
Bab 80. Berangkat kerumah lelang, Masalah dirumah lelang.
Jono tertidur dengan sangat lelap, dia mulai terbangun saat hari sudah menjelang malam, Jono mulai membuka matanya, setelah kesadarannya mulai pulih, Jono bangun dan melihat kearah Jam dinding, Jam sudah menunjukan pukul 6 sore, Jono bangun dari ranjangnya dan berlari keluar dari kamarnya.
Jono berjalan menuju kearah kamar Jani, Jono mengetuk pingu kamar Jani,"Tok,tok,tok, Jani, ini mas Jono, tolong buka pintunya sebentar," Jono memanggil jani dan meminta Jani membuka pintu kamarnya.
Pintu kamar terbuka, Jani keluar dari kamarnya," ada apa mas, apakah ada yang mas ingin sampaikan kepada Jani," Jani bertanya kepada Jono.
Jono menjawab pertanyaan Jani," Jani, nanti mas akan pergi kesebuah rumah lelang, apakah Jani mau menemani mas kesana," Jono ingin mengajak Jani pergi bersamanya.
Jani segera mengangguk," iya mas, Jani mau ikut dengan mas Jono, Jani akan menemani mas Jono kerumah lelang, Jani mandi dulu sekarang, lalu kita akan berangkat mas," Jani sangat bersemangat, dia belum pernah pergi kelelang sebelumnya, ini merupakan pengalaman pertamanya.
Jono mengangguk," Iya Jani, mas juga akan mandi sekarang, kita nanti berangkat bersama setelah makan malam bersama ibu dan bapak,", kata Jono kepada Jani, Jani segera masuk kekamarnya untuk bersiap-siap.
Jono Juga pergi kekamarnya, Jono segera mandi, setelah selesai mandi, Jono mengambil pakaian termahalnya, dia memakai setelah dari LV limited edition, mamakai sepatu LV limited edition yang satu setelan dengan pakaiannya, memakai Jam tangan rolex terbaiknya.
Harga semua setelah Jono bisa mencapai 200 miliar, ini karena rolex Jono dibeli diinggris, Jam tangan super mewah yang hanya ada 3 didunia harhanya mencapai 100 miliar rupiah, Jono berpenampilan seperti ini untuk menunjukan kelasnya dipelelangan, Dia harus sangat mendominasi, agar kartu khusus lelangnya, memberi Jono keuntungan semaksimal mungkin.
Jono keluar dari kamarnya setelah jam menunjukan pukul 18.30 sore, Jono turun menuju lantai satu, Jono menunggu Jani diruangan makan, dia menunggu bersama orang tuanya, mereka akan makan malam bersama sebelum dirinya dan Jani berangkat menuju rumah lelang.
Jani turun setelah 10 menit Jono menunggu, Jani menuruni tangga villa, Jono melihat Jani menuruni tangga dengan mata terbelalak.
__ADS_1
Jono seperti melihat bidadari turun dari khayangan, Jani sekarang sangat cantik, dia menggunakan gaun berwarna merah, badannya yang sempai dan seksi membuat Jono menelan ludahnya dengan kasar, Jono terhipnotis melihat penampilan Jani.
Jono segera menghampiri Jani," gunakan mantel ini, jangan melepaskannya, selalu pegang tangan mas saat berada dipelelangan, jangan jauh-jauh dari mas nanti disana," Jono berbicara dengan panik diikuti rasa was-was, dia merasa cemburu memikirkan orang melihat penampilan Jani yang sekarang, Jono memang sangat cemburu didalam hatinya.
Jani mengangguk, dia sangat bahagia melihat wajah dan nada cemburu dari Jono,"baik mas, Jani akan menuruti semua perkataan mas, Jani janji, ayo mas kita sarapan dulu sama ibu dan bapak sebelum berangkat kerumah pelelangan," Jono mengangguk, Jono dan Jani menemui orang tuanya dimeja makan, mereka makan malam bersama, setelah makan mereka berdua berpamitan dengan orangtua mereka.
Mereka segera memulai makan malam mereka, setelah selesai makan, Jono bermaksud berpamitan kepada orang tua mereka berdua.
Jono melihat kearah kedua orang tuanya," bu,pak, Jono berangkat dulu kerumah pelelangan, takut terlambat karena berangkat terlalu malam, Jono akan mengajak Jani bersama Jono kesana," Jono mencium tangan ibu dan bapaknya meminta doa kepada mereka diperjalanan.
Jani juga berpamigan kepada orangtua mereka," bu,pak, Jani mau menemani mas Jono kerumah pelelangan, Jani pergi ya bu,pak," Jani juga mencium kedua tangan orang tuanya.
Dahlia melihat kearah Jono," nak, Jaga dan lindungi sayangku Jani disana, jangan sampai terjadi sesuatu padanya," kata Dahlia kepada Jono.
Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Jono dan Jani segera keluar dari villa, mereka segera memasuki mobil, setelah mereka duduk didalam mobil, Jono segera menghidupkan mobilnya, setelah mobil hidup, Jono segera mengemudi menuju kerumah pelelangan Malang Treasure.
Mereka berkendara dengan santai, Jono sudah tahu alamat dari rumah pelelangan Malang Treasure, jaraknya dari villa hanya 30 menit, karena waktu pembukaan masih 1 jam lagi, Jono mengendarai mobilnya dengan santai.
Mereka telah sampai di Malang Treasure setelah berkendara selama 30 menit, Jono mengemudikan mobilnya munuju parkiran dibasement, setelah menemukan parkiran, Jono menghentikan mobil dan memarkirkan mobilnya, Jono mematikan mobilnya setelah mobil selesai diparkirkan olehnya, mereka berdua keluar dari mobil, mereka berjalan dan bergandengan tangan menuju pintu masuk dari dumah pelelangan Malang Treasure.
Didepan pintu masuk, terlihat seorang pelayan mengecek kartu undangan dari tamu, Semua orang yang memiliki kartu undangan dipersilakan masuk dan mengikuti pelelangan.
__ADS_1
Tidak semua orang bisa diundang dipelelangan, hanya orang kaya dan berkuasa yang bisa mengikuti pelelangan, harta minimal dari tamu undangan adalah 50 miliar rupiah, ini adalah harta bersih direkening, bukan aset perusahaan ataupun aset lainnya.
Jono dan Jani sampai ditempat pemeriksaan, Jono menyerahkan surat undangannya," ini surat undanganku, meja nomor berapa yang menjadi milikku," Jono berkata menanyakan nomor mejanya.
Sang pelayan menerima surat undangan dari Jono, melihat nama Malang Properti tertulis disana, dia melihat Jono dengan terkejut," apakah tuan dari malang Properti, silakan ikuti saya, saya akan menunjukan nomor meja milik anda," sang pelayan yang memeriksa undangan milik Jono, setelah melihat Jono dari Malang Properti, sang pelayan mengantarkan Jono dan Jani secara pribadi menuju kearah meja milik perusahaan Malang Properti.
Jono melihat sudah banyak orang sudah datang, mereka mengenakan pakaian mewah dan terlihat sangat kaya, semua orang melihat kearah Jono, mereka terkejut, Jono hanya datang berdua dengan Jani, biasanya anak muda yang datang kesuatu pelelangan ditemani oleh orang yang lebih senior diperusahaan atau keluarganya.
Jono diantarkan oleh pelayan menuju meja nomor 5, berarti perusahaan Malang properti hanya menjadi perusahaan nomor 5 dimalang," ini akan menarik, berarti aku harus menjadi sangat mendominasi, kepada 4 perusahaan yang lebih besar dari perusahaan malang properti milikku," pikir Jono didalam hatinya
Jono dan Jani segera duduk dimejanya, mereka berbicara dengan sangat gembira, mereka menikmati waktu mereka bersama.
Sedangkan dimeja nomor satu, seorang pria berumur 33 tahun, melihat kearah Jono dan Jani, dia melihat kearah Jani dengan mata yang berbinar," sangat cantik, aku harus mendapatkan wanita itu bagaimanapun caranya, dia harus menjadi milikku," sang pria bernama miguel, seorang direktur pemasaran dari Big England bank, dia sedang berada dimalang, dia sedang melakukan negosiasi kerjasama dengan Malang Treasure, maka dari itu dia mendapatkan kursi nomor satu dipelelangan hari ini.
Big England Bank sedang melebarkan bisnisnya, mereka sedang melakukan banyak kerjasama dengan perusahaan diluar inggris, terutama mereka menyasar kerjasama diindonesia, karena indonesia merupakan negara yang sangat potensial bagi bisnis mereka.
Big England Bank mengirim banyak petinggi mereka untuk menegosiasikan kerjasama, Miguel mendapatkan pekerjaan untuk menangani masalah negosiasi dengan rumah lelang Malang Treasure, karena dia fasih berbahasa indonesia, ibu Miguel merupakan orang dari Malang.
Miguel berdiri dari mejanya, dia berjaalan menuju meja dari Jono dan Jani, setelah sampai, dia segera berbicara," permisi nona cantik, bisakah saya mengetahui nama anda, perkenalkan namaku Miguel, direktur dari Big England Bank, apakah anda bersedia menemani saya duduk dimeja nomor satu, saya tidak ada teman mengobrol disana," Miguel sangat percaya diri dengan dirinya, apalagi status pekerjaannya sangat tinggi, hartanya sekarang sudah mencapai 500 miliar rupiah, karena dia melakukan banyak kecurangan dan korupsi saat bekerja sebagai direktur di Big England Bank.
Jani sangat ketakutan melihat Miguel mendekatinya, Dia bersembunyi didalam pelukan Jono," Pergi kamu dari sini sebelum aku membuatmu menyesal," Jono berkata dengan marah, dia memandang Miguel dengan sangat dingin.
__ADS_1
" Berani sekali dia mendekati Janiku, apalagi dia menggunakan nama bank milikku, sepertinya aku harus melakukan pembersihan disemua aset milikku," Jonoberkata didalam hatinya, siapaoun yang mengusik wanitanya harus dihancurkan.