SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 117. Kelancangan Heru, Patahkan kaki mereka.


__ADS_3

Bab 117. Kelancangan Heru, Patahkan kaki mereka.


Dengan penuh semangat Jono membeli permintaan dari pelanggannya, dia masuk kesebuah toko yang diminta oleh pelanggannya dan memesan sarapan yang ada didalam list, setelah membeli semua yang dipesan, dia berangkat menuju kegedung pertunjukan Dream Colosseum untuk memberikan pesanan sang pelanggan.


Jono memasuki mobilnya, dengan cepat dia mengemudikan mobilnya agar cepat memberikan pesanan sang pelanggan.


10 menit dibutuhkan Jono untuk sampai di Dream Colosseum, dia melihat sebuah gedung yang sangat besar didepan matanya, seperti sebuah stadion sepakbola, Jono keluar dari mobilnya dan masuk kedalam gedung Dream Colesseum.


Setelah Jono masuk, Jono mendengar sebuah keributan didalam gedung, dia melihat Melati didalam dengan Arthur berada disebelahnya.


Jono seketika menjadi sangat marah, dia mendengar seseorang menjelekkan Melatinya, amarah Jono seketika seorang pria yang memeluk sedang memeluk seorang wanita ingin mencoba untuk melecehkan Melatinya.


Sedangkan sebelum Jono memasuki gedung Dream Colosseum, Melati dan Arthur sedang mengunjungi Dream Colosseum untuk melakukan konser untuk promosi lagu dan album debut milik Melati, Arthur menemani Melati karena Melati merupakan kekasih dari bosnya, dia ingin semua persiapan harus sempurna seperti yang dikatakan Jono kepadanya.


Mereka berencana menyewa Dream Colosseum karena gedung pertunjukan terbesar dijakarta berada disini, kursi penonton digedung ini hampir mencapai 100 ribu, sangat besar untuk ukuran sebuah gedung pertunjukan, mereka sudah deal dengan pihak gedung, Arthur sudah membayar uang muka untuk mengadakan konser dua hari kemudian didalam gedung Dream Colosseum.


Seseorang pria keluar dengan memeluk seorang wanita disisinya," pak Arthur, maafkan saya, saya tidak akan menyewakan gedung ini kepada anda, saya akan menyewakan gedung ini kepada kekasih saya, uang muka akan saya kembalikan kepada anda," kata sang pria kepada Arthur.

__ADS_1


Arthur seketika marah mendengar perkataan pria tersebut," apa kau bercanda Heru!!!, jangan membuatku marah, aku sudah melakukan promosi untuk konser disini, kamu bukanlah yang bertanggung jawab untuk gedung ini, ayahmulah yang mengelola tempat ini, aku tetap akan melakukan konser ditempat ini sesuai dengan perjanjianku dengan ayahmu," Kata Arthur kepada Heru, Heru merupakan anak dari Hari, pengelola gedung pertunjukan Dream Colosseum.


Hari keluar dari ruangannya saat mendengar keributan diluar mendengar anak kesayangannya berdebat dengan Arthur, Hari mebela anaknya," Pak Arthur, perjanjian kita batal, saya sudah menyewakan gedung ini kepada kekasih anak saya untuk mengadakan konser dua hari lagi disini, karena bertepatan dengan hari anda menyewa, saya mohon maaf untuk membatalkan perjanjian sewa kita, kita juga belum menandatangani sebuah perjanjian sewa, jadi saya bisa membatalkan penyewaan ada untuk gedung ini" kata Hari dengan permintaan maaf yang tidak tulus disetiap perkataannya.


Arthur sangat marah mendengar semua perkataan Hari kepada dirinya, memang kesalahannya lupa saat menandatangani surat sewa gedung, dia sibuk mengurusi semua urusan tentang album dan konser Melati sampai melupakan menandatangani kontrak penyewaan gedung untuk konser Melati.


Melati berbicara untuk menenangkan Arthur," pak Arthur, mari kita pergi, kita bisa mencari tempat lain untuk melaksanakan konser," kata Melati dengan sabar.


Arthur melihat kearah Melati, dia merasakan perasaan bersalah dalam tatapannya," Nona, maafkan saya, ini merupakan kesalahan saya karena belum menangani semua masalah ini dengan benar, saya bersalah atas semua ini, saya akan menuntut mereka karena mempermainkan perusahaan kita," kata Arthur menunduk saat berbicara kepada Melati.


Heru menyeringai saat melihat ayahnya mendukung rencananya, sedangkan wanita dipelukannya Heru merupakan asistennya, dia meminta sang asisten untuk menjadi kekasih palsunya, untuk menjalankan renvananya mendapatkan Melati.


Karena Hari sangat menyayangi Heru, dia menyetujui permintaan anaknya, dia berfikir Melati hanyalah penyanyi pendatang baru, dia tidak akan memiliki pendukung yang kuat dibelakangnya.


Heru tertawa mendengar perkataan melati," carilah tempat lain, karena semua tempat sudah dibooking pada hari tersebut, karena akan diadakan konser besar dari penyanyi besar dari Hollywood, begini saja aku akan menyewakan tempat ini tapi dengan satu syarat," kata Heru dengan menjilati bibirnya dengan lidah saat melihat Melati.


Arthur melihat Heru dengan kesal dan marah," kalau ini tentang uang, kami akan menaikan harga sewa kami 3 kali lipat, tapi jangan pernah berfikir macam-macam dengan nona Melati, karena nona Melati tidak bisa diprofokasi oleh orang seperti kalian," Arthur memperingatkan Heru untuk menjauhi pikiran kotornya tentang Melati.

__ADS_1


Heru menghiraukan peringatan Arthur, karena fikirannnya hanya tertuju kepada Melati," saya tidak membutuhkan uang, karena dengan menyewakan tempat ini saja uangku tidak akan habis, saya dan ayahku dapat memanipulasi harga sewa gedung pertunjukan ini sesuka hati kami, uang akan terus mengalir kerekeningku dan juga ayahku, aku hanya ingin wanita ini menemaniku selama satu malam dihotel, aku hanya menginginkan wanita ini untuk menemaniku malam ini," kata Heru dengan pandangan bernafsu Menatap Melati.


Melati menatap Heru dengan Jijik, dia sangat membenci orang seperti Heru," lebih baik aku mengubur mimpiku selamanya menjadi seorang penyanyi, daripada meniruti permintaanmu yang menjijikan, pak Arthur mari kita pergi dari tempat menjijikan ini," Melati mengajak Arthur pergi dari hadapan Heru.


Mendengar penolakan Melati, Heru merasa tersinggung, dengan lancangnya Heru memegang tangan Melati," kamu jangan sok suci, setiap penyanyi pendatang baru sepertimu pasti menggunakan tubuhmu untuk menggoda petinggi perusahaan tempat kamu menandatangani kontrak, apa salahnya menemaniku satu malam dihotel," Heru mencoba menarik tangan Melati untuk mendekat kearahnya, Heru mencoba melecehkan Melati, Melati ketakutan, dia menangis ketakutan mendapatkan perlakuan kurang ajar dari Heru kepadanya.


Arthur mencoba menghalangi Heru melakukan tindakan kurang ajarnya kepada Melati, sebelum dia berhasil bergerak, Arthur merasakan hembusan angin dari sampingnya, seseorang berlari secepat kilat menuju kearah Melati yang sedang coba dilecehkan oleh Heru.


Sebuah pukulan berhasil mendarat diwajah Heru, darah dan gigi Heru berceceran memenuhi lantai akibat kuatnya pukulan yang dia dapatkan, Heru terjatuh membentur lantai dengan sangat keras.


Melati melihat Jono datang menyelamatkannya, dengan sekuat tenaga dia berjalan mendekati Jono dengan airmata yang masih mengalir dimata indahnya," mas Jono, Melati takut, Melati hampir dilecehkan oleh orang orang itu," tubuh Melati bergetar didalam pelukan Jono, menandakan Melati diliputi rasa takut, tangisan Melati memenuhi pendengaran Jono, membuat kemarahan Jono tidak bisa dibendung lagi.


Jono selalu ingin membahagiakan Melati dihidupnya, sama seperti dia ingin membahagiakan kekasihnya yang lain, berani sekali orang-orang ini membuat Melatinya menangis dan ketakutan, Jono melihat kearah Heru dan Hari dengan penuh kebencian.


Sedangkan, Hari ayah dari Heru mendekati Heru yang terbaring dilantai dengan bersimbah darah, dia sangat marah melihat keadaan anak kesayangannya," siapa kamu, berani sekali melakukan ini kepada anakku, satpam kesini, hajar orang ini sampai tidak bisa berdiri, habisi dia," teriakan Hari sangat keras memanggil satpam untuk datang untuk menghabisi Jono, dia berfikir Jono hanyalah seorang babufoods karena seragam yang digunakan oleh Jono.


Setelah Hari berteriak, Tidak satupun satpam datang untuk mengeroyok Jono, membuat Hari diliputi kebingungan," apakah kamu bingung kenapa semua satpam tidak datang untuk menghajarku, aku akan memberitahukan jawabannya kepadamu, pak Steve, pak Burhan, kemarilah," Jono memanggil Steve dan Burhan untuk datang.

__ADS_1


Steve dan Burhan datang dengan menyeret seorang satpam ditangan mereka masing-masing," tuan Jono, kita berdua sudah melumpuhan 30 satpam diluar, apakah ada instruksi lain lagi," Kata Burhan setelah berada didepan Jono.


Jono melihat kearah Burhan," patahkan kaki kedua orang ini, seret mereka untuk berlutut didepan Melati, laksanakan sekarang," mendengar perkataan Jono Hari merasakan luyutnya menjadi seperti Jeli, dia melihat Jono seperti melihat iblis yang sangat menyeramkan.


__ADS_2