
Bab 79. Membagikan oleh-oleh, Undangan menghadiri Lelang.
Jono telah sampai didepan gerbang viila orang tuanya, melihat mobil Jono, penjaga berbang segera membuka gerbang viila, karena mereka melihat Jono berada didalam mobil.
Sang penjaga gerbang segera mendekati pintu gerbang," " " selamat pagi tuan Jono, selamat datang kembali dirumah, saya akan membukakan gerbangnya sekarang, tunggu sebentar tuan Jono," kata sang penjaga gerbang.
Jono menjawab salam dari sang penjaga gerbang," selamat pagi juga pak, terima kasih sudah membukakan gerbangnya, saya masuk dulu, jangan lupa tutup kembali gerbangnya ya pak," kata Jono kepada sang penjaga gerbang, Jono segera mengemudikan mobilnya menuju villa orang tuanya.
Jono mengendarai mobilnya sampai didepan villa, Jono segera keluar dari mobilnya, dia segera mengetuk pintu villa, setelah beberapa saat menunggu, pintu villa terbuka, Jono segera masuk dan melihat orang tuanya sedang bersantai diruangan keluarga.
Jono segera menyapa orang tuanya," bu,pak, Jono pulang, bagaimana keadaan kaki ibu sekarang?," Jono berkata setelah berdiri didepan orang tuanya.
Dahlia menjawab pertanyaan Jono," nak, kaki ibu sudah baikan, sudah bisa berjalan walaupin masih perlu dipapah oleh ayahmu, apa ada masalah disekolah Jani nak,?" Dahlia khawatir ada sesuatu yang terjadi disekolah Jani.
Jono menjawab dengan santai," Bu, tidak ada masalah apapun, hanya pertemuan wali biasa, sekarang Jani sudah kembali belajar, itulah kenapa Jono pulang, Jono tidak mau mengganggu konsentrasi Jani saat belajar disekolah," Jono berbohong tidak ada masalah apapun, untuk membuat orang tuanya menjadi khawatir.
Joko menimpali perkataan Dahlia, dia membuka sebuah paperbag yang dibelikan Jono, dia melihat banyak sekali pakaian dan tas bahkan sepatu disana," nak, darimana semua barang ini, kenapa membelikan kami semua barang ini, kami sudah memiliki banyak pakaian dan tas disini, juga sepertinya semua ini sangat mahal," Kata Joko melihat semua pakaian dan tas branded yang berserakan memenuhi sofa dan lantai diruang keluarga.
Jono berbohong tentang harga dari oleh-olehnya," oh ini oleh-oleh dari inggris pak, Jono ada urusan bisnis disana, Jono juga liburan sebentar disana untuk menghilangkan penat, ini semua barang murah pak, paling mahal harga dari satu barang ini 2 juta saja, Jono beli secara grosir disana pak,buk, jadi semua barang ini sangat murah meriah," kata Jono kepada orang tuanya, kalau mereka tahu Jono berbelanja hampir satu triliun hanya untuk oleh-oleh, bisa jantungan orang tuanya.
__ADS_1
Para pelayan mendengar perkataan Jono hanya bisa bengong, mereka sangat tahu barang itu merupakan barang asli dan sangt mahal," mana ada barang branded seperti itu dijual secara grosir, kalau ada saya akan borong semuanya, mana ada tulisan limited editionnya lagi," para pelayan berkata dihatinya, mereka sampai ngiler melihat barang yang dikeluarkan oleh Joko dari paperbag.
Joko dan Dahlia mendengar penjelasan Jono," bapak kira hanya diindonesia bisa membeli barang grosir ternyata diinggrispun bisa, tapi barang grosir disana bagus-bagus sekali, nanti beli yang banyak ya nak, bapak sama ibu bosan karena tidak bekerja, kita bisa mendirikan toko grosir, pasti laris karena barang ini sangat bagus dan terlihat mewah," Joko mempercayai penjelasan Jono.
Jono berkeringat dingin, mana bisa membeli barang ini secara grosir, kalau dibeli banyak-banyak bisa miskin mendadak dirinya," pak, nanti Jono pikirkan ide bisnis bapak," Jono hanya bisa berbohong, Dia berharap Joko melupakan keinginan berbisnis barang grosir ini.
Untuk mengalihkan pembicaraan, Jono memanggil seluruh pekerja yang mengurusi villa orang tuanya, mulai dati pelayan, supir, penjaga gerbang, bakhan tukang kebun untuk menemuinya.
Melihat semua sudah berkumpul, Jono menjelaskan tujuannya," saya baru datang dari perjalanan bisnis, saya membelikan kalian oleh-oleh, tolong diterima oleh-olehn dansaya sangat terima kasih kalian sudah bekerja dengan sangat keras dan rajin disini," kata Jono memberikan setiap orang satu paperbag besar.
Setiap pekerja mengambil paperbag, mereka membukanya dan melihat 5 pakaian branded atas dan bawahan, sepatu, tas dan yang lain, mereka tahu ini sangat mahal, hanya dari merk yang ada di barang itu mereka tahu, ini barang meruoakan barang mewah.
Mereka tidak tahu bahwa masing-masing paperbag memiliki total harga 5 miliar, tapi bagi Jono uang tidak menjadi masalah sama sekali untuknya, karena mereka sudah menjaga dan melayani keluarganya dengan sangat baik, ini sebagai bonus untuk mereka atas kerja keras mereka selama ini.
Jono menyuruh mereka semua untuk kembali melanjutkan pekerjaan mereka, setelah semua orang pergi, Jono meminta izin kepada orang tuanya untuk beristirahat, Jono menaiki tangga menuju kearah kamarnya dilantai dua.
Jono sampai dilantai dua, dia segera menuju kekamarnya, setelah sampai didepan pintu kamar pribadinya, Jono memasuki kamarnya, saat akan mandi dan beristirahat, handphonenya tiba-tiba berdering, menandakan ada seseorang yang menghubunginya.
Jono melihat nama Jaka dilayar handphonenya, Jono segera mengangkat panggilan dari Jaka.
__ADS_1
"Tuan Jono, maaf mengganggu waktu anda, ada hal penting yang harus saya sampaikan kepada tuan Jono," Jaka segera berkata setelah Jono mengangkat telepon darinya
"Halo juga pak Jaka, apakah ada masalah yang terjadi, apakah ini berhubungan dengan masalah Albert dan ayahnya?," Jono menebak Jaka menghubunginya karena Albert dan ayahnya.
Jaka segera membalas pertanyaan Jono," tidak tuan, ini bukan masalah tentang mereka berdua, mereka sudah dimasukan kedalam penjara, karena bukti dan saksi dari kejahatan mereka sudah cukup untuk mengurung mereka sangat lama didalam penjara," kata Jaka menjelaskan masalah Albert dan Roberto sudah diselesaikan.
Jono bingung, dia bertanya," Jadi masalah penting apa yang pak Jaka ingin sampaikan kepada saya," Jono bertanya masalah sebenarnya kenapa Jaka menghubunginya.
Jaka menjelaskan maksud sebenarnya dari dia menghubungi Jono," Tuan Jono, perusahaan kita mendapatkan undangan lelang dari rumah Lelang Malang Treasure, mereka mengundang pemilik perusahaan untuk menghadiri undangan lelang mereka, karena tuan Jono merupakan pemilik saham terbesar, andalah yang memilik hak untuk menghadiri lelang ini, apakah anda bersedia menghadiri lelang ini tuan Jono?," Jaka meminta pendapat Jono, apakah dia bersedia untuk menghadiri Lelang dari Malang Treasure.
Jono seketika mengingat dia memiliki kartu spesial dari sistemnya untuk lelang, Jono sangat bersemangat," pak Jaka, saya akan menghadiri lelang ini, kirimkan saja undangan dari Malang Tresure ke villa orang tua saya, apakah ada lagi yang ingin anda sampaikan lagi kepada saya pak Jaka?," Jono menerima undangan dari Malang Treasure.
Jaka menjawab dengan cepat," tidak tuan Jono, hanya itu saja yang ingin saya sampaikan, satu hal lagi tuan Jono, lelang akan dimulai nanti pukul 8 malam, alamat rumah lelang sudah berada didalam undangan, kalau begitu saya akan mengakhiri panggilan ini, maaf mengganggu waktu berharga anda tuan Jono," Jaka berbicara dengan penuh hormat.
" terima kasih pak Jaka atas informasinya, kita akhiri panggilan ini sekarang," Jono berterima kasih, dan mengakhiri panggilan teleponnya dengan Jaka.
Setelah Panggilan berakhir, Jono memikirkan untuk mengajak Jani kelelang nanti, bisa malu kalau Jono pergi sendiri tanpa pendamping.
Jono segera mandi karena badannya sudah lengket berkeringat, seusai mandi, Jonopun tidur untuk mengistirahatkan badannya yang sudah lelah.
__ADS_1