
Bab 22. Jono yang baik hati, mengobati kaki Jani.
Melihat Jani yang ingin mendatanginya, Jono langsung menghapiri Jani," Jani Jangan berjalan dulu kakimu masih terkilir," ujar Jono dengan khawatir.
Melihat betapa khawatirnya Jono kepada dirinya, Jani merasa hatinya berbunga-bunga," tidak apa-apa kak, terima kasih karena mengkhawatirkanku, maafkanlah kak, siska beserta ayahnya, mereka bersalah tapi jangan memecat ayah dari Siska, Siska sahabatku biarpun sekarang hubunganku dengan Siska memburuk, dia tetap sahabatku kak," Bujuk Jani agar Jono memaafkan mereka.
Mendengar Jani yang masih menganggapnya sahabat walaupun dia sanat jahat kepada Jani, Siska tidak bisa menahan rasa bersalahnya," kenapa aku bisa begitu jahat kepadamu Jani?, kau sangat baik padaku, bahkan masih menganggapku masih menjadi sahabatmu," batin Siska menyesal menyakiti Jani, sang sahabat yang sangat baik kepadanya.
Mendengar permintaan Jani, Jono hanya bisa menuruti," Jani, kakak akan menuruti keinginanmu, apapun keinginanmu pasti kakak penuhi, kakak akan memaafkan mereka demi dirimu," Jono tidak bisa menolak permintaan Jani.
Jono mendatangi Jake yang masih berkutut," Bangunlah pak Jake, aku tidak akan memecatmu tapi dengan satu syarat," kata Jono menyuruh Jake untuk berhenti berlutut.
Jake berdiri saat mendengar perkataan Jono," Pak Jake cutilah selama 1 bulan, temani keluargamu, Habiskan waktu bersama keluargamu, mungkin karena kamu terlalu banyak menghabiskan waktu bekerja Jadi tidak sempat mengajari anakmu Siska bersikap sopan, setelah cuti kembalilah bekerja, gajimu akan tetap di bayar full," kata Jono dengan bijak.
Jake terkejut mendengar perkataan Jono sangat terkejut, ini bukan hukuman tapi seperti hadiah, dia bekerja sangat keras selama ini, sampai hampir menelantarkan istri dan anaknya, ini mungkin teguran dari tuhan untuknya, karena tidak mendidik Siska dengan benar, dia harus lebih memperhatikan Siska dari sekarang.
Jake membungkuk menunjukan rasa hormatnya," terima kasih tuan Jono, saya akan mendidik dan memperhatikan anak saya mulai sekarang, rerima kasih telah menyadarkan saya bahwa saya kurang memperhatikan Siska anak saya," Jake baru melihat bos yang sangat baik seperti Jono, dia bersumpah untuk setia dan menuruti semua perintah Jono apapun dari sekarang dan dimasa depan nanti.
Jono mengambil hp didalam sakunya dan menelpon Johan," Halo pak Johan,maaf tadi saya tidak sopan kepada pak Johan ditelepon, siapkan cuti unyuk pak Jake selama 1 bulan, bayarkan gajinya full saat cuti, siapkan tiket untuk liburan keluargamya, mohon diurus pak Johan," kata Jono meminta maaf kepada Johan dan meminta Johan menyiapkan cuti Jake.
Johan segera menjawab," baik tuan Jono, saya akan menyiapkan segalanya, mulai besok pak Johan bisa memulai cutinya, ada pesan lain pak Jono," kata Johan hormat.
__ADS_1
" tidak pak Johan itu saja pesan dari saya, terima kasih atas kerja kerasnya, maaf sekali lagi atas masalah tadi, saya akhiri pak Johan panggilan ini," Jono mengakhiri panggilan teleponnya dengan Johan.
Jake kembali membungkuk sangat dalam kepada Jono," saya sangat berterima kasih tuan Jono, atas hadiahnya, saya berjanji akan berusaha lebih keras untuk tuan, Jono," kata Jake.
Jono melihat Jake," Bekerja dengan giat sangat baik, tapi jangan lupakan keluargamu, sangan sepertiku yang hampir melupakan keluargaku dan menyesali segalanya dibelakang," nasehat Jono kepada Jake, Jono mengingat semua kesalahannya kepada keluarganya.
Setelah Jono mengakhiri pembicaraan dengan Jake, Jono menghampiri Siska," Siska, karena permintaan Jani saya memaafkanmu, saya tidak bisa menolak keinginan Jani, habiskanlah waktu bersama keluargamu untuk refleksi diri," Jono memaafkan Siska.
Siska membungkuk kepada Jono," terima kasih tuan Jono atas maafmu," Siska seketika menghampiri Jani dan memeluknya.
Siska memeluk Jani dengan erat," Jani maafkan semua salahku, aku Jahat kepadamu tapi kamu tetap memaafkanku, dan tetap menganggapku sahabatmu, bisakah kita kembali bersahabat," Siaka takut kehilangan sahabat terbaik seperti Jani, dia merasa bodoh membenci sahabat terbaik seperti Jani.
Setelah Jani dan siska berpelukan, Jake berpamitan kepada Jono," tuan Jono, saya dan Siska akan undur diri sekarang, saya akan menyelesaikan pekerjaan saya sebelum pergi mengambil cuti ,saya permisi tuan Jono dan nyonya Jani," Jake bersama Siska pergi dari hadapan Jono.
Jono seketika menghampiri Jani dan membungkuk membelakangi Jani," Jani naik ke punggung kakak, Kaki Jani terkilir, sini kakak gendong ke sampai ke dalam mobil," Jono ingin menggendong Jnai sampai kemobilnya, modus Jono agar lebih dekat dengan Jani.
Melihat Jono ingin menggendongnya ,Wajah Jani memerah dan dia sangat bahagia dengan perlakuan manis Jono," tidak kak, kakiku baik-baik saja,akkhh, sakit," Jani pura-pura menolak, tapi saat dia mencoba berjalan Kakinya kembali merasa sakit.
Jono menarik tangan Jani dan melingkarkannya kelehernya, Jono memegang kaki Jani dan mulai menggendongnya," biarkan kakak menggendongmu, kita kemobil sekarang, kakak khawatir kakimu, kita ke taman hiburan besok saja, sekarang kakak mau kaki Jani sembuh dulu," Jono menggendong Jani menuju basement mall untuk mengambil mobilnya.
Sesampainya dibasement Jono mendekati mobilnya, dia membuka pintu mobil dan meletakan Jani dengan hati-hati di kursi penumpang, Jono segera memasuki kursi pengemudi, setelah duduk, Jono memeriksa Kaki Jani, kaki Jani terkilir dengan parah, sampai memar biru terlihat jelas.
__ADS_1
Jono membelai pergelangan kaki Jani," Jani kakak tahu sedikit tentang kaki terkilir, tahan sebentar ya kalau sakit, Kakak mau mengobati kaki Jani," Jono ingin menyembuhkan kaki Jani ssamoai sembuh total tapi Jani akan curiga kalau kakinya sembuh langsung secara ajaib.
Jadi Jono hanya akan menyembuhkan memar dan terkilirnya," Tahan Jani," Jono mengeluarkan tenaga yang cukup dan mengembalikan otot kaki Jani ketempatnya semula, Jani akan sembuh total besok pagi.
Jani menjerit," ahhhhh, sakit kak," teriak Jani kesakitan.
Jono mebelai rambut Jani," tahan Jani, sekarang coba gerakan kakinya, sudah tidak sakitkan," kata Jono yakin.
Setelah berteriak Jani mencoba menggerakan pergelangan kakinya," iya kak, kakiku sudah tidak sakit, memarnya mulai menghilang, terima kasih kak," Jani dengan malu-malu mencium pipi Jono.
Mendapat serangan mendadak dari Jani, Jono terkejut dan menyentuh pipinya sendiri.
Jani berkata dengan menundukan wajahnya," itu tanda terima kasihku kak, Jani sayang sama kakak," kata Jani malu-malu.
"Terima kasih mbah google, saranmu untuk bertindak bijaksana dan menolong sang gadis berhasil, mbah memang ahli dalam hal cinta," Jono mengingat kembali, saran mbah google, tentang menjadi bijaksana dan menolong sang gadis untuk menjadi pahlawannya, rencana mendekati Jani akan dilakukan lagi besok.
Jono membalas mencium kening Jani," itulah tugas kakak melindungimu dan menjaga dan menyayangimu Jani, apapun yang Jani minta akan kakak penuhi, Jani sangat penting didalam hati kakak," kata Jono lembut kepada Jani.
Jani ingin mengungkapkan perasaannya kepada Jono, tapi dia takut, Jono akan menjauhinya karena mereka bersaudara.
Mereka berdua memiliki perasaan yang sama tapi tidak ada yang berani memulai karena takut kehilangan kalau perasaan tidak terbalas.
__ADS_1