1


"Okelah kalau putri manis ku mau diam aku, pacarmu ini tak akan mengganggu lagi sayang"


Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah cafe. Mereka berdua turun dari mobil, Mira semakin perasaan nya tak karuan tapi kali ini dia harus jujur tentang semuanya.


Terdengar suara alunan musik yang sangat romantis di cafe itu, sebuah syair lagu yang sesuai dengan perasaan Mira kali ini.


Jika bisa ku putar waktu


Aku tak ingin masa lalu yang kelam itu


Aku ingin bahagia bersamamu


Tapi masa laluku selalu mengintaiku.


Masa lalu yang sangat pahit.


Aku takut kehilanganmu


Apabila kau tau masa laluku


Aku mencintaimu


Tulus dalam hatiku


Hanya dirimu yang aku mau


Hanya dirimu


Tak mau yang lain


Karena aku sangat mencintaimu.


Mendengar syair lagu itu membuat Mira langsung meneteskan airmatanya.

__ADS_1


"Ayo sayang duduk, ada apa sebenarnya dengan dirimu, kenapa kau berubah begini dan kenapa kau menangis, duduk sini sayang ceritakan semuanya pada ku, aku sekarang bagian dari dirimu kan jangan ada yang kau sembunyikan lagi"


Mira duduk dan berkata lirih.


"Sayang aku akan cerita yang sejujurnya padamu"


"Ia sayang ceritakanlah biar hatimu lega"


Saat Mira mau bicara, tiba-tiba seorang pelayan tiba.


"Maaf bu dan bapak mau pesan apa"


Mira berhenti sejenak untuk bercerita.


"Ia sayang kamu mau pesan apa"


"Aku teh hangat dan bakso saja"


"Ia mas sama kentang goreng dan jus alpukat"


"Baik mas tunggu sebentar kami buat pesanannya"


"Baik"


"Ayo sayang kamu mau bicara apa"


"Sayang setelah aku bicara ini mungkin kamu tak akan menerimaku lagi, tapi aku harus jujur tentang semuanya padamu sayang"


"Ia sayang bicarakan, aku akan mendengarkan ceritamu"


"Sayang aku mempunyai masa lalu kelam, aku lahir dari keluarga yang tidak berada, dulu ayahku punya hutang yang menumpuk sampai ayah meninggal pun hutang itu belum lunas juga, akhirnya untuk melunasi hutang itu aku harus mau menjadi simpanan laki-laki tua, apalagi aku butuh uang buat ke dua adikku,mereka butuh banyak biaya untuk sekolah. Aku menjual diriku pada om Amir dengan perjanjian semuanya berakhir jika aku punya anak, karna istri om amir tak bisa memberinya anak, akhirnya aku punya seorang anak laki-laki dan akhirnya mereka membawa anakku dan aku bebas"


Terlihat raut wajah Zaki sangat marah setelah mendengar semua itu.

__ADS_1


"Apa Mira ucap Zaki dengan tegas"


bersambung


__ADS_2