
Hari ini, adalah hari minggu minggu, Mira putuskan akan berbelanja ke pasar, karna rasanya dia sudah lama sekali tidak berbelanja, karna adik-adiknya juga di rumah dia ingin memasak kesukaan mereka.
"Kakak mau kemana, ucap adiknya"
"Kakak mau belanja kepasar dik, ucap Mira. Kamu jaga Adrian saja di rumah, dia tidak ada teman"
"Ia kakak, sebenarnya ada hal penting yang akan ku tanyakan pada kakak, tapi ini bukan waktu yang tepat"
"Ia kakak, belanja dulu, kamu jaga Adrian saja di rumah"
Sebenarnya adik-adiknya Mira mau bertanya kenapa mereka sekarang tinggal di rumah ini, dan sebenarnya ada apa, mereka bingung dengan semuanya, jujur mereka tidak nyaman, tapi karna kakaknya akan menikah jadi mereka diam saja, karna merasa belum tepat bila mereka bertanya.
Mira keluar pergi ke pasar sendirian, sesampainya di pasar, Mira belanja kebutuhan yang di butuhkan di rumah, salah seorang ibu-ibu bertanya pada nya yang membuat hatinya sedikit terluka.
"Mira sudah lama kamu tidak ke pasar"
"Ia bu, kemarin-kemarin sibuk kerja jadi jarang ke pasar"
__ADS_1
"Ibu dengar kamu akan menikah"
"Ia bu 2 minggu lagi aku menikah dengan Rico"
"Wah selamat ya, enak ya kamu Mira, sekarang tinggal di rumah yang besar dan menjadi kaya. tidak harus bekerja keras sudah kaya, apa bener kamu ini simpanannya om Amir sehingga kamu di beri rumah yang besar, jangan-jangan Adrian itu adalah anak kamu Mira"
Mira sangat marah sekali mendengar perkataan itu, tetapi dia memilih diam karna dia menghormati ibu Darsih karna ibu darsih umurnya lebih tua darinya.
Ibu Darsih memang dijulukin ratu gosip daerah sana, dia sangat suka sekali membicarakan orang.
"Bu darsih tidak boleh bicara begitu, ucap bu Disa. Kasian mba Mira cuman diam saja begitu"
"Maaf bu darsih, ibu tidak ada hak menghina saya begitu. apa salah saya pada ibu sehingga ibu menghina saya begitu"
"Sudah Mira jangan di dengar, sekarang kamu pergi saja dari sini"
Mira membayar belanjaan itu dan langsung pergi dari tempat itu, tak sadar air mata Mira menetes dari wajah cantiknya yang mulus.
__ADS_1
Setelah selesai berbelanja, Mira langsung pulang ke rumah, Wajahnya tak bisa berbohong, setelah tiba dia langsung ke kamar dan menangis kencang di kamar tidur.
"Tuhan apakah aku tidak berhak bahagia, apakah aku tidak bisa memulai semuanya dari awal lagi"
Adrian melihat Mira menagis dan langsung mendekatinya.
"Kakak ada apa, kakak kok menangis, Adrian nakal ya"
"Tidak sayang, adrian tidak nakal, kakak cuma lagi menyesali keputusan kakak yang dulu yang pernah salah jalan"
"Emang kakak, salah jalan lewat mana?"
Namanya Adrian anak kecil, jadi dia tidak mengerti apa yang dikatakan Mira.
"Tidak sayang, bukan kakak salah jalan, dulu waktu remaja kakak salah ambil ke putusan sehingga kakak menyesalinya sekarang, nanti kalau Adrian besar, setiap kamu mengambil keputusan harus di fikirkan matang-matang. Dan kamu harus memaaf kan kalau ada manusia yang salah pada kamu ya nak"
"Ia kakak, nanti kalau aku besar, aku akan jadi laki-laki yang bijaksana"
__ADS_1
bersambung