
Bab 36. Sebuah kecelakaan, Bertemu kembaii dengan nenek Atun.
Didalam taksi Jono memberitahu supir taksi untuk datang kealamat rumah lama orang tuanya, dia menaiki taksi karena dia ingin mendiskusikan sesuatu dengan Kira.
Dipikirannya, Jono berbicara kepada kira," Kira, aku mohon rubahlah cara membuka mobil itu, aku malu kira setiap kali membuka mobilnya harus meneriakan hal itu, hamba mohon kira," Jono sangat amku bila terus-menerus berteriak memalukan saat memakai mobil lamborghini alphanya.
[[Baik, karena kira sedang berbaik hati, Kira akan merubah cara menggunakan mobil tuan rumah, sekarang tinggal katakan saja, buka pintunya, pintu akan terbuka]], Kira berhenti membully Jono.
Setelah Jono berhasil membujuk kira, tanpa terasa dia sudah berada dirumah lamanya, dia cepat-cepat mengambil mobilnya dan segera pergi kembali kejakarta.
Diperjalanan Jono menggunakan kemampuan mengemudi otomatis,karena takut kecapaian saat sampai di jakarta
Setelah berkendara selama 5 jam non stop Jono akhirnya sampai juga dijakarta.
Dijalan tanpa sengaja dia melihat nenek tua mengendarai sepeda ontel ditabrak pengemudi Mercy dari belakang.
Jono segera memingirkan mobilnya untuk melihat keadaan nenek itu, saat Jono turun keadaan sudah sangat ramai dengan banyak warga berkerumun.
Jono melihat sang nenek duduk di trotoar dengan banyak lecet-lecet di badannya, darah mengucur dari lutut sang nenek.
Didepan sang nenek, pengemudi mercy memarahi nenek tersebut," hei nenek, kenapa kamu tiba-tiba mengerem mendadak didepan mobilku dan loncat ke atas cap mobilku, apakah kamu mau menipuku untuk meminta ganti rugi, jangan menggunakan cara busuk seperti ini untuk menipuku," Jono melihat pengemudi mercy memutar bakikan fakta dan menuduh nenek itu ingin menipunya.
Jono melihat sendiri kejadiannya, dia melihat pengemudi itu dari kanan tiba-tiba belok kekiri dan menabrak sang nenek yang sedang menaiki sepedanya.
Jono ingat dimobilnya terdapat kamera untuk merekam kejadian dijalan, dan kamera itu merekam kejadian mobil mercy tersebut yang menabrak sang nenek dari belakang.
__ADS_1
Jono dengan marah menghampiri sang pengemudi mercy," hei bung!!!, Jangan memutar balikkan fakta, aku melihat sendiri mobilmu oleng dari kanan lalu kekiri dan menabrak sang nenek dari belakang," kata Jono marah.
Melihat Jono membela sang nenek sang pengemudi mercy panik," pak, jangan ikut campur dengan urusanku, nenek ini penipu, memanfaatkan umurnya untuk menipu orang lain, sekarang banyak sekali penipu seperti nenek ini," Pengemudi mercy tetap tidak mau mengaku.
Segera mobil polisi yang melintas segera berhenti karena ada kerumunan dijalanan," selamat siang, kami dari kepolisian, apa yang terjadi disini, tolong dijelaskan kronologinya," Tanya pak polisi kepada warga yang ada dikerumunan.
Salah satu warga berkata," pak polisi, saya tidak tau kejadian yang sebenarnya tapi bapak yang mengemudikan mercy mengatakan nenek yang duduk itu mengerem dan loncat kemobilnya, dia mengatakan sang nenek ingin menipunya untuk meminta ganti rugi," jelas salah satu warga.
Warga yang lain juga berkata," tapi bapak ini mengatakan pengemudi mercy ini oleng dari kanan langsung kekiri dan menabrak sang nenek dari belakang," kata warga itu menunjuk Jono.
Pak polisi melihat kepengemudi mercy," pak, apakah yang bapak katakan itu adalah kejadian yang sebenarnya, kalau anda berbohong anda akan ditahan dan dikenakan pasal berlapis," Tanya pak polisi.
Sang pengemudi yang bernama Angga mengangguk," benar pak, nenek ini mengerem mendadak, dia langsung loncat kemobil saya, tangkap nenek ini pak, dia mencoba menipu dan memeras saya," Angga mengelak karena dia tau disekitar sini tidak ada cctv.
Sang nenek mendengar akan dipenjara, dia menagis ketakutan," pak polisi jangan tangkap saya pak, saya tidak bersalah, saya sedang naik sepeda tapi tiba-tiba ada yang menabrak saya dari belakang, saya berkata yang sejujurnya pak polisi," Sang nenek yang bernama atun menangis semakin deras.
Warga yang dikompori terus oleh Angga seketika menjadi panas," benar pak, bawa saja nenek ini ke kantor polisi, nenek ini akan meresahkan semua warga disini dengan kelakuannya," kata sang warga yang tersulut emosinya mendengar perkataan Angga.
Jono yang mendengar perkataan angga seketika marah," kau, sudah salah bukannya minta maaf dan membawa sang nenek kerumah sakit, tapi memutar balikkan fakta, dimana hati nuranimu sebagai manusia," Jono berkata dengan mengepalkan tangannya.
Orang seperti ini tidak akan dimaafkan oleh Jono," para warga sekalian, tolong tahan orang ini sebentar, dimobil saya ada rekaman kejadian kecelakaan ini, pak polisi silakan ikut saya kemobil untuk melihat rekamannya," Jono membawa pak polisi kedalam mobilnya.
Jono memutar video kejadian itu di monitor mobilnya, dimonitor terlihat mobil Angga oleng dan menabrak nenek Atun yang sedang bersepeda didekat trotoar.
Jono mengcopy rekamannya, dan menyerahkannya kepada pak polisi, Mereka menemui Angga yang ditahan oleh warga, wajah Angga pucat ketakutan melihat pak polisi datang membawa borgol.
__ADS_1
Seketika tangan Angga diborgol oleh pak polisi," Pak, anda kami tahan atas kelalaian berlalu lintas, dan membohongi pihak yang berwajib, anda akan dikenakan pasal berlapis atas kasus anda," Kata pak polisi dengan tegas.
Angga seketika berlutut didepan nenek Atun," nenek, saya minta maaf nek, tolong katakan kepada pak polisi untuk melepaskan saya, saya tidak mau dipenjara nek," Angga memohon sang nenek membujuk pak polisi membebaskannya.
Jono mendekati nenek Atun," nek, orang seperti ini tidak pantas untuk dimaafkan, dia bahkan tidak punya hati nurani untuk menolong nenek, bahkan dia menuduh nenek menipu dia, biarkan dia merenungkan kesalahan dan dosanya dipenjara," Jono berkata dengan tegas.
Nenek Atun menuruti kata Jono, tapi dia tidak tega melihat Angga," pak polisi tahan dia untuk satu minggu, biarkan dia merenunginya disana, setelah itu lepaskanlah dia, setelah dia bisa merubah sikapnya," kata nenek Atun.
Pak polisi mengangguk," baik nek, kalau itu permintaan nenek, sebagai korban kecelakaan nenek berhak membebaskan dia setelah 1 minggu, kamu beruntung sang nenek memberimu pengampunan, renungkanlah kelakuanmu disel penjara selama 1 minggu," Kata pak polisi tegas.
Angga bersujud di hadapan nenek Atun," terima kasih nek atas pengampunannya, saya akan merubah sikap saya, saya akan merenungkan semua sikap saya," Angga bersyukur nenek Atun memaafkan dia.
Angga masuk ke mobil polisi dengan tenang, dia tahu dia salah,dia akan merenungkan kesalahanya di dalam sel penjara selama 1 minggu.
Jono membawa nenek ke mobilnya, setelah dimobil Jono mengambil obat P3K untuk mengobati luka nenek Atun.
Didalam mobil Jono mulai mengobati luka sang nenek, Jono melihat muka sang nenek, dia merasa sangat familiar, dia mencoba mengingat siapa nenek Atun sebenarnya.
Jono akhirnya mengingat siapa nenek Atun sebenarnya," nek, nama nenek adalah nenek Atun kan, nek, ini saya Jono apakah nenek lupa, dulu kita dirawat diruangan yang sama dirumah sakit kasih bumi(khayalan)," Jono sangat gembira melihat Nenek Atun lagi.
Nenek Atun akhirnya mengingat Jono," nak Jono, ternyata itu namamu nak, sudah 7 tahun berlalu, kamu masih mengingat nenek," Nenek Atun Juga bahagia melihat Jono, 4 bulan mereka bersama didalam ruang perawatan yang sama.
Jono kembali bertanya," nek, dimana cucu nenek sekarang, Jono belum bisa berterima kasih kepada Melati karena merawat Jono ketika sakit dulu," Jono mengingat cucu nenek Atun, yang sangat baik kepadanya.
Dulu saat Jono menolong Jessica dari kecelakaan, Jono tidak membawa Kartu pengenal, dia lumpuh selama 6 bulan sebelum sembuh, keluarga Jono tidak tau bahwa Jono mengalami kecelakaan, Melati merawat Jono selama 4 bulan sebelum nenek Atun harus dibawa keluar negeri untuk pengobatan.
__ADS_1
Karena keluarga Jono tidak tahu Jono kecelakan karena saat Jono kecelakaan keluarga Jessica yang membalas setiap sms dari keluarga Jono dimalang, semua biaya ditanggung oleh keluarga Jessica yang konglomerat.
Saat Jono dirawat di rumah sakit, dia satu kamar bersama nenek Atun, dia selalu ditemani oleh cucunya Melati.