SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 114. Memenuhi Janji, Semua orang tidak bisa tidur.


__ADS_3

Bab 114. Memenuhi Janji, Semua orang tidak bisa tidur.


Jono keluar dari istana diikuti oleh Tari disebelahnya, Steve, mengikuti dibelakang mereka berdua, Bing Sun dan Jiang Meng sudah pergi, mereka berdua meminta izin kepada Jono untuk kembali kerumah mereka masing-masing.


Jono, Tari dan Steve menuju kearah parkiran, mereka memasuki mobil dan berangkat menuju kearah hotel untuk beristirahat, mobil menaju dengan sangat cepat, karena jalanan sudah sangat sepi, karena hari sudah menjelang dini hari.


Dengan kecepatan mobil mereka, hanya dalam 30 menit, mereka samapi dihotel, Jono turun bersama Tari didalam pelukannya, Jono mengingat janjinya untuk kepada Tari untukenghabiskan waktu bersama sebelum kembali keindonesia.


Dengan penuh cinta, Jono memeluk pinggang Tari dengan sangat mesra, setelah sampai didepan kamar mereka berdua, Jono membuka pintu kamarnya bersama Tari, Setelah pintu terbuka, Jono menutup pintunya sesegera mungkin.


Setelah pintu tertutup, Jono menggendong Tari menuju kearah ranjang merek, Jono mencium bibir Tari disepanjang perjalanan menuju keatas ranjang, ciuman panas dipenuhi cinta.


Jono menghisap leher Tari memberikan tanda kepemilikan disana, Jono mencium Tari dikeningnya," Tari, mas menginginkan Tari malam ini, mungkin akan sedikit sakit, tapi mas akan lembut saat melakukannya nanti," kata Jono mentap mata Tari dengan penuh cinta.


Tari menganggukan kepalanya, Tari sudah menantikan semua ini, dia ingin Jono bersatu dengannya, dia ingin menjadi milik Jono seutuhnya.


Jono melepaskan Pakaian Tari secara perlahan, menikmati seluruh keindahan tubuh Tari didepannya, Tarioun membantu Jono melepaskan pakaiannya, mereka dipenuhi cinta dalam melakukannya.


Jono terpana melihat keindahan tubuh Tari, dia mengagumi karya tuhan yang sungguh indah didepan matanya, Taripun melihat milik Jono dengan tertegun, karena ukuran milik Jono sangat besar sampai membuat Tari takut, bisakah itu memasuki dirinya.

__ADS_1


Jono memulai semuanya dengan lembut, peralahan miliknya memasuki Tari, butuh waktu yang lama untuk melakukannya, ringisan sakit diwajah Tari terlihat sekilas, Tapi disaat Jono perlahan bergerak, rinhisan sakit berubah menjadi ******* kebahagiaan.


Suara ranjang bergoyang memenuhi segala penjuru kamar bahkan sampai terdengar diseluruh hotel membuat tamu tidak bisa tidur, Jono dan Tari bercinta sampai 5 jam non stop, Jono hanya berhenyi setelah Tari pingsan karena kelelahan, diwajah Tari tercipta kepuasan dan kebahagiaan.


Sedangkan dikamar disebelah Tempat Jono dan Tari bercinta, Steve menangis dengan sangat keras," hua,hua, kenapa nasibku begini, nasib menjadi perjaka diusiaku sekarang, alangkah indahnya bila bisa memiliki kekasih, bisa bermain kuda-kudaan setiap hari seperti tuan Jono," airmata memenuhi mata Steve, dia sangat meninginkan memiliki kekasih, Steve menangis meratapi nasibnya menjadi perjaka tua.


Jam 5 pagi akhirnya gempa buatan berhenti, semua tamu mencari berita dihandphone mereka, mereka mengira gempa sedang terjadi dimacau, dengan kebingungan mereka tidak menemukan berita satupun tentang gempa yang terjadi dimacau.


Dengan wajah kebingungan mereka akhirnya bisa tertidur saat waktu menunjukan oukul 5 pagi, sedangkan disisi Jono, dia akhirnya selesai bercinta dengan Tari, walaupun Tari sampai pingsan, Jono tetap merasakan kepuasan, dia tidak ingin memaksa Tari untuk terus bercinta dengannya.


Jono sangat menyadari ini pengalaman pertama Tari, begitupun dirinya, Jono mencium kening Tari yang sedang tidur dipelukannya dengan berbalutkan selimut menutupi tubuh polos mereka.


Waktu sudah menunjukan pukul 11 pagi, Jono mebuka matanya, dia melihat kearah Tari yang masih tertidur dipelukannya, Jono mencium kening Tari sebelum berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri.


30 menit dibutuhkan Jono untuk mandi, dia keluar sudah menggunakan pakaian lengkap, dia keluar dari kamar mandi, dia melihat Tari sudah tidak ada diranjang, dia melihat Tari sedang mandi dikamar mandi yang lain dikamar mereka.


Sambil menunggu Tari selesai mandi, Jono membuka check-in hariannya," Kira, buka check-in harianku," kata Jono kepada Kira.


[[Selamat tuan rumah, anda mendapatkan 70% saham Media Glory Investama ,surat-surat saham berada diinventori sistem, silakan diperiksa tuan rumah]], suara pemberitahuan sistem kepada Jono.

__ADS_1


Jono segera mengambil handphonenya, dia mencari tahu, saham apa yang didapatkan olehnya sekarang, Jono melihat informasi tentang Media Grory Investama dilayar handphone miliknya.


Jono melihat Media Glory Innvestama merupakan perusahaan dibidang berita, semua berita dikuasai oleh perusahaan ini, perusahaan ini menaungi berita tentang politik bahkan berita tentang artis, selurih program berita ditelevisi mauoun dimedia cetak dan elektronik diindonesia dikuasai oleh perusahaan ini, jadi nilai peusahaan ini tidak bisa hanya diukur oleh nilai perusahaan, tapi nilai kegunaan dari perusahaan ini sangat tinggi.


Jono sangat senang dengan hadiah yang didapatkan olehnya, walaupun nilai perusahaan ini hanya 1 triliun rupiah, tapi manfaat dari perusahaan ini tidak terukur.


Jono mendengar pintu kamar mandi terbuka, dia melihat Tari keluar dengan menggunakan dress yang sabgat cantik, wajah Tari memerah saat memandang kearah Jono, dia masih malu untuk memandang Jono sekarang.


Jono mendekat kearah Tari, dia melihat Tari berjalan dengan aneh, dia khawatir dengan keadaan Tarinya," Tari, apakah masih sakit, apa perlu mas gendong,maaf mas sedikit kasar kemarin," kata Jono dipenuhi rasa bersalah.


Tari memberanikan diri menatap wajah Jono," Tari tidak apa-apa mas, hanya sedikit nyeri, Tari bisa berjalan sendiri mas, ayo mas, kita harus segera kembali, tidka baik membuat semua orang menunggu kita diluar, kita akan segera kembali keindonesia," Tari mengalihkan pembicaraan, dia sangat malu mebicarakan masalah tadi pagi, wajah Tari memerah menunjukan betapa malunya dia membicarakan masalah itu.


Semua barang dikemasi oleh Jono dan Tari, mereka keluar dari kamar mereka, semua orang sudah menunggu mereka didepan pintu kamar Jono dan Tari," Jono, Tari, segar sekali wajah kalian berdua, apakah kalian tidak merasakan gempa tadi pagi, aku tidak bisa tidur nyenyak karena gempa tersebut," Adrian, kakak sepupu Tari menanyakan soal gempa yang terjadi tadi pagi kepada Jono dan Tari dengan wajah polosnya.


Seketika wajah Jono dan Tari menjadi merah, mereka tahu karena ulah mereka semua orang dihotel ini tidak bisa tidur, mereka berdua hanya bisa diam seribu bahasa mendapatkan pertanyaan dari Adrian.


Jono mencoba mengalihkan pertanyaan Adrian," kak Adrian, apakah semua sudah beres, kita akan segera berangkat kembali keindonesia, apakah semua orang sudah berkumpul," tanya Jono dengan basa-basi, padahal dia tahu semua orang sudah berkumpul disana.


Adrian menjawab pertanyaan Jono, dia segera melupakan masalah gempa yang terjadi," sudah Jono, semua orang sudah berkumpul, kita bisa berangkat sekarang, pak Bing Sun sudah menyiapkan mobil untuk kita berangkat kebandara, pak Bing Sun meminta maaf kepadamu Jono, dia tidak bisa menemuimu sekarang, karena harus menghadiri rapat penting diperusahaan dengan para investor," kata Adrian menyampaikan pesan Bing Sun kepada Jono.

__ADS_1


Jono mengerti keadaan Bing Sun, karena dia sangat malas melakukan urusan bisnis, dia menyerahkan semua urusan perusahaan kepada semua orang yang dipercaya olehnya, dia sangat menghargai dedikasi Bing Sun kepada perusahaan, dia akan memberi Bing Sun bonus karena dedikasinya.


__ADS_2