Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
galau


__ADS_3

"Sayang bagaimana tadi interviewnya apakah kamu bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan"


"Ia sayang aku bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan tadi"


"Kalau begitu ayo kita pulang, nantikan kalau kita di terima kita akan di kabari via telfon"


"Ia sayang ayo kita pulang"


Saat jalan keluar Mira masih saja memandang ke arah kantor, dia sangat kwatir jika Rico bertemu dengan Zaki pasti, Rico tak akan memperbolehkan Mira untuk bekerja.


Mira melihat Zaki melambaikan tangannya.


"Hay Mira, Zaki melambaikan tangannya dengan senyum manisnya"


Mira kaget sekali dalam hati Mira berkata.


"Haduh Zaki, kenapa kamu begitu kalau Rico melihat bagaimana, aku kan inget kerja dan mendapatkan penghasilan sendiri"


Ponsel Mira kembali berbunyi ternyata pesan dari Zaki lagi.


"Kamu tambah cantik sekali Mira, rasa yang pernah hilang dulu kini tumbuh bersemi kembali, semoga kamu ketrima dan kita bisa satu kerjaan lagi"


Mira langsung membalasnya.


"Jangan ganggu aku Zaki, aku sudah bahagia dengan Rico, aku harap kamu mengerti"


"Ada apa sayang kamu kelihatan sangat resah, dan tidak fokus begitu sayang, ucap Rico"


"Tak apa-apa sayang, aku cuma khawatir dengan Adrian, dia bagaimana"


"Jangan khawatir dia belum pulang, dia kan pulang jam 16.00 sekarang saja masih jam 12.00, ayo kita makan siang saja, kamu pasti sudah lapar"


"Ia sayang"


Akhirnya mereka keluar dari kantor yang besar itu, menuju ke rumah makan yang tak jauh dari tempat perusahaan itu.


Di dalam mobil Mira masih saja melamun, dia takut menyakiti Rico, karna Rico sudah sayang, baik dan menerimanya apa adanya Mira dia tidak mau menyakiti hati Roni, dia berniat akan jujur pada Rico saat makan siang nanti.

__ADS_1


"kenapa sich masih melamun, aku jadi penasaran"


"Nanti ya sayang kamu, menyetir saja dengan baik, aku janji akan cerita semuanya nanti sayang"


"Baiklah sayang"


Rico menyetir mobilnya, dan dia memberhentikan mobilnya di sebuah cafe yang ada musiknya.


"Sayang kenapa berhenti di cafe ini?"


"Emang kamu tidak mau makan disini sayang"


"Tapi kan mahal, bukannya kita mau nabung untuk menikah?"


Mereka berdua berniat menikah tapi dengan uang sendiri tidak mau menyusahkan orang tuanya.


"Untuk kali ini tidak apa ya sayang, ada sesuatu yang akan ku berikan padamu"


"Ya sudah, tapi untuk besok-besok kita harus berhemat ya sayang, ucap Mira"


"Ia sayang"


"Ia sayang aku mengerti semua demi kebaikan kita juga, ayo kita masuk, tidak enak kan kita sudah berhenti tapi kita tidak jadi makan"


"Ayo sayang"


Mereka masuk ke dalam cafe.. dan duduk berdua.


"Maaf , mba dan masnya mau pesan apa"


Mereka melihat menu makanan yang ada, dan memutuskan memilih menu makanan bakso dan es jus alpukat.


"Itu saja mba yang saya pesan"


"Baik mas atau mba, kami siapkan pesanannya terlebih dahulu"


"Sayang aku masih saja ke fikiran, ada apa kamu di kantor tadi terlihat sangat risau sekali, aku masih bingung sayang"

__ADS_1


"Begini sayang, kamu jangan marah ya kalau aku cerita"


"Aku tak akan marah, tapi kamu harus cerita dulu, kalau kamu tidak cerita aku yang marah"


"Ia aku ceritakan semuanya, begini sayang tadi waktu aku pergi ke kamar mandi aku tidak sengaja bertemu seseorang, dan aku mau cerita padamu, takut kamu marah dan tidak memperbolehkan aku bekerja disana"


"Memang siapa yang kamu temui"


"Aku bertemu dengan Zaki sayang, dan dia mencoba merayuku, dengan mengirimkan pesan singkat ke ponselku"


"Apa Zaki!!!!"


"Ia sayang kamu marah ya, apa masih boleh kalau aku ketrima nanti kerja disana?"


"Mana pesan singkat dari Zaki"


Mira menunjukkan pesan singkat itu pada Rico.


"Ini sayang tapi jangan marah padaku"


Rico membaca pesan singkat pada ponsel Mira dan dia malah tertawa lebar.


Haaaaaa...... haaaaaaa


"Sayang kamu malah tertawa begitu, bukannya marah setelah membaca pesan singkat itu"


"Bagaimana aku marah, aku malah senyum karna, aku beruntung mendapatkan kamu, buktinya orang yang meninggalkanmu menyesal sekarang"


"Jadi kamu tidak marah padaku"


"Aku tak akan marah sayang, kalau kamu tidak cerita padaku malah aku marah, karna kamu tidak jujur, sayang modal awal sebuah hubungan adalah kepercayaan dan aku percaya sekali padamu, jadi aku tau pasti kamu akan jaga kepercayaanku dan ketulusanku padamu"


"Aku masih boleh kerja disitu sayang"


"Ya pasti boleh, yang tidak boleh itu kamu menanggapi Zaki, sudah biarkan saja dia merayumu nanti juga capek sendiri kalau kamu tak menanggapinya"


"trimakasih banyak sayang sudah percaya padaku#'

__ADS_1


"Ia kamu adalah calon istriku dan aku harus percaya padamu"


bersambung


__ADS_2