SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 101. Penyesalan Jiang Meng, Akhir kisah masa lalu.


__ADS_3

Bab 101. Penyesalan Jiang Meng, Akhir kisah masa lalu.


Jiang meng melihat arloji dipergelangan tangannya, waktu sudah menunjukan pukul 1 pagi, dia sedang menghabiskan waktu bersama kekasih barunya, namun entah kenapa hatinya merasakan perasaan gelisah, dia akhirnya memutuskan untuk pulang kerumahnya tanpa menghiraukan kekasih barunya.


Diperjalanan perasaan gelisah semakin menghantuinya, semakin dekat dengan rumahnya, semakin gelisah perasaannya, tepat pukul 2 pagi, dia sampai dirumahnya.


Jiang Meng keluar dari mobilnya, dia melihat semua lampu dirumahnya mati, dia berjalan dan hendak mengambil kunci rumah disaku bajunya, setelah sampai didepan pintu dia segera memasukan kunci kedalam lubang dipintu, tapi sebelum kunci terpasang, pintu terbuka sendiri.


Jiang Meng melihat kearah pintu, dia melihat kerusakan dipintu, seperti didobrak dengan paksa dari luar, perasaan Jiang Meng menjadi semakin gelisah saat dia memasuki rumahnya.


Sesampainya diruang tamu, dia melihat makanan sudah tertata dengan rapi diatas meja makan, dengan sebuah kue bertuliskan Anniversary ke 8 diatasnya, Jiang Meng segera berlari menuju kearah meja makan, dia melihat dengan Jelas makanan kesukaaannya sudah disiapkan dengan sangat lezat.


Melihat makanan sudah dingin, dia merasa sangat sakit didalam hatinya," Mei'er, kamu dimana, aku sudah pulang," Jiang Meng berteriak memanggil Nama Ying Mei, tapi tidak ada yang menjawab teriakan Jiang Meng.


Dengan sangat panik, Jiang Meng menuju kearah kamar tidurnya bersama Ying Mei, pintu dibuka dengan sangat keras, dia melihat kamar tidurnya kosong, tanpa Ying Mei berada didalamnya, dia memeriksa lemari pakaian, tapi semua pakaian Ying Mei masih berada disana.


Rasa takut menghantui Jiang Meng, rasa sakit mendera hatinya, dia segera menghidupkan handphone miliknya, dia sengaja mematikannya agar tidak diganggu saat bersama pacar barunya.


Segera banyak panggilan tak terjawab muncul dilayar handphone miliknya, semua panggilan dibuat oleh Ying Mei, dia seketika mencoba menghubungi Ying Mei, tapi nomornya tidak aktif.


Seketika perasaan kehilangan menghantui Jiang Meng, airmata menetes dimatanya, sebelum dia memasukan handphonenya dan mencoba mencari keberadaan Ying Mei diluar, dia melihat sebuah pesan dikirim oleh Ying Mei.


Dengan tangan bergetar, Jiang Meng membuka pesan yang dikirim oleh Ying Mei, seketika hatinya menjadi hancur lebur tak bersisa.


** Mei'er: kak Jiang, happy anniversary ke 8, maaf selama ini Mei'er telah mengganggu kehidupan kak Jiang, Bolehkan Mei'er mengatakan betapa Mei'er sangat mencintai kak Jiang, Mei'er sangat merindukan kebersamaan kita kak, disaat kita tidak memiliki apapun, hidup sederhana dengan dipenuhi cinta, Mei'er ingin kembali disaat kita masih dipanti, dengan berpegangan tangan kita berbaring dirumput tanpa dipenuhi dengan kemewahan kita selalu bersama, kalau kebahagiaan kak Jiang tanpa Mei'er disisi kak Jiang, Mei'er akan pergi, Mei'er tidak akan membawa apapun dari rumah ini, Mei'er kerumah ini tanpa apapun, jafi Mei'er keluar juga tanpa membawa apapun, selamat tinggal kak, semoga kebahagiaan selaku menyertai kak Jiang, **, isi pesan terakhir Ying Mei kepada Jiang Meng.

__ADS_1


Seketika tangis membasahi pipi Jiang Meng, kekayaan dan kekuasaan membutakan dirinya, hatinya hancur lebur bersama kepergian Ying Mei dari hidupnya, tanpa membuang waktu dia segera berlari menuju mobilnya, dan secepat kilat mengendarai mobilnya untuk mencari keberadaan Ying Mei.


Dengan tangis yang masih menyertai, Jiang Meng menyusuri setiap Jalan, berharap menemukan kembali belahan jiwanya.


Tepat pukul 3 pagi, sebuah panggilan berbunyi dihandphonenya, Jiang Meng menepikan mobilnya, dia berharap telepon tersebut dari Ying Mei, kekasihnya.


Jiang Meng melihat nama Siu Lang, mantan saingan dirinya memanggil dirinya, dia menutup telepon dari Siu Lang, seketika kembali Siu Lang menghubunginya, dengan sangat marah Jiang Meng membentak," apa maumu, jangan menelponku lagi, atau akan aku habisi dirimu," kata Jiang Meng dengan kejam.


Siu Lang menjawab dengan santai," apakah kamu tidak khawatir dengan istrimu, aku tadi kerumahmu untuk membunuhmu, tapi istrimu menghalangi kami untuk membunuhmu, dia menyerahkan diri untuk dibunuh, apakah kamu mau istrimu mati Jiang Meng?," kata Siu Lang kepada Jiang Meng.


Bagai disambar petir, Jiang Meng membeku mendengar perkataan Siu Lang, setelah menenangkan diri, Jiang Meng berbicara," dimana istriku, kembalikan dia atau kamu akan aku habisi," kata Jiang Meng dengan gemetar, perasaan takut menghantuinya.


Siu Lang berkata dengan pelan," datanglah kegudang tempat biasa kita berbisnis, disana kamu akan melihat istrimu, ingat datang sendiri, atau terima kematian istrimu," kata Siu Lang sebelum panggilan dimatikan secara sepihak.


Jiang Meng segera menuju kearah gudang gudang yang dimaksud oleh Siu Lang, sebelum berangkat, dia mengatakan kepada anak buah kepercayaannya untuk membantunya melawan Siu Lang.


Disana sudah ada Siu Lang, dan beberapa mantan ketua mafia yang dihancurkan olehnya, mereka membawa pistol, kayu dan batang besi.


Jiang Meng melihat Ying Mei terikat dikursi dengan darah memenuhi tubuhnya, sayatan yang sangat dalam meenuhi setiap jengkal tubuhnya, Ying Mei masih hidup, dia melihat kearah Jiang Meng dengan sayu," kak Jiang, pergilah, tinggalkan Mei'er disini," kata Ying Mei dengan pelan, namun masih dapat didengar oleh Jiang Meng.


Jiang Meng seketika mengamuk, dia menembak semuanya dengan sangat brutal, anak buah yang membawa senjata dapat dijatuhkan oleh tembakan Jiang Meng, tapi Siu Lang dapat selamat dari tembakan Jiang Meng.


Seketika Siu Lang menodongkan pistol kearah kepala Ying Mei," hetikan Jiang Meng, atau dia akan mati sekarang, jatuhkan pistolmu, dan merangkak kesini," kata Siu Lang kapada Jiang Meng.


Jiang Meng segera menjatuhkan pistol miliknya, dia segera merangkak kearah Siu Lang," Jangan sakiti Mei'er bunuhlah aku sekarang," kata Jiang Meng dengan memeluk Ying Mei yang hampir kehabisan darah.

__ADS_1


Siu Lang tertawa mendengar perkataan Jiang Meng," hahahaha, inikah akibatnya kamu berani menghancurkan bisnisku, sekarang matilah kalian bersama," Pistol diarahkan menuju kepala Jiang Meng.


Tanpa diduga saat pelatuh pistol ditekan, Mei'er menghalangi pistol menggunakan kepalanya, seketika peluru menembus kepala Ying Mei, darah berceceran dari kepala Ying Mei.


Melihat kejadian itu, seketika Jiang Meng mengambil pistol dari tangan Siu Lang, dia menembak semua orang disana sampai mati.


" kak Jiang, jangan membunuh lagi kak, maaf aku selalu menyusahkan kak Jiang," kata Ying Mei menyadarkan Jiang Meng dari keberutalannya.


Jiang Meng segera memeluk Ying Mei," Mei'er maafkan semua kesalahanku, bertahanlah Mei'er, kita akan segera kerumah sakit," Jiang Meng segera menggendong Ying Mei untuk membawanya kerumah sakit.


Dengn sisa tenaga Ying Mei berbicara," kak Jiang, aku selalu berharap kamu selalu memelukku seperi ini, akhirnya keinginanku terkabul, aku bisa beristirahat dengan tenang sekarang , kak Jiang sekarang kamu bebas, Mei'er akan pergi sekarang, jaga diri baik-baik kak, Mei'er mencintai kak Jiang, walaupun kak Jiang tidak mencintai Mei'er," kata Ying Mei dengan menutup matanya perlahan.


Mendengar perkataan Ying Mei, ketakutan mendera Jiang Meng, dia berlari dengan sangat cepat menuju kemobilnya," Mei'er bangun, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, jangan tinggalkan aku, aku yang salah, aku yang hina, jangan pernah tinggalkan aku Mei'er, bahkan jika tuhan ingin mengambilmu, maka aku akan merebutmu kembali dari tuhan," kata Jiang Meng dengan airmata dipipinya.


Setelah keluar dari gudang, Jiang Meng melihat anak buahnya datang," urus semua disini, buat sebagai kecelakaan, apa kamu mengerti," kata Jiang Meng kepada bawahannya.


Bawahan Jiang Meng menggangguk , setelah itu Jiang Meng menuju kerumah sakit, dia segera sampai dirumah sakit.


Jiang Meng membawa tubuh Ying Mei keruangan UGD," selamatkan kekasihku atau kalian akan mati," kata Jiang Meng kepada dokter disana.


Dokter disana merasa takut melihat Jiang Meng, dia tahu siapa Jiang Meng, dia adalah pemimpin selurih mafia dimacau, orang paling kejam diseluruh macau.


Jiang Meng segera keluar setelah Ying Mei ditangani oleh dokter, setelah 5 jam dokter keluar dari ruangan operasi," tuan Jiang Meng, kekasih anda mengalami kelumpuhan total, tulang belakang telah dipukul dengan sangat keras, setiap inci tubuhnya disayat sangat dalam sampai setiap otot syarafnya terputus, dan kepalanya mengalami luka tebak yang sangat parah, untung masih meleset dari titik vital dikepalanya, tapi dia tidak akan pernah bisa sadar sampai kapanpun karena semua syaraf diotak dan tubuhnya sudah terputus, kami sudah melakukakan semua yang terbaik untuk menyelamatkannya, tapi pasien tidak akan pernah bisa sadar dari komanya," kata sang dokter dengan sedikit takut melihat Jiang Meng.


Jiang Meng merasa dunianya hancur," dok, tolong sembuhkan kekasihku, apapun akan aku lakukan, asalkan kekasihku bisa sembuh, aku mohon dok," kata Jiang Meng dengan berlutut didepan sang dokter.

__ADS_1


Sang dokter hanya bisa menggeleng," kami hanya bisa menambahkan umurnya sampai 15 tahun lagi dengan obat-obatan yang sangat mahal, tapi untuk menyembuhkannya, itu mustahil karena semua syaraf ditubuhnya telah terputus, hanya keajaiban yang bisa menyembuhkannya," kata sang dokter sebelum berlalu pergi, meninggalkan Jiang Meng yang menangis melihat kearah ruangan UGD, tempat sang kekasih hati terbaring tak berdaya.


Flashback off.


__ADS_2