
Bab 74. Kesekolah Jani, Pria misterius.
Joko sedang mengobati sang istri ,Dahlia, karena tadi saat bangun tidur, Dahlia terjatuh dari atas ranjangnya, kakinya keseleo dan bengkak membiru.
Dahlia sedang memegangi kakinya yang sakit dilantai , Joko segera menggendong Dahlia dan membaringkan Dahlia diatas ranjang.
Melihat Dahlia yang sangat kesakitan, Joko segera membuka laci disebelah ranjang dan mengambil balsem.
Dioleskannya balsem dikaki Dahlia dan Joko memijat kaki istrinya dengan sangat lembut, Sampai Dahlia mengeluarkan kata yang dapat membuat orang lain memikirkan hal yang aneh-aneh.
Joko terus memijat kaki Dahlia, sampai mendengar ketukan dari arah pintu kamar mereka, Joko segera membuka pintu kamar tidurnya, Dia melihat anaknya Jono berdiri diluar pintu kamar tidur, wajahnya memerah dengan mata terbelalak.
Joko melihat Jono dengan khawatir," nak, kenapa dengan wajahmu, apakah kamu sakit, wajahmu merah, apakah matamu juga sakit nak,matamu sampai hampir keluar dari rongganya," kata Joko polos, dengan wajah yang sangat khawatir.
Jono bingung ingin menjawab apa kepada bapaknya, dia mencoba mencari alasan yang masuk akal," pak, aku tidak apa-apa, tadi ada anjing gila sedang kawin dijalan, karena Jono lewat didepan mereka, mereka merasa Jono mengganggu kesenangan mereka, jadi sang anjing jantan mengejar Jono karena kesal proses reproduksinya diganggu oleh Jono tadi, maka dari itu wajah Jono merah, karena kelelahan berlari," kata Jono mencoba mencari alasan yang paling logis menurutnya.
Joko mempercayai penjelasan Jono yang sangat tidak masuk akal," nak, memang tidak baik mengganggu anjing yang sedang kawin, mereka juga membutuhkan sebuah privasi, jangan lakukan hal yang tidak baik seperti itu lagi, jadi, kapan kamu kembali kemalang nak, bapak kangen kepadamu," Joko memeluk Jono dengan sayang.
Jono membalas memeluk ayahnya," baru tadi pagi Jono kembali kemalang, Jono kesini naik pesawat pak, Jono diantar dari bandara kesini menggunakan taksi, Jono rindu dengan ibu dan bapak dan Jani," kata Jono diliputi dengan kerinduan, berjauhan dengan keluarga sangat berat untuk Jono.
Joko segera melepaskan pelukannya, dia membawa Jono menemui Dahlia, setelah sampai didepan ibunya, Jono segera memeluknya," bu, Jono rindu kepada kalian, maaf, Jono tidak mengabari kalau datang kesini, kaki ibu kenapa?," Jono khawatir melihat wajah kesakitan Dahlia, ibunya.
Dahlia berkata memenenangkan Jono," nak, ibu tidak apa-apa, hanya keseleo sedikit, tadi ibu terjatuh saat akan bangun dari ranjang, bapakmu sudah memijat ibu, besok juga akan sembuh nak," Dahlia berkata dengan membalas memeluk Jono.
Jono sangat ingin menggunakan kemampuan medis supernya, tapi dia takut orangtuanya akan curiga dan bertanya kepadanya, darimana dia bisa melakukan kemampuan medis, karena mereka sangat tahu Jono tidak pernah belajar kemampuan medis sebelumnya.
Jono mengamati kaki ibunya sudah agak membaik, dari pengamatannya, kaki ibunya akan segera sembuh dalam satu hari, jadi Jono merasa sedikit lega melihatnya.
__ADS_1
Sebelum Jono menjawab perkataan ibunya, Jono mendengar dering panggilan dari handphone bapaknya dari atas meja disamping tempat tidur.
Joko segera mengambil handphonenya dan segera menjawab panggilan yang masuk dihandphonenya.
Joko segera menjawab," Jani, kenapa menelpon bapak pagi-pagi, bukankah Jani sekarang sedang belajar disekolah, 2 hari lagi Jani akan ujian kelulusan, apakah ada masalah disekolah?," Joko bertanya dengan khawatir, karena tidak pernah Jani menelponnya saat sedang belajar disekolah.
Ternyata Janilah yang menelpon Joko, Jani segera menjawab pertanyaan bapaknya," pak, sekarang ada pertemuan wali siswa disekolah, karena ada masalah mendesak yang ingin diberitahu oleh kepala sekolah, apa bapak dan ibu bisa kesini sekarang," Jani menjelaskan maksudnya menelepon Jaka.
Joko melihat keadaan istrinya yang masih kesakitan, Joko tidak tega meninggalkan istrinya yang sedang membutuhkannya, dia juga tidak bisa menolak datang kesekolah Jani.
Joko seketika melihat Jono disebelah istrinya," Jani, bapak tidak bisa kesana, ibu tadi terjatuh dari tempat tidur, ibu belum bisa berjalan sekarang, bapak akan mengrim seseorang untuk mewakili bapak, apakah bisa wali siswa diwakilkan?" Joko berencana menyuruh Jono menjadi wali dari Jani menggantikannya.
Jani khawatir dengan keadaan ibunya," apa ibu tidak apa-apa pak, Jani pulang saja, Jani khawatir dengan ibu," Jani ingin melihat keadaan ibunya, dia sangat khawatir.
Joko tidak mengijinkan Jani pulang," ibu tidak apa-apa Jani, bapak sudah memijat kaki ibu, tapi ibu belum boleh jalan dulu, jadi Jani jangan pulang dan meninggalkan sekolah, itu tidak baik," Joko menjelaskan Dahlia baik-baik saja untuk memenangkan Jani.
Joko berkata dengan pelan," rahasia, ini kejutan untuk Jani, Jani pasti mengenal siapa dia saat bertemu, sudah ya Jani, bapak mau melanjutkan memijat kaki ibu, bapak matikan ya panggilan teleponnya," Joko merahasiakan kedatangan Jono, sebagai kejutan untuk Jani.
Jani segera menjawab," bapak pakai main rahasia-rahasia segala, baik pak, Jaga ibu ya pak, nanti kalau Jani sudah pulang, Jani yang akan memijit kaki ibu," mereka segera mengakhiri panggilan teleponnya.
Joko melihat kearah Jono," nak, wakili bapak kesekolah Jani sekarang, bapak ingin merawat ibu dirumah, kasihan Jani nanti menunggu lama, berangkatlah sekarang nak," kata Joko kepada Jono.
Dahlia menimpali perkataan Joko," iya nak, biar bapak yang merawat ibu disini, wakili bapak menjadi wali Jani disekolah, berangkatlah sekarang agar tidak terlambat sampai disekolah Jani," Jono menganggukan mendengar perkataan orangtuanya, dia mencium tangan orang tuanya, Jono berpamitan kepada mereka dan segera turun untuk menemui Jani disekolahnya.
Jono segera turun, setelah sampai dilantai satu, Jono melihat para pelayan dan penjaga gerbang sibuk membawa semua barang yang dibeli olehnya dari inggris menuju keruang tamu," selamat pagi tuan Jono, kami akan meletakan barang anda diruang tamu sekarang," kata seorang pelayan yang membawa sesuatu ditangannya.
Jono tahu barang yang dibawa sang pelayan merupakan oleh-oleh yang dibeli olehnya," terima kasih atas kerja kerasnya, nanti saya akan membagikan oleh-oleh yang saya beli dari luar negeri kepada semua orang yang bekerja disini, tunggu saya kembali , nanti saya akan bagikan oleh-olehnya secara merata," kata Jono kepada sang pelayan, sang pelayan sangat senang mendengar perkataan Jono, walaupun mereka hanya pelayan, Jono masih mengingat mereka dan membelikan mereka oleh-oleh saat diluar negeri.
__ADS_1
Jono segera berjalan melinggalkan villa orang tuanya, gerbang villa segera dibuka oleh penjaga saat melihat Jono berjalan keluar dari villa," tuan Jono, apakah saya perlu memanggilkan taksi untuk anda, atau saya akan meminta sopir disini untuk mengantar anda?," kata sang penjaga gerbang dengan sangat hormat.
Jono menolak saran dari sang penjaga gerbang," tidak perlu pak samsul, saya akan dijemput oleh teman saya diseberang jalan, saya permisi ya pak samsul, tolong tutup gerbangnya kembali ya pak samsul," Jono melihat nama diseragam penjaga tertulis nama samsul disana,Jadi Jono mengetahui nama sang penjaga adalah samsul.
Samsul segera mengangguk, Jono sangat sopan kepadanya walaupun dia hanya seorang penjaga gerbang, Samsul sangat menghormati Jono didalam hatinya.
Jono melewati gerbang, pintu gerbang villa segera tertutup setelah Jono melewati gerbang villa, Jono berjalan menuju sebuah gang sepi didekat villa orang tuanya.
Jono melihat kearah sekitar setelah dirasa sangat sepi, jono berkata didalam hatinya," keluarlah Lamborghini Alphaku," segera mobil Lamborhini Alpha milik Jono muncul didepan matanya seperti sulap.
Jono berkata kembali," buka pintunya sayang," pintu mobil segera terbuka, Jono segera masuk kedalam mobilnya.
Ketika Jono sudah memasuki Lamborghini Alphanya, suara yang menjijikan terdengar ditelinga Jono, Jono sampai merinding dibuatnya.
{{ hiks,hiks,hiks, tuan Jono jahat, tuan Jono mencampakan Sayang, tuan Jono sudah bosan dengan sayang, apakah tuan Jono tidak menginginkan sayang lagi sebagai mobil tuan Jono}}, Mobil Jono menangis seperti gadis yang telah dicampakan oleh Jono.
Jono merinding mendengar perkataan Mobil Lambhorgininya," sayang, jangan banyak bercanda, ayo sekarang kita kesekolah Jani, kamu itu mesin berintelektual tinggi, mana bisa mengeluarkan air mata, gunakan kecepatan tercepat untuk sampai disekolah Jani, gunakan pengemudian mobil otomatis," Kata Jono kepada mobilnya.
{{Baik tuan Jono, rute sudah ditemukan, mode pengemudi otomatis berhasil digunakan}}, sang mobil berkata dengan datar, walaupun dia cuma mobil berintelektual tinggi, dia tetap merasa malu setelah leluconnya ternyata tidak lucu, untuk mengurangi rasa malunya, sayang hanya berkata dengan suara datar, Segera mobil melaju meninggalkan gang sepi dan berangkat menuju kesekolah Jani dengan sangat cepat.
Sedangkan, disekolah Jani, setelah panggilan Jani dengan Joko berakhir, Jani segera berjalan meninggalkan kantin sekolahnya menuju gerbang sekolah, Jani menunggu orang yang akan menjadi wali sementaranya disana.
Seseorang melihat Jani dari kantin sekolah, dengan menjilat lidahnya, dia berbicara," Jani, kamu terus menolakku, kamu sangat sombong biarpun kamu miskin, aku akan mendapatkanmu dengan segala cara," ternyata seorang prialah yang sedang memandang Jani dengan pandangan bernafsu.
Pria itu mengira Jani miskin, karena dia bersekolah dengan beasiswa, Jani sangat pintar disekolah, Jadi sangat pantas kalau Jani mendapatkan beasiswa.
Jani selalu bersekolah menggunakan angkutan umum, biarpun sekarang Jono sangat kaya, Jani tetap menggunakan angkutan umum saat bersekolah, Jadi tidak ada temannya disekolah yang tahu, bahwa Jani sekarang sangatlah kaya.
__ADS_1