Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
sedih


__ADS_3

Sore pun tiba saatnya pak Amir datang, Mira sudah mulai resah karna Pak Amir akan segera tiba, Mira serasa seseorang perempuan yang tak berguna sekali karna hidupnya hanya untuk melayani pak Amir saja, serasa hidupnya hancur sudah tak ada harapan lagi.


Tin....... tin suara kelakson mobil pak Amir berbunyi. Mbok Ijah berlari untuk membuka gerbang rumahnya.


Mira mengintip pak Amir dari jendela, Mira harus bersiap-siap untuk melayani pak Amir, sebenarnya rasanya sakit sekali harus tidur berdua dengan laki-laki yang tidak disukainya tapi tidak ada pilihan lain lagi selain itu.


Pak Amir masuk kedalam rumah dan langsung memanggil ku.


"Mira............ !!!!" Panggilan om Amir.


Mira langsung berlari keluar untuk menemui om Amir.


"Mira sini, om bawa pakaian baru untukmu dan makanan juga"


"Ia om, Anggun langsung menemui om Amir"


Om Amir memberikan pakaian dan makanan padanya.


"Om seumpamanya Mira ingin bertemu dengan ibu serta adik-adik ku, aku kangen sekali om"


"Oh ya tentu boleh biar nanti diantar Hasan ya, besok saja, karna besok om tak kesini karma ada urusan dengan istri om"


"Ia om terimakasih banyak"


Om Amir hanya datang untuk menyetor calon benih buat Mira, dan Mira hanyalah alat untuk mendapatkan anak.


"Mira kamu siap-siap saja dikamar nanti om ke atas"


"Ia om"

__ADS_1


Mira naik ke atas dan masuk ke kamar, Hasan melihat Anggun di balik pintu, Hasan merasa sedih sekali atas nasib Mira, dia iba karna gadis cantik yang berumur belia harus memberikan masa depannya pada om Amir, dalam hati Hasan berkata.


"Mira andai saja aku orang yang berada, aku akan membantumu jadi kamu tak harus menjual dirimu"


Om Amir menyusul Mira di dalam kamar. Mira duduk di sudut kamar dengan baju tidurnya pilihan om Amir warna merah dan tipis sekali jadi om Amir bisa melihat nya suka tanda suka sekali.


Seperti biasanya, om Amir membawa sebuah pil padaku.


"Mira minum pil ini dulu, biar kamu tidak kesakitan"


"Maaf om untuk kali ini Mira ingin mencoba tidak memakai obat om"


"Sudah lah minum saja, kamu biar lebih merasakan kenikmatannya, sudah lah nurut padaku saja"


"Biar om aku ingin sadar melakukan semua ini"


Om Amir terlihat sangat marah sekali dengan keputusan Mira.


Mira langsung termenung, dalam hatinya berkata.


Tak tahu sampai kapan


Jalan yang ku tempuh ini sampai di ujung


Lelah.. Aku merasa lelah


Dengan jalan yang aku tapaki


Mungkin memang harus ku kemudikan dengan baik

__ADS_1


Agar sampai di tujuan sesuai keinginan


Tapi, bisa kah diri ku?


Bisakah kemudi itu berkolaborasi dengan pikiran ku ini?


Ataukah kemudi itu yang bisa membawa ku ke jalan yang benar?


Tuhan..


Ada kah seseorang yang Kau siapkan untuk ku


Untuk bersama menopang beban yang ku pikul ini


Agar mau ku bagi kesedihan ku


Mau ku bagi derita ku


Tak tahu apa lagi yang bisa ku lakukan


Aku


Wanita yang penuh dosa


Yang berharap Kau mau menunjukkan


Kuasa-Mu itu untuk ku


Om Amir, langsung melakukannya, padahal aku sudah mencoba menolaknya, dan akhirnya kesucianku di ambil oleh om Amir dengan paksa.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2