SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 118. Obat beracun, Hambatan sebelum konser.


__ADS_3

Bab 118. Obat beracun, Hambatan sebelum konser.


Teriakan kesakitan terus terdengar dari mulut Hari dan Heru, disertai dengan suara patah tulang yang terdengar sangat nyaring, "ahhk, ahhk, ahhk,ahhk ampun, krak, krak,krak,krak," Steve dan Burhan mematahkan kaki Hari dan Heru.


Setelah selesai mematahkan kedua kaki mereka berdua, Steve dan Burhan menyeret Hari dan Heru kedepan kaki Melati," lakukan yang diperintahkan tuan Jono, minta maaf dan mohon pengampunan dari nona Melati atau tangan kalian yang akan kami patahkan kemudian," dengan sangat kejam Burhan mengancam Mematahkan tangan Hari dan Heru kalau tidak menuruti perintah Jono.


Dengan penuh ketakutan, Hari dan Heru menyeret badannya mendekat kearah Melati," nona Melati, kami mohon maafkan kami, ampuni kami, saya mohon," kata Hari dipenuhi ketakutan dan kesakitan dari wajahnya, sedangkan Heru tidak bisa berkata apapun karena mulutnya hancur dihajar oleh Jono, dia hanya bisa mengencingi celananya karena ketakutan.


Melati yang masih berada dipelukan Jono melihat kearah Hari dan Heru yang sedang ketakutan dilantai," aku memaafkan kalian, jangan ulangi lagi perbuatan kalian," mendengar perkataan Melati, Hari merasa lega, tapi didalam hatinya, dia berniat membalaskan dendam kepada Jono setelah semua ini selesai, dia akan membuat Jono dan Melati merasakan balasan darinya.


Biarpun berusaha ditutupi, Jono menggunakan mata supernya untuk melihat Hari, dia melihat niat Hari untuk membunuhnya dan menculik Melati untuk membalaskan dendamnya, biarpun nada dari permintaan maaf Hari terdengar tulus, tapi tatapan membunuhnya masih dapat dilihat dari mata Hari.


Jono melihat kearah Hari," biarpun Melati memaafkanmu, aku tidak semudah itu memaafkanmu, apakah kamu tahu siapa aku?, aku pemilik gedung ini, mulai sekarang kamu akan dipecat, Kamu akan dijebloskan kedalam penjara karena melakukan korupsi untuk memperkaya dirimu, semua jejak kejahatanmu sudah terekam jelas dihandphoneku, pak Steve, pak Burhan bawa kedua orang ini kekantor polisi, serahkan bukti ini kepada pihak kepolisian," Jono menyerahkan semua bukti yang direkamnya saat Heru mengatakan dia memanipulasi harga sewa gedung Dream Colosseum.


Heru sudah pingsan ketakutan, dia semakin kencang mengeluarkan kencing disaat dia pingsan, ketakutannya sangat ekstrim, dia hanya dapat menggertak karena kekuatan ayahnya, sedangkan kalau dia mendapatkan masalah, dia akan ketakutan setengah mati, sampai mengompol dengan sangat derasnya.

__ADS_1


Hari mengingat gedung sudah dibeli oleh seseorang bernama Jono Prajana, dia mengingat wajah Jono sama seperti wajah dari pemilik baru gedung Dream Colosseum, dia sekarang tahu, siapa Jono sebenarnya.


Hari ketakuatan, dia melihat keadaannya sekarang, dia memiliki rencana dipikirannya," jadi anda tuan Jono, tolong maafkan saya tuan Jono, jangan jebloskan saya kedalam penjara, kalau anda membawa saya kedalam penjara, anda akan masuk kedalam penjara juga karena mematahkan kaki saya, jadi kita harus berdamai tuan Jono, agar tidak ada pihak yang dirugikan" Hari melihat celah untuk Jono dapat melepaskannya, sedangkan Jono hanya menyeringai mendengar perkataan Hari.


Jono mengambil sesuatu didalam sakunya, dia mengambil sebuah pil penyembuhan disertai dengan racun yang sangat ganas, tidak bisa dideteksi oleh siapapun, dia membuat pil ini, disela-sela waktu luangnya," Steve, kemarilah, masukan pil ini kedalam mulut kedua orang ini," kata Jono dengan seringai yang semakin lebar dibibirnya.


Steve menerima pil yang diberikan oleh Jono, dengan segera dia memasukan pil iuu kedalam mulut Hari dan Heru, seketika semua luka yang diderita oleh Hari dan Heru sembuh tanpa ada bekas ataupun tanda terluka, bahkan tulang yang patah sudah sembuh seperti sedia kala.


Melihat Jono masih menyeringai saat melihatnya, Hari merasakan pil yang diberikan Jono bukanlah cuma menyembuhkan semua cideranya tapi lebih dari itu," tuan Jono, obat apa yang kamu berikan kepadaku, ini bukan hanya pil ajaib untuk penyembuhan kan, apakah anda memberikan sesuatu yang aneh didalamnya?," tanya Hari dengan ketakutan, dia merasa dia akan mengalami sesuatu yang sangat buruk akan menimpa dirinya.


Hari berlutut memohon pengampunan Jono," tuan Jono, jangan lakukan ini kepada saya, saya bersalah atas semua kejahatan saya, saya akan mengakui semua kejahatan saya selama ini kepada pihak berwajib," kata Hari dengan penuh ketakutan.


Jono tidak menghiraukan Hari, dia hanya berkata," hadapilah semuanya, karena kamu berani membiarkan anakmu mencoba melecehkan kekasihku, inilah balasannya, akui semua kejahatanmu dihadapan polisi, baik kejahatan kecil ataupun besar, setelah kejahatanmu diadili, penawarnya akan aku berikan, tapi kalau kamu berani menyembunyikan satupun kejahatanmu, maka tanggung sendiri semua rasa sakit yang sangat hebat diseumur hidupmu, itupun kalau kamu kuat menghadapi rasa sakit itu setiap hari," Jono dengan sangat kejam berkata kepada Hari.


Hari segera bangun mendengar perkataan Jono," tuan Jono, saya akan mengakui semuanya kepada polisi, saya mohon setelah saya diadili, berikan penawarnya segera, saya akan kekantor polisi sekarang, saya permisi," Hari menyesali semua perbuatannya, lebih baik dia mendekam dipenjara daripada menghadapi iblis seperti Jono, dia sekarang sangat membenci Heru yang sedang pingsan ketakutan dilantai, dia berencana membuat Heru tidak mendapatkan penawar dari Jono, agar Heru menderita disepanjang hidupnya.

__ADS_1


Steve dan Burhan membawa Hari dan menyeret Heru yang pingsan dilantai kearah mobil mereka, Burhan membawa semua bukti kejahatan Hari dan Heru ditangannya, segera mobil Burhan membawa Hari dan Heru kekantor polisi terdekat, dengan pengakuan Hari, mereka akan mendekam minimal 15 tahun didalam penjara.


Setelah menyelesaikan masalah Dengan Hari dan Heru, Jono membawa Melati duduk disofa untuk menenangkannya," Melati, mas sudah membalas mereka, mereka akan mendekam dipenjara, jangan melangis lagi," dengan penuh cinta Jono mencium kening Melati.


Mendapatkan perlakuan lembut dari Jono, Melati merasakan perasaan aman dan nyaman, seketika ketakutan Melati hilang, dia memeluk Jono dengan sangat erat," mas, Melati sudah baikan, terima kasih mas, mas selalu ada disaat Melati membutuhkan mas," Melati melihat Jono dengan penuh cinta.


Jono membalas pelukan Melati," Melati jangan menangis lagi, mereka tidak akan bisa lagi mengganggu Melati, mereka akan mendekam dipenjara atas kejahatan mereka, mas sudah berjanji akan membahagiakan Melati, apa benar Melati akan mengadakan konser dua hari lagi digedung ini?, " tanya Jono kepada Melati, dia melepaskan pekukannya karena masih ada Arthur yang melihat mereka.


Melati mengangguk, dia menceritakan konsernya akan diadakan dua hari lagi digedung Dream Colosseum," benar mas, akan konser dua hari kemudian, promosi sudah dilakukan dari seminggu belakangan, tapi karena ada penyanyi dari Hollywood yang datang yaitu Justin bibir dan Ariana Grendel, biarpun promosi dilakukan secara masif, tapi Melati hanyalah penyanyi yang baru debut, bahkan lagu Melati akan diperkenalkan saat konser dilaksanakan, tiket konser hanya laku sebanyak lima ribu saja," Melati menjelaskan semuanya kepada Jono.


Jono menyimak semua perkataan Melati dengan sangat serius, dia bertanya semua dengan lebih spesifik kepada Arthur," pak Arthur, apakah yang dikatakan Melati semuanya benar, apakah ada alasan lain yang belum dikatakan oleh Melati," tanya Jono kepada Arthur.


Arthur menunduk karena merasa dia gagal, dia menjelaskan semuanya kepada Jono," tuan Jono, maafkan saya, saya telah gagal, semua yang dikatakan oleh nona Melati semuanya benar, tapi semua promosi kami gagal karena promotor dari konser penyanyi Justin Bibir dan Ariana Grendel melakukan promosi yang masif juga, apalagi penyanyi yang mereka datangkan memiliki banyak penggemar diindonesia, karena kita hanya melakukan konser untuk penyanyi debutan, kita kalah jauh dalam promosi dan iklan dari mereka," penjelasan Arthur sangat masuk akal bagi Jono.


Siapapun akan memilih menonton konser dari penyanyi terkenal daripada konser dari penyanyi yang baru debut seperti Melati, Jono memutar otaknya, setelah berfikir sejenak, Jono akhirnya mendapatkan sebuah ide untuk menaikan iklan dan promosi untuk konser Melati.

__ADS_1


__ADS_2