
Bab 111. Qian Zang babak belur, Semua tamu terkejut.
Jono, Tari dan Steve memasuki istana ditemani oleh Duan Ping, setelah mereka tidak terlihat, Mui Jung melihat kearah Qian Zang," kartu undangan anda palsu, minta atasan anda untuk datang menjemput anda disini, atau anda akan diseret oleh penjaga keamanan keluar dari istana karena membuat masalah didepan istana kerajaan macau," kata Mui Jung dengan tegas, dia mengerti instruksi dari Duan Ping, Jono tidak bisa disinggung, karena Jono merupakan pemilik undangan emas, dia merupakan tamu paling terhormat dari keluarga kerajaan Macau.
Dengan ketakutan Qian Zang mengambil handphone miliknya, dia tidak berani menyinggung sang pelayan, walaupun dia hanya seorang pelayan, tapi dia adalah pelayan kekaisaran, statusnya lebih tinggi dari miliknya.
Dengan gemetar Qian Zang menelpon Ceo perusahaannnya," halo Bos Liang, saya tidak bisa masuk kedalam istana, pelayan istana mengatakan kartu undangan saya palsu, bos tolong jemput saya didepan pintu istana kerjjaan, saya bos yang diizinkan membawa saya masuk kedalam istana," kata Qian Zang dengan gemetar, dia takut dengan kemarahan Ceonya.
Liang Dong menjawab dengan marah," apakah kamu membuat masalah lagi, apakah tidak cukup toleransiku kepadamu selama ini, kalau bukan karena kinerjamu lumayan bagus mungkin aku sudah lama memecatmu, baik aku akan kesana sekarang, ini kesempatan terakhirmu untuk membuat masalah, sekali lagi kamu membuat masalah terimalah akibatnya," Liang Dong sangat marah mendapatkan telepon dari Qian Zang, dia sedang berkumpul bersama para pemimpin perusahaan terkemuka dimacau, apalagi disana ada pemimpin mafia dimacau, Jiang Meng.
Liang Dong merupakan Ceo dari Macau Entertaiment Public, dia sedang berkumpul dimeja vvip no.2, dia duduk bersama Jiang Meng, pemimpin seluruh mafia di Macau dan dan juga bersama dengan Bing Sun, Ceo dari Macau Exclusive Gruop.
Liang Dong mematikan panggilan sebelum Qian Zang dapat membalas perkataan Liang Dong, dia segera meinta izin kepada Jiang Meng dan Bing Sun menjemput anak buahnya yang ditahan dipintu depan istana kerajaan.
Liang Dong berjalan meninggalkan aula pesta, dia menuju kearah pintu keluar dan berniat menjemput Qian Zang, diperjalanan menuju pintu depan istana, dia melihat kepala pelayan berjalan dan berbicara dengan sangat hormat kepada seorang pemuda disampingnya, Liang Dong memandang sang pemuda, dia merasa familiar dengan wajah pemuda itu.
Seketika Liang Dong mengingat sesuatu, dia segera mengambil handphone miliknya, dia melihat foto didalam handphonenya, foto dari pemilik baru saham terbesar diMacau Entertaiment Public, dengan tergesa-gesa dia berjalan menemui Jono yang masih berada agak jauh darinya.
Liang Dong segera membungkuk setelah berada tepat dihadapan Jono," tuan Jono, saya Liang Dong, Ceo dari Macau Entertaiment Public, maaf saya baru mengetahui bahwa tuan sudah menjadi pemilik saham terbesar dari perusahaan kami, saya berencana menghubungi tuan setelah semua masalah teratasi diperusahaan, mohon maafkan kelalaian saya karena belum menghubungi tuan Jono," Liang Dong memperkenalkan dirinya karena melihat wajah kebingungan Jono saat melihatnya membungkuk didepan Jono.
__ADS_1
Jono melihat kearah Liang Dong, dia berkata dengan datar," tidak masalah, ini masalah sederhana, tapi saya melihat seseorang membuat masalah didepan pintu masuk istana, aku mendengar dia bekerja diMacau Entertaiment Public milikku, berarti dia bawahanmu kan?, segera bawa dia menemuiku didalam, apa kamu mengerti," kata Jono dengan tegas, membuat Liang Dong berkeringat dingin, dia mengutuk Qian Zang didalam hatinya.
Liang Dong menjawab perkataan Jono dengan gemetar," baik tuan Jono, saya akan membawanya kehadapan tuan Joni, kalau begitu saya permisi dulu, maaf tuan Jono atas masalah yang diakibatkan oleh bawahan saya diperusahaan anda," Keringat dingin mengalir dari tubuh Liang Dong.
Jono berjalan tanpa menjawab perkataan Liang Dong, membuat Liang Dong ketakutan, dia takut Jono akan memecatnya, Liag Dong berjalan dengan cepat, kemarahan memenuhi hatinya, dia sangat marah kepada Qian Zang karena membuat masalah dan dilihat oleh Jono, pemilik saham terbesar diperusahaan.
Dengan kemarahan diwajahnya, Liang Dong sampai didepan pintu masuk istana kerajaan, dia melihat Qian Zang berdiri didepan pintu dengan ketakutan diwajahnya.
Liang Dong segera menghampiri Qian Zang, setelah berdiri didepan Qian Zang, Liang Dong segera mengeluarkan kemarahannya.
Buagh, Buagh,Buagh.
Wajah Qian Zang dipenuhi lebam keunguan dan benjolan, tapi tidak sampai berdarah, Liang Dong akan menemui Jono bersama dengan Qian Zang, tidak baik membuat wajah Qian Zang berdarah, karena dapat merusak pemandangan Jono nanti.
Tanpa menunggu jawaban Qian Zang, Liang Dong menarik paksa Qian Zang untuk menemui Jono, sedangkan Qian Zang tidak mengetahui dimana kesalahannya, dia hanya membuat masalah dengan Jono bukan dengan pemilik saham terbesar diperusahaan tempatnya bekerja.
Tap yang tidak diketahui oleh Qian Zang, Jono merupakan pemilik saham terbesar di Macau Entertaiment Public, nasib Qian Zong akan berakhir tragis karena berani mengancam Jono.
Disisi lain, Jono sekarang sedang berjalan memasuki aula pesta pertemuan, semua tamu melihat kearah Jono, mereka semua kebingungan, karena tidak satupun dari mereka yang disambut dan diantarkan secara pribadi kedalam aula oleh kepala pelayan, mereka penasaran siapa Jono sebenarnya.
__ADS_1
Jiang Meng dan Bing Sun melihat kearah Jono, mereka segera berdiri, mereka berjalan menuju kearah datangnya Jono," tuan Jono, anda disini, maafkan saya tidak menyambut anda secara pribadi didepan pintu tuan Jono," kata Jiang Meng dengan menundukan kepalanya.
Bing Sun segera menunduk dan berbicara juga," tuan Jono, saya berencana mengundang anda datang tapi handphone anda tidak aktif, maafkan saya karena lupa kemarin untuk mengundang anda untuk mengikuti pesta diistana ini," kata Bing Sun dengan takut, Jono ingat tadi handphonenya mati kehabisan daya saat berkencan dengan Tari.
Jono menganguk," pak Jiang Meng, pak Bing Sun, tidak apa-apa, saya tidak mempermasalahkan masalah kecil seperti ini, mari kita duduk sekarang, apakah kalian ingin duduk bersamaku?," tanya Jono kepada mereka berdua.
Jiang Meng dan Bing Sun segera menerima tawaran Jono untuk duduk bersama, Jono mengajak mereka berdua menuju meja miliknya, Meja milik Jono berada dikursi Vvip no.1 karena dia merupakan tamu undangan emas, tamu undangan paling dihormati oleh keluarga kerajaan.
Semua tamu undangan terkejut melihat betapa Jiang Meng dan Bing Sun begitu menghormati Jono, mereka sangat tahu siapa Jiang Meng dan Bing Sun, yang satu Seorang pemimpin seluruh mafia dimacau, yang lagi satu lagi, Ceo dari Hotel dan kasino terbesar dimacau.
Jono duduk dimeja miliknya, dia duduk dikursi utama, disampingnya ada Tari menemaninya, diikuti oleh Steve, Jiang Meng dan Bing Sun duduk dikursi didepan Jono " mas, Tari tidak tahu mas sehebat ini, apa lagi rahasia yang mas sembunyikan dari Tari?," Tari sangat penasaran, rahasia apa kali yang dimiliki oleh Jono.
Jono mengusap rambut Tari," nanti Tari akan Tahu perlahan, kalau mas kasi tahu secara langsung, tidak akan menarik lagi, jadi Tari harus mencari tahu sendiri nanti," kta Jono pura-pura misterius.
Tari tidak bertanya lagi, memang dia harus mencari tahu sendiri, agar dia bisa memahami Jono dengan lebih baik, dia akan mencari tahu setiap rahasia Jono secara perlahan.
Setelah mereka duduk, aula kembali kedatangan tamu, Liang Dong, menarik paksa Qian Zang memasuki aula, setelah melihat Jono, Liang Dong berjalan menemui Jono dengan menyeret Qian Zang bersamanya.
Liang Dong sangat terkejut melihat Jono duduk dikursi Vvip no.1, Dia melihat Jono duduk dikursi utama bersama dengan Jiang Meng dan Bing Sun duduk dikursi biasa di meja Vvip no.1, Liang Dong merasa Jiang Meng seharusnya duduk dikursi utama, karena kekuasaan dan pengaruhnya sangat besar dimacau.
__ADS_1
Tanpa berfikir panjang, Liang Dong menyeret Qian Zang menuju kearah meja Vvip no.1 mikik Jono, sedangkan wajah Qian Zang menjadi sangat pucat, dia melihat seringai dari bibir Jono kepadanya, dia seperti melihat dewa kematian sedang tersenyum kepadanya.