Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
terpuruk


__ADS_3

malam ini Mira duduk termenung sendiri di depan rumah, dia selalu terngiang ngiang perkataan Zaki yang sangat menyakitkan hatinya.


"Tuhan tidak berhakkah aku bahagia, aku ingin sekali memulai hidup ku yang baru tapi mungkin ini semua sudah takdir yang kau berikan padaku.


Terdengar suara anak kecil yang memanggil.


"Kakak..... kakak "


Ternyata adiknya yang berlari menuju Mira.


"Ada apa sayang kenapa kalian berdua berlari kesini?"


"Tidak ada apa-apa kak, kenapa kakak disini sendiri, dingin loh kak di luar ayo masuk kak nanti sakit"


"Kakak lagi ingin diluar dik"


"Ya sudah kami temani kakak ya"


"Kalian sudah belajar"


"Tentu sudah kak"


"Kakak sebentar lagi kami lulus SMA kami kuliah tidak kak"


"Ya doain kakak dapat rezeki jadi kalian bisa kuliah ya"


"Ia kak semoga kakak diberikan rezeki yang banyak ya dan kakak selalu bahagia, itu doa kami selama ini"


"Ia dik, dan ingat pesan kakak jangan pacaran dulu ya, jaga hati kalian baik-baik jangan terpedaya oleh laki-laki mereka hanya menipu wanita saja, kelak jika kalian sukses dan mandiri maka akan banyak laki-laki yang menginginkan kalian"


"Ia kak, kami akan selalu ingat nasihat kakak"


"Ya sudah suasana sudah semakin dingin kita masuk nanti kalian sakit"


"Ayo kak kita istirahat, sudah semakin larut juga"


"Oce"


Akhirnya mereka semua tidur.


Tiba-tiba mbok ijah melihat Mira yang sedang tidur. Sebenarnya mbok ijah tau bahwasanya tuan Amir dan anaknya sudah pulang ke indonesia karna istri tuan Amir telah meningggal dunia. dan mereka memakamkan istrinya di indonesia, Anak mira juga di bawa kesini tapi mbok Ijah tak ingin memberi tahu Mira karena dia tak ingin masa lalu Mira akan datang kembali.


"Mira bahagia selalu ya, mbok akan selalu menjaga mu layaknya anak mbok jangan pernah kau menangis lagi, perkataan Mbok ijah dalam hatinya, karna mbok ijah tau dari hasan bahwa Mira dalam keadaan terpuruk karna di tinggalkan oleh pacarnya Zaki"


Mbok ijah langsung kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Saat pagi menjelang Mira terbangun dari tidurnya, membuka jendela kamarnya dan menghirup udara pagi yang begitu segar. Dalam hatinya berkata.


"Tuhan mulai hari ini aku akan fokus sama masa depan ku, dan akan ku lupakan ke bahagian yang sesaat ini, aku terlena dan berharap kebahagiaan yang di berikan orang lain, padahal aku tau bahwa bahagia itu sebenarnya aku bisa ciptakan sendiri"

__ADS_1


Mira berlalu dari jendela itu, dan beralih untuk siap-siap pergi ke kampus.


Hari ini Mira memakai pakaian yang indah sekali sebuah gaun yang membuat dia semakin anggun dan rambut yang terurai yang membuatnya semakin tambah cantik apalagi di liat dari aura wajahnya yang terlihat semangat hidup yang baru.


"Sarapan dulu non ucap mbok ijah"


"Ia mbok, adik-adikku sudah sarapan tadi kan mbok"


"Ia non mereka sudah sarapan dan sekolah dengan mobil jemputan"


"Mbok apa mbok ijah tau kabar tuan Amir dan anakku mbok"


"Mbok gak tau non, mbok hanya tau bahwa setiap bulannya tuan amir mentransfer uang ke mbok untuk non"


"Andai anakku ku ada mungkin dia sekarang sudah umur 4 tahun ya mbok dan dia pasti tampan sekali ya mbok"


"Ia non pastinya tampan dan pintar kayak non"


"Dalam hati mbok ijah sangat sakit sekali karna harus berbohong pada Mira, tapi ini semua mbok lakukan karna mbok gak mau liat non mira sedih lagi"


"Non mbok titip makanan ini buat Hasan anak mbok boleh tidak"


"Ya tentu bolehlah mbok, nanti ku bawa, sekarang Mira sarapan dulu ya mbok"


"Ia non terimakasih banyak ya non"


"Harusnya saya yang terimakasih mbok, mbok ijah yang sudah mengurus saya dan adik-adik saya bertahun-tahun ini"


Mira sudah selesai sarapan dan berpamitan dengan mbok Ijah.


"Mbok Mira berangkat dulu ya nanti makanan ini Mira berikan ke hasan"


"Ia non terimakasih"


Mira berangkat ke kampus dengan motor nya, waktu di jalan dia bertemu dengan seseorang pemulung yang sedang mengambil sampah, dan pemulang itu sedang makan makanan sisa dari seseorang, Mira berhenti sejenak dan menghela nafasnya. dan berkata dalam hatinya.


"Harusnya aku bersyukur dalam hatiku dan tidak banyak mengeluh atas apa yang terjadi padaku selama ini, aku kurang bersyukur, maafkan aku Tuhan aku selalu mengeluh atas semua yang terjadi padahal aku tau yang terjadi pada ku selama ini adalah yang terbaik untukku karna aku tau, Tuhan memberikan yang terbaik pada umatnya dan tidak mungkin di luar kemampuan umatnya"


Mira mengularkan uang dari sakunya dan memberikan uang itu pada pemulung.


"Pak ini ada sedikit rezeki untuk bapak"


"Terimakasih banyak ya non, semoga rezeki non tambah banyak dan non bahagia selalu"


"Ia pak"


Mira berlalu dan melanjutkan perjalanannya untuk kuliah, tak lama kemudian dia tiba di kampus, sebenarnya dia berat sekali untuk bertemu dengan Zaki namun dia harus tetap kuat dan tegar.


Dia melangkahkan kakinya menuju ke kelas. namun dia menghampiri Hasan terlebih dahulu untuk memberikan bekal makanan pada hasan.

__ADS_1


"Hasan ini bekal makanan dari ibu mu"


"Ia mira terimakasih kamu telah membawakannya untukku, kamu baik-baik saja kan"


"Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja"


"Memang kamu wanita yang sangat kuat"


"Jalan sebentar lagi kamu wisuda kan"


"Ia bulan depan kamu juga kan Mira"


"Satu semester lagi hasan"


"ia yang semangat kuliahnya ya"


"Oke hasan, aku kembali ke kelas ya"


"Oke"


Mira masuk dalam kelas, semua mata melihatnya, dia sangat bingung sekali kenapa semua orang melihatnya, dia sangat takut sekali kalau Zaki memberi tahu kesemua teman-temannya.


Mira duduk di kursinya dia. masih sangat bingung kenapa teman-temannya memandangnya dengan tatapan sinis mira mencoba bertanya pada Anita temanny.


"Anita kenapa teman-teman memandangku sinis begitu ya, apa ada yang salah dariku"


"Mira!!!"


"Ia ada apa bicara aja sebenarnya ada apa? "


"Kami tau dari zaki"


"Tau apa??? "


"Tau kalau kalian sudah putus karna aki bilang kamu wanita tidak baik baginya"


Mira sangat kaget dan takut sekali.


"Tidak baik bagaimana Anita"


"bahwa kamu tidak suci dan kamu itu mata duitan"


"Apa dia berani bilang begitu ke teman-teman sekelas"


"Ia Mira"


"Mira meneteskan air mata dan tak pernah menyangka bahwa Zaki sejahat itu padanya"


Mira menangis di dalam kelas dan semua temannya menatap nya.......

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2