
Hancurnya hati ku ini mendengar semua sahabatku di tempat kuliah sudah tau masa laluku, tapi keberanian itu muncul seketika dihatiku aku harus berani dan tak boleh terpuruk. Ku hapus air mataku aku katakan pada diriku sendiri.
"Mira sekarang bukan saatnya untuk ku, bersedih dan menangis lagi tapi aku harus bangkit, masa lalu tak mungkin untuk aku hapus tapi masa lalu adalah bagian dari hidup ku yang harus aku hadapi"
"Mira panggil Anita kenapa kau diam saja kau tak apa-apa kan? "
"Tidak apa-apa anita, tidak akan terjadi apa-apa dengan diriku, aku baik-baik saja, hanya Anita yang setia menjadi sahabatku meskipun anita sudah tau semua masa laluku, anita terimakasih ya kau masih mau berteman dengan ku"
"Kamu bicara apa sih Mira aku akan selalu ada untuk mu, tenang saja"
"Anita kira-kira kurang berapa menit lagi dosen datang? "
"Ku kira 25 menit lagi Mira, memang ada apa kamu tanya begitu"
"Tidak apa-apa Anita harus ada yang aku katakan pada mereka yang sedang menatap ku dengan tatapan sinis begitu"
"Kamu mau bicara apa Mira?"
"Lihat dan dengar kan saja apa yang akan aku katakan pada mereka"
Mira berjalan ke depan kelas sedangkan semua mata tertuju padanya.
Anita memegang tangan Mira.
"Mira kau serius akan ke depan? "
"Ia tenang saja aku baik-baik saja dan lepaskan tangan ku Anita, semua harus aku jelaskan"
"Ya sudah"
Anita melepas tangan Mira dan Mira meneruskan jalan ke depan kelas, dengan berani dia ke depan kelas dan berkata.
"Teman-teman ku semua lihat ke depan dan perkenankan aku menjelaskan semuanya biar kalian semua tau semua kebenarannya yang sebenarnya dari mulut ku sendiri bukan dari orang yang tak punya hati nurani seperti Zaki"
__ADS_1
"Apa yang kau bilang ucap Zaki"
"Diam kau Zaki, ucap Mira sambil berteriak, kamu sudah berbicara sekarang biarkan aku yang giliran berbicara"
"Teman-teman semua orang punya masa lalu, mungkin masalaluku tak seindah masa lalu kalian, karna aku memang tak seberuntung kalian semua yang mempunyai kehidupan yang layak jadi tentu saja masa lalu kalian sudah pasti indah.
Aku bukan wanita baik, kalian sekarang sudah tau, jika aku bisa memilih tentu aku juga tidak mau. tapi ini semua sudah jalan hidup ku aku terima. aku sudah punya anak dan aku pernah nikah diri dengan seorang laki-laki. apa aku salah semua ku lakukan demi orang-orang yang ku cinta bahagia. aku bukan perawan lagi karna semuanya ku jual demi namanya bahagia adik-adikku, kalian semua sudah tau semua masa lalu ku, mulai sekarang kalian tak mau bersahabat dengan ku itu hak kalian. Tapi nasihat ku buat Zaki, semoga kau bahagia dan menemukan wanita yang sempurna dan satu lagi aku menyesal kenal dengan dirimu, Mira menghela nafasnya dan langsung duduk di kursi kembali"
Teman-teman mira menatap mira dengan tatapan yang heran, mengapa mira berani jujur dengan keadaannya di hadapan semua sahabatnya.
Rico teman sekelas Mira langsung datang ke Mira dan berkata.
"Aku salut padamu mira kamu mau jujur dan berani mengatakan semuanya kepada semua teman-teman disini meski kamu tau resiko bila kamu jujur kamu akan dihina dan dijauhi"
"Rico aku tak takut dijauhi yang penting aku sudah lega sekarang tak ada lagi yang aku tutup-tutipi"
Rico hanya tersenyum dan berjalan menemui zaki.
"Zaki kamu pasti akan menyesal karena telah membuang Mira hanya untuk cari yang. sempurna, zaki tak ada yang sempurna di dunia ini, dan kamu telah membuang wanita yang benar-benar tulus sayang padamu pasti kau akan menyesal"
"Ia sekarang kamu belum menyesal tapi kelak kamu akan menyesali semua ke putusanmu ini, sudahlah tak ada gunanya aku bicara ini padamu, kamu begitu angkuh dan sombong sekarang, tapi aku yakin kamu akan menyesal"
"Pergi kau dari sini Rico kalau kamu mau ambillah Mira, kayaknya kamu sangat cocok sama dia"
"Ia ucap Rico tapi kamu kelak jangan menyesal bila Mira bersamaku, dulu aku rela melepasnya untuk ku karna aku fikir dia akan bahagia denganmu tapi melihat nya sekarang dan melihat kau menghinanya aku sangat menyesal melepasnya, benar aku dari dulu mencintainya tapi aku tak berani memberi tahu dia bahwa aku mencintainya, karna aku tau dia hanya menganggapku teman tapi mulai sekarang aku akan menjaganya dan tak akan ku biarkan orang seperti mu menyakitinya. mengerti"
"Ambilah dia aku sudah membuangnya, lagian dia bukan tipe ku"
Rico menahan marahnya dan bergegas pergi begitu saja.
Mira mendengar zaki menghinanya. Tiba-tiba dia berjalan ke arah Zaki dan menamparnya.
"Par....... par...... par"
__ADS_1
Zaki begitu sangat kaget, Mira menamparnya.
"Apa mira berani kau menamparku, ucap Zaki"
Zaki mencoba balik menampar mira dan Rico melihatnya. dan dia menangkis tangan Zaki.
"Zaki jangan coba-coba kau menampar Mira ucap Rico"
"Hai Rico dia duluan yang memparku"
"Sudah..... sudah teriakan Mira, sudah cukup Zaki kau menghinaku, kau tak ada hak lagi menghinaku karna kau bukanlah siapa-siapa bagiku. Mulai sekarang jangan coba lagi untuk menghinaku jika kau berani menghinaku aku tak akan segan-segan menuntut mu, ingat ucapanku ini"
"Ah kamu berani menggertakku Mira dasar wanita sok suci"
Rico menarik tangan Mira.
"Ayo Mira kluar dari ruangan ini, hari ini kita tidak usah kuliah dulu. Kamu sangat stres kan, ayo aku akan mengajakmu kesuatu tempat"
"Tapi Rico kuliah kita bagaimana"
"Sudah lah hari ini kita libur dulu"
Rico menarik tangan Mira dan mengajaknya pergi, sedangkan Zaki dengan nada marah juga pergi tidak jadi kuliah. Teman -teman mereka hanya bingung atas semua kejadian ini.
"Rico mau kau ajak kemana aku ini"
"Sudahlah diam ikut saja, aku akan membantumu. melupakan semua kejadian ini, sudah masuk mobil ku ini diam dan ikut saja"
"Ia Rico terima kasih ya, kamu sudah mambelaku dan tidak ikut menghina ku"
"Ia kita kan sahabat ayo senyum geh, aku tak ingin melihatmu menangis, ayo mana Mira yang ku kenal dulu, anggap saja ini semua adalah mimpi buruk yang wajib kamu lupakan ya, sekarang ikut aku"
Rico mengendarai mobilnya dan Mira hanya pasrah akan dibawa kemana dia sama Riko, mobil terus melaju kencang, sesekali Rico memandang wajah Mira yang bersedih dan dalam hatinya rico berkata.
__ADS_1
"Mira aku janji akan membuat mu bahagia, dan takkan lagi kau bersedih itu janji ku padamu meski kita hanya bersahabat aku sudah bahagia"
bersambung