
Tak terasa waktu sudah malam suara azan berkandang, Mira langsung pergi untuk berwudu, di dalam sholatnya dia berdoa.
"Tuhan aku adalah wanita hina tapi aku hanya melakukan ini untuk kebahagiaan orang yang aku sayangi"
Tok..... tok, ibu mengetok pintu kamarku.
"Sayang buka pintunya, ayo kita makan, kasian Hasan lapar mungkin"
Hasan ternyata di suruh om Amir untuk menemani Mira selama Mira ada di rumah ibunya.
"Ia bu aku keluar"
Mira keluar dari kamarnya, dan langsung ke meja makan.
"Hasan ayo makan ucap ibu"
"Ia bu"
Hasan pun berada di meja makan bersama keluarga Mira.
"Ayo sayang ibu masak masakan ke sukaan mu, makan yang banyak ya, nak Hasan juga makan yang banyak"
Mereka makan bersama di meja makan, Hasan menatap Mira dengan tatapan yang berbeda, begitupun Mira menatap Hasan dengan tatapan wanita yang sedang jatuh cinta.
Ibu menatap mereka berdua dan tau bahwa mereka berdua ada rasa.
__ADS_1
ehem....... ehem kalian jangan tatap tatapan begitu nanti jatuh cinta loh heeee ucap ibu.
"Ibu ini ada apa sich, ngomong begitu. Aku hanya berteman dengan Hasan, ya Hasan"
"Heeee ia bu, tapi kalau Mira mau lebih tidak apa-apa, candaan Hasan"
"Ah kamu Hasan kalau om Amir tau, bisa kena marah kamu, ucap Mira"
Mereka selesai makan malam, dan Mira berjalan ke teras rumahnya, Ibu juga menyusul Mira dan Hasan juga.
Mira memandang bintang yang ada di langit dan berbicara pada ibunya.
"Ibu andai aku tidak harus menjual diriku, aku ingin sekali bu terbang dan mengambil bintang yang ada di langit itu bu, aku punya banyak sekali impian bu, aku juga punya cita-cita bu, aku ingin jadi perawat seperti teman ku bu, ingin punya lelaki yang benar sayang sama aku, ingin di sayang juga bu"
"Jangan bilang begitu nak, ibu jadi hancur dan merasa gagal nak, ibu ini adalah ibu yang bodoh yang menjual anak perempuannya nak maafkan ibu ya nak, rasa bersalah ini akan ibu rasa sampai seumur hidup ibu nak"
"Jangan bu, ibu harus bahagia selamanya, aku tak mungkin membalas kasih sayang ibu, aku rela mengorbankan segalanya hanya untuk ibu dan adik-adik"
Mereka berdua akhirnya berpelukan bersama, ibu mencium Mira juga membalas ciuman ibunya, Hasan hanya memandang mereka berdua dan Hasan merasa tambah sayang pada Mira dia ingin sekali membuat Hasan bahagia selamanya.
Dalam hati Hasan berkata.
"Mira nanti bila aku sukses nanti pasti aku akan mengambilmu dari om Amir, aku akan menerimamu apa adanya, aku akan berjuang Mira aku janji, aku akan berjuang Mira"
"Hasan teriakan Mira apa yang kamu lamunin"
__ADS_1
"Tidak ada kok, hayo ngelamunin apa"
"Aku merasa bagaimana gitu melihat kamu sama ibu mu berpelukan"
"Merasa apa mas Hasan, ucap Mira"
"Tidak apa-apa kok"
"Nak Hasan ibu tinggal ke dalam ya, kalian berdua saja di luar"
Mira dan Hasan di tinggal diluar dan tiba-tiba Hasan memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu pada Mira,
"Mira aku mau bicara penting padamu"
"Bicara apa mas Hasan"
"Mira sebenarnya aku sayang sama kamu semenjak kita pertama kali bertemu"
"Apa mas, aku tak pantas untukmu"
"Tapi aku sayang padamu"
"Mas aku simpanan om Amir, dan tidak mungkin kita bersama"
bersambung
__ADS_1