Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
Adrian semakin dewasa


__ADS_3

"Kakak bagaimana bekerjanya hari ini, lancarkan"


"Ya Adrian, awalnya kakak bingung, tapi alhamdulilallah semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar, teman-teman kakak disana juga baik kok"


"Wah kakak, semoga kakak sukses ya"


"Ia Adrian sayang trimakasih untuk ucapannya, kamu bagaimana sekolah hari ini"


"Baik kak, tapi di sekolah tadi ada yang nakal namanya, joni, dia nakal sekali kak, buku ku di sobekin. Tapi aku tak membalasnya kak, karna aku ingat pesan kakak, kejahatan tidak boleh di balas kejahatan dan kita harus baik pada semua orang, makanya Adrian tidak membalasnya"


"Wah Adrian semakin pinter, kakak jadi senang mendengarnya, tetap jadi anak yang pintar dan penyabar ya"


"Ia kak"


"Adrian, aku mau bilang sesuatu ke kamu!"


"Mau bilang apa kak"


"Kakak bulan depan akan menikah dengan kak Rico sayang, kamu setuju kan"


."Kakak tentu saja aku sangat setuju, kak Rico itu orangnya baik sekali, Rico yakin jika kakak bersama kak Rico kakak akan bahagia, karna kak Rico tak akan menyakiti kakak"


"Ya Allah nak, usiamu baru 5 tahun setengah tapi kamu sudah sedewasa ini"


"Wah kakak jangan remehkan usiaku yang masih muda heeeee"


"Walah.... walah Adrian"


Aku peluk Adrian dengan erat, ingin sekali aku berkata padanya. "Nak aku ini ibu kandung mu, bukan kakak mu" tapi janjiku pada mendiang om Amir yang membuat aku tak bisa jujur padanya, aku tak mau melihat Adrian kecewa karna ayahnya telah membohonginya selama ini.


"Sayang ini sudah malam, ayo kita tidur. Besokkan kamu sekolah dan kakak kerja"

__ADS_1


"Tapi Adrian masih ingin melihat bintang kakak"


"Kamu rindu sama ayah ya"


"Ia kakak"


"Kakak temani ya"


"Ia kak, cuma sebentar Adrian di luar nanti juga aku masuk kak"


"Ia sayang"


Dari gerbang aku lihat Hasan tiba, Mira sangat terkejut sekali kenapa Hasan tiba malam-malam.


"Kakak, itu siapa yang datang"


"Itu Hasan anak mbok ijah"


"Kabar baik Hasan, ada apa ini kamu datang malam-malam"


"Ia aku mau ketemu ibu ku"


Hasan memang tinggal di luar kota, dan bekerja disana, dia sudah menikah dengan wanita pilihannya, namun sampai sekarang dia belum juga diberi keturunan.


"Hasan kenalkan ini Adrian anak almarhum om Amir"


"Hay Adrian, apa kabar. Kenalkan aku Hasan anak mbok Ijah"


"Oh ia om Hasan, namaku Adrian. kabar ku baik om"


"Mira ibu ku di dalam kan?"

__ADS_1


"Ia masuklah"


Hasan masuk ke rumah menemui mbok ijah.


"ibu...... teriakan hasan pada mbok ijah"


"Kamu hasan, kenapa kemari tidak kabar-kabar"


"Kalau aku mengabari bukan kejutan namanya bu"


Mbok Ijah langsung memeluk hasan dengan kencang.


"Ibu rindu sekali padamu sayang, ayo duduk sini, bawa apa kamu sayang"


"Aku juga sayang pada ibu, ini oleh-oleh buat ibu dari kinanti istriku"


"Wah trimakasih"


Mbok ijah membuka oleh-olehnya ternyata adalah pakaian.


"Terimakasih ya sayang oleh-olehnya"


"Ia bu"


"Kenapa kamu kesini?"


"Aku mau mengajak ibu ke rumahku, karna alhamdulilallah kinanti hamil bu, dia ingin sekali bertemu ibu, karna dia tidak bisa kesini karna lagi hamil muda"


"Tapi mbok harus bilang pada non Mira, kasian tidak ada yang menjaga Adrian"


"Ibu jangan Mira terus, sekali-kali fikirkan aku, aku kan anakmu juga"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2