SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 115. Membagikan hadiah, Kembali keindonesia.


__ADS_3

Bab 115. Membagikan hadiah, Kembali keindonesia.


Jono meninggalkan hotel bersama dengan Tari dengan bergandengan tangan, dibelakang mereka Steve, Adrian, dan staff perusahaan Beautiful Face mengikuti Jono meinggalkan hotel menuju keparkiran hotel.


Jono sudah keluar dari hotel, diluar hotel, Jiang Meng dan Ying mei baru turun dari mobilnya, dia ingin mengantarkan Jono kembali menuju keindonesia, Jiang Meng membawa dua buah koper yang sangat besar ditangannya.


Jiang Meng menggandeng tangan Ying Mei dengan membawa kedua koper dengan satu tangan, dia menyapa Jono," tuan Jono, selamat pagi, maafkan saya mengganggu keberangkatan anda, saya hanya ingin mengantarkan anda kebandara, dan berniat menyerahkan barang yang anda pesan dibuatkan untuk anda, ini tuan Jono pesanan anda," Jiang Meng menyerahkan dua koper besar yang dibawa olehnya kepada Jono.


Jono menerima kedua koper itu, dia tahu bahwa didalam koper berisi seluruh giok yang dimintanya untuk dibuatkan menjadi perhiasan, Jono berencana membuka kopernya didalam jet pribadi miliknya, Jono sangat mempercayai Jiang Meng, dia tidak mungkin akan menipu Jono hanya karena uang dan batu giok.


Jono berkata kepada Jiang Meng," terima kasih pak Jiang, barang ini akan saya terima, ngomong-ngomong, nona Ying, apakah ada masalah setelah anda diobati, apakah penyakit anda kembali kambuh?," tanya Jono menanyakan keadaan Ying Mei.


Ying Mei tersenyum, dengan bahagia dia menjawab," tuan Jono, saya telah sembuh total, terima kasih atas semua kebaikan anda kepada saya tuan Jono," kata Ying Mei dengan ketulusan disetiap katanya.


Jono membalas perkataan Ying Mei," ini hanyalah masalah sederhana, tidak perlu dipermasalahkan, mari berangkat sekarang Pak Jiang, nona Ying, saya akan masuk dulu kedalam mobil," Jono masuk kedalam mobil, dia diantarkan menggunakan limosin, semua orang naik kedalam mobil.


Mobil limosin berangkat menuju kebandara, Jono melihat kearah luar dari mobil, melihat kearah pemandangan kota macau, dia ingin menikmati pemandangan disana sebelum kembali keindonesia.


Satu jam perjalanan diperlukan untuk sampai dibandara, setelah sampai, Jono beserta rombongannya keluar dari mobil, karena dia memakai jet pribadi, Jono memasuki jalur khusus yang disediakan untuk pemilik pesawat pribadi melakukan perjalanan udara.

__ADS_1


Jiang Meng dan Ying Mei melepas keberangkatan Jono," tuan Jono kami hanya bisa mengantar sampai disini, kembalilah kesini nanti, saya akan menyambut kembali kedatangan tuan Jono beserta rombongan anda secara pribadi, jangan khawatir tentang masalah dimacau, selama saya masih hidup, tidak akan ada yang bisa menyenyuh bisnis tuan Jono disini, selamat Jalan tuan Jono, sampai berjumpa lagi," Jiang Mebg menjabat tangan Jono.


Jono membalas jabatan tangan Jiang Meng, dengan tersenyum Jono berkata," pak Jiang, saya sangat berterima kasih anda berkenan mengurus semua urusan dan bisnis saya disini, saya akan kemacau lagi nanti, saya akan pergi sekarang, sampai jumpa lagi pak Jiang dan nona Ying jagalah kesehatan anda, saya permisi," kata Jono sebelum dia menaiki jet pribadinya.


Tari memeluk Ying Mei, dia sudah menganggap Ying Mei seperti saudaranya sendiri," kakak Ying, sampai jumpa lagi, aku akan sering kesini, jaga kesehatan kak disini," Tari melepas pelukannya kepada Ying Mei.


Ying Mei tersenyum kepada Tari," Tari, tuan Jono, selamat Jalan, saya pasti akan merindukan kalian, saya akan menjaga kesehatan saya disini, selamat jalan dan sampai jumpa lagi," kata Ying Mei melepas kepergian Jono dan Tari.


Jono beserta semua orang memasuki pesawat jet pribadi milik Jono, setelah semua orang berada didalam pesawat, Jono mengeluarkan isi dari koper pertama yang diberikan oleh Jiang Meng, didalamnya terdapat ratusan perhiasan mulai dari kalung ,cincin, gelang bahkan anting didalamnya, Jono tahu koper pertama berisi perhiasan biasa dari giok termurah mikik Jono.


Biarpun bagi Jono murah, tapi setiap satu perhiasan ini, minimal harga dari satu perhiasan bisa mencapai 1 milyar dan termahal dari perhiasan giok biasa ini bisa mencapai 10 miliar, Jono tahu, koper kedua yang belum dibuka berisi perhiasan dari giok terbaiknya.


Juga dalam koper kedua juga terdapat anting, gelang dan cincin yang diukir dengan sangat indah didalam kotak perhiasan, dibawah sinar matahari, kilau cahaya dari perhiasan bersinar sangat terang, menunjukan nilai dari giok ini sangat tinggi dan mahal, Jono sangat senang dengan hasil dari ukiran dan pengerjaan dari giok miliknya, kalau semua perhiasan ini dilelang, harganya mungkin mencapai puluhan triliun rupiah.


Jono melihat sebuah kotak yang cukup besar didalam koper kedua, dia melihat kedalam kotak perhiasan, dia melihat isi didalamnya merupakan sebuah papan catur dari giok, sangat indah dengan setiap bidak catur diukir dengan sangat indah, Jono mengingat papan catur ayahnya sudah rusak, bahkan bidak caturnya sudah banyak yang hilang, dia sangat ingin memberikan bapaknya sebuah hadiah, papan catur giok ini sangat pas sebagai hadiah untuk bapaknya.


Jono mengambil sebuah kalung, gelang, cincin dan anting giok yang indah dari koper kedua, dia mendekat kearah Tari, dia bemasangkan kalung dileher indah Tari," Tari, mas sangat menyayangi dan mencintai Tari, terimalah hadiah dari mas, walaupun ini tidak seberapa, mas berjanji akan membahagiakan Tari dengan segenap kemampuan mas dimasa depan," Kata Jono setelah memasangkan kalung dileher indah Tari.


Jono kembali memasangkan gelang ditangan Tari, dia mengecup tangan Tari dengan penuh kasih sayang, Tari menangus terharu, dia sangat bahagia dengan setiap kelembutan sikap Jono kepadanya.

__ADS_1


Jono memasangkan cincin giok dijari Tari, menandakan Tari merupakan miliknya seorang," Tari, mas memang tidak bisa menjadikan Tari satu-satunya kekasih mas, hutang dan takdir cinta mas harus membahagiakan kalian semua, mas tidak akan pernah menyakiti salah satu dari kalian, mas juga akan selalu adil kepada kalian, mas berjanji," Jono berkata dengan kesungguhan disetiap perkataannya.


Tari mengangguk, dia memeluk Jono dengan sangat erat, dia tahu seberapa besar hutang cinta yang dimiliki Jono, kalau dia menjadi Jono, dia akan melakukan hal yang sama, Tari juga yakin, Jono akan selalu adil dalam menyayangi dan mencintai mereka semua.


Jono melepaskan pelukannya kepada Tari, dia mengecup kening Tari sebelum berjalan menemui semua orang yang berada didalam pesawat," saya akan membagikan perhiasan ini kepada kalian semua, semua orang mendapatkan satu set perhiasan, terima kasih atas kerja keras kalian semua," kata Jono membuat semua staff dari beutiful Face bersemangat.


Mereka semua tahu, perhiasan giok ini asli, satu set mulai dari kalung, gelang, cincin dan anting bisa mencapai 15 miliar, Jono sangat baik kepada mereka semua.


Setelah staff beuatiful face mendapatkan hadiahnya, Jono berjalan menemui pilot, co-pilot dan pramugari didalam pesawatnya," terima kasih telah menjaga dan merawat pesawat saya, ambilah hadiah ini, sebagai bonus untuk kalian," Jono memberikan masing-masing satu set perhiasan kepada pramugari, pilot dan co-pilot pesawat jet miliknya, membuat mereka semua sangat bahagia karena kedermawanan Jono.


Jono mendekat kearah Adrian," kak Adrian, aku mendengar kak Adrian akan menikah dalam waktu dekat, ini hadiah untuk pernikahan kak Adrian nanti, ini bisa digunakan sebagai mahar dipernikahan kak Adrian," Jono memberikan satu set perhiasan dari koper kedua, satu set dari perhiasan yang diberikan Jono seharga 500 miliar rupiah, harga yang sangat mahal.


Adrian menerima pemberian Jono," Jono, pasti dari Tari kamu mendengar berita ini, padahal aku ingin mmeberitahumu sendiri saat samapi diindonesia nanti, tapi karena kamu sudah mengetahui, nanti datanglah kepernikahanku sebulan kemudian, terima kasih atas hadiahny, Jono," Adrian mengambil surat undangan pernikahannya dari dalam koper, dia memberikannya kepada Jono.


Jono menerima surat undangan pernikahan Adrian," pasti Jono akan datang kak, Jono akan menjadi pengiring pernikahan kak Adrian nanti," kata Jono dengan ketegasan, Adrian menerima tawaran Jono, dia sangat senang Jono mau menjadi pengiring dipernikahannya nanti.


Jono meninggalkan Adrian dan menemui Steve," Steve Jones, ini perhiasan untukmu, carilah kekasih dan beriakan ini sebagai hadiah untuk calon kekasihmu nanti, jangan jadi Jones(jomblo ngenes) lagi, oke," Steve menerima hadiah Jono dengan airmata yang mengalir, dia menangis bukan karena terharu, tetapi karena perkataan Jono tepat mengenai titik lemahnya.


Setelah memberikan hadiah kepada semua orang, pesawat mulai melakukan penerbangan, mereka semua akan kembali keindonesia, semua orang sudah merindukan tanah air mereka.

__ADS_1


__ADS_2