
"Hasan, kenapa kamu bisa iri sama non Mira, ibu cuma bekerja disini"
"Soalnya ibu, aku ajak ke rumah ki kelihatan keberatan sekali"
"Tidak hasan, ibu hanya takut tuan Adrian tidak ada yang menunggu"
"Tapi istriku lagi butuh ibu, untuk hamil dia membutuhkan waktu yang lama bu, tidak ada yang membimbingnya disana"
"Ya sudah nanti, ibu bilang sama non Mira"
"Pokoknya besok siang ibu aku jemput, aku tidak mau tau ibu harus ikut aku 1 bulan di rumahku"
"Tidak bisa selama itu sayang, non Mira bulan depan menikah"
"oh mira akan menikah?"
"Ia sayang, kamu jangan cemburu begitu"
"Ya sudah 2 minggu saja ibu ikut aku, aku pulang dulu ke penginapanku, besok siang ibu aku jemput"
"Ia sayang"
Dengan sewotnya Hasan pulang dari rumah Mira.
"Aku pulang dulu Mira ucap Hasan"
"Ia hati-hati"
Mira melihat raut wajah Hasan yang sangat marah, dia sangat bingung sebenarnya apa yang telah terjadi..
"Mbok ada apa sebenarnya kenapa hasan marah begitu"
"Istrinya hamil non, dia memintaku untuk menemaninya karena istrinya lagi lemas-lemasnya karna hamil, mbok cuma bingung kalau mbok pergi adrian bagaimana?"
__ADS_1
"Sudah mbok, berangkat saja, Adrian biar ibunya mas Rico yang mengasuhnya"
"Oh kalau begitu besok siang mbok pergi non"
"Ia sekarang kita tidur dulu"
Akhirnya mereka semua tidur, dan esok pagi siap menyambut pagi yang cerah.
Pagi pun tiba, seperti biasa Mira mengantarkan Adrian sekolah dan dia mulai berangkat kerja.
Setibanya dia di kantor, Rico sudah menunggunya di parkiran, dan memberikan setangkai bunga untuknya.
"Ini sayang bunga untuk mu, yang semangat ya kerjanya pagi ini nanti sore kita pulang bersama ya!"
"Ia sayang"
Seperti biasa Rico memberikan bunga padaku, sebagai penyemangat pagi ku yang cerah.
Mira masuk ke dalam kantor dan kembali bekerja, dengan sangat antusias dia menyelesaikan semua tugas yang di berikan oleh atasannya yang telah tersedia di meja kerjanya.
"Ini masih kurang sedikit pak!"
"Bisa coba bapak lihat"
"Ini pak"
Bos memeriksa pekerjaan yang telah Mira kerjakan, ternyata apa yang mira kerjakan benar semua.
"Mira, bagus sekali kerjamu hari ini, kamu selesaikan semua kalau sudah selesai kamu langsung berikan keruangan bapak ya"
"Ia pak siap"
Mira kembali menyelesaikan tugasnya, dan setelah selesai dia langsung menyerahkan ke ruang pimpinan.
__ADS_1
"Ini pak, sudah selesai semuanya"
"Wah kerja yang bagus Mira, kalau begini terus kamu bisa cepat naik jabatan, tingkatkan terus ya kinerjamu"
"Ia pak siap"
Setelah keluar dari ruangan pimpinan, betapa bahagianya hati Mira, akhirnya kerja kerasnya hari ini membuahkan hasil.
Jam istirahatpun tiba, Mira pergi ke kantin dengan di temani Nia sahabat barunya.
"Ayo Mira kita makan siang, ucap Nia"
"Ia nia".
mereka jalan berdua pergi ke kantin, dan duduk berdua sambil memesan makanan, tiba-tiba datanglah Zaki yang menggoda Mira.
"Hay Mira boleh tidak aku duduk disini?"
"Boleh saja ucap Nia"
karna sebenarnya Nia yang menaruh hati pada Zaki.
"Nia kenapa kamu membolehkan dia disini?"
"Sudahlah Mira biarkan"
"Mira jangan cemberut gitu, nanti cantiknya hilang loh"
"Kamu tak usah bilang begitu Zaki, aku sudah punya calon suami"
"Ah sebelum janur kuning melengkung, apapun bisa terjadi, aku masih ada kesempatan jadi suamimu"
"Apa kamu bilang!!"
__ADS_1
Mira marah dan pergi dari tempat duduk itu.
bersambung