SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 56. Membebaskan Adi, Melati mengikuti audisi.


__ADS_3

Bab 56. Membebaskan Adi, Melati mengikuti audisi.


Tangisan Tari memenuhi ruangan setelah Jono berbicara dengan Adi.


Tari melihat kearah Papanya dengan airmata yang jatuh dipipinya," Pa, Tari mohon terima bantuan mas Jono, Tari menyembunyikan sesuatu dari papa selama ini, mama sakit Pa, mama nyaris meninggal pa, mas Jono menyelamatkan mama, mama menderita Kanker hati, maafkan Tari pa, menyembunyikan semua ini dari papa, Tari takut membuat papa khawatir," Tari mengatakan fakta yang membuat Adi merasa tertusuk ribuan pedang dihatinya.


Adi sangat khawatir dengan keadaan istrinya," Tari bagaimana keadaan mama?,papa memang suami yang tidak berguna, karena papa, mama Jadi seperti ini," Adi merasa menjadi suami yang buruk, dia hanya membuat keluarganya menderita.


Tari menyeka air matanya," pa, mama sudah sembuh, mas Jono seorang dokter, Mas Jono sudah menyembuhkan mama seperti sedia kala, Tari mohon pa, terima bantuan mas Jono, mama sangat merindukan papa, Tari melihat mama setiap malam menangis melihat foto papa didalam kamar, kami sangat merindukan papa," Tari memohon kembali kepada papanya.


Adi melihat kearah Tari dan Jono," nak Jono, maaf merepotkanmu, papa akan menerima bantuan nak Jono, terima kasih nak Jono telah menyelamatkan istri papa," Adi memegang tangan Jono dan berterima kasih kepadanya atas kebaikan Jono kepada keluarganya.


Jono mengangguk," Pa, mama Tari mama Jono juga, kita akan menjadi keluarga nanti, kebahagiaan Tari juga kebahagiaan Jono," Jono ingin Tarinya bahagia.


Setelah berbincang sesaat, Jono keluar dari ruangan pertemuan tahanan, dia menuju kekantor kepala penjaga, dia ingin menjamin kebebasan Adi.


Jono mengetuk kantor kepala penjaga, setelah dioersilakan masuk, Jono membuka pintu dan menemui kepala penjaga.


Kepala penjara merupakan polisi berpangkat tinggi, Jono masuk dan dipersilakan duduk oleh kepala penjara.


Kepala penjara menanyakan tujuan Jono menemuinya," silakan duduk pak, kalau boleh saya tahu, apa tujuan bapak menemui saya didalam kantor?," tanya sang penjaga penjara penasaran.


Jono mengatakan tujuannya," tujuan saya kesini untuk menjamin tahanan bernama Adi gunawan untuk dibebaskan dari penjara, saya juga ingin membuat laporan tentang kesalahan penangkapan dari kasus Adi gunawan," Jono berkata dengan menyerahkan bukti fitnah yang dialami Adi.


Kepala penjara membuka bukti yang diberikan Jono,"kami akan menyelidiki kembali kasus ini, tapi tahanan bisa dijamin asalkan ada penjamin dari tersangka, sebelum tersangka Adi ditetapkan tidak bersalah, dia tidak bisa meninggalkan kota Jakarta," kata kepala penjara menjelaskan prosedur pembebasan dengan jaminan kepada Jono.

__ADS_1


Jono mengerti Adi belum sepenuhnya bisa pergi kemanapun, dia masih menjadi tahanan kota," baik pak, saya akan menjadi penjamin, saya akan mentransfer jaminan sekarang, tolong selidiki kasus ini sampai tuntas, saya ingin nama Adi gunawan dibersihkan," Jono menstranfer uang kelembaga kepolisian sebagai jaminan pembebasan dari Adi.


Jono memikirkan setelah Adi gunawan bebas, dia akan membuat Bento yang memfitnah calon ayah mertuanya dihukum dengan sangat berat.


Setelah menandatangani semua prosedur, Jono kembali keruang pertemuan tahanan, dia mengajak Tari dan Adi untuk pergi dari rumah tahanan, Adi bersiap-siap membereskan pakaiannya, karena semua prosedur pembebasan diurus oleh Jono, mereka bisa pergi dari Rumah tahanan sekarang.


Mereka bertiga keluar dari rutan, mereka menunggu taksi karena Jono membawa mobil sport,hanya ada 2 kursi dimobilnya," Tari, ajak papa kerumah kalian, Mas tidak bisa ikut, mas tidak mau mengganggu reuni keluarga kalian, biarpun mas kekasih Tari, tapi mas tidak mau mengganggu reuni keluarga Tari," Jono tahu reuni keluarga tidak boleh diganggu, Jono belum punya hak mengganggu momen keluarga Tari.


Tari tahu Jono tidak ingin mengganggu momen keluarganya," tidak apa-apa mas, keluarga Tari tidak akan mempermasalahkannya, ayo mas ikut Tari kerumah," Tari tetap membujuk Jono ikut dengannya.


Jono menggeleng," sekarang bukan saatnya Tari, momen keluarga tidak boleh diganggu, mas Juga ada urusan yang harus diselesaikan, jadi mas tidak bisa ikut kerumah Tari, mas pergi ya," Jono membuat alasan untuk tidak kerumah Tari.


Jono memeluk dan mencium kening Tari, Jono segera masuk kemobilnya, Tari Tahu Jono hanya membuat alasan, tapi Tari sangat mengerti maksud dari Jono, Jono menghargai keluarganya, maka dari itu Jono memberikan privasi kepada mereka.


Tari mencium pipi Jono," Mas jangan ngebut dijalan, nanti Tari hubungi setelah reuni kami selesai mas, hati-hati dijalan ya mas,".


Diperjalanan Jono membuka aplikasi Babufoodsnya, dia ingin melanjutkan misinya yang tertunda.


Setelah 10 menit Jono menerima pesanan diaplikasinya, Jono membuka pesanan yang diinginkan pelanggannya.


**Anton: tolong belikan 10 kotak makanan di toko ini, kirimkan kealamat yang ada diaplikasi**.


**Terima/tidak**, Jono segera menekan tombol terima.


Jono menuju alamat toko yang ada diaplikasi, setelah sampai, Jono mengambil pesanan yang sudah disiapkan oleh pemilik toko, Jono segera berangkat kealamat pemesan makanan yang ada diaplikasi.

__ADS_1


Sesampainya dialamat yang ada diaplikasi, Jono tercengang, dia mengirimkan pesanan keperusahaan Media Entertaiment Grup, dia mengirimkan makanan keperusahaannya sendiri.


Jono membawa semua makanan itu kedalam perusahaan, Jono bejalan menuju lantai 10 untuk mengantarkan pesanannya.


Setelah tiba dilantai kesepuluh, Jono menuju ruangan audisi penerimaan penyanyi pendatang baru, dia melihat Wanita yang sangat dikenalnya sedang mengikuti audisi, dia melihat Melati sedang menyanyi diatas panggung.


Didepan Melati, duduk seorang pria paruh baya bersama asistennya sedang menilai penampilan Melati saat bernyanyi, seringai mesum muncul dibibir dari sang pria paruh baya yang bernama Candra, direktur penerimaan bakat baru perusahaan.


Suara merdu dan indah Melati mengalun sampai ketelinga Jono, ini suara terindah yang pernah didengarnya, Jono sangat yakin siapapun yang mendengar suara Melati pasti akan terpesona.


Melati kemarin memang mengatakan akan mengikuti audisi menyanyi disebuah perusahaan, ternyata Melati mengikuti audisi diperusahaan milik Jono.


Melati menyelesaikan penampilannya, Jono berencana menelpon Ceo dari Media Entertaiment Grup, Jono mengambil handphonenya dan mencari nomor dari Arthur, sang Ceo Media Entertaiment Grup.


Sebelum Jono berhasil menelpon Arthur, dia mendengar perkataan Candra yang membuatnya merasakan kemarahan yang tidak bisa dibendungnya.


**prok,prok,prok**, Candra bertepuk tangan, dia melihat kearah Melati dengan seringai mesumnya.


Candra melihat kearah Melati dan mendatangi panggung," peserta Melati, anda sangat berbakat dengan suara yang indah dan menawan, saya sangat menyukai suara anda, saya akan mengontrak anda untuk menjadi penyanyi diperusahaan kami, kalau anda mau menemani saya tidur 1 malam," seringai mesum semakin terlihat diwajah Candra.


Karena ruangan audisi bersifat privat, Jadi hanya ada Melati, Candra beserta asistennya yang berada disana.


Wajah Melati pucat pasi mendengar perkataan Candra," Tidak, saya tidak mau, saya lebih baik tidak bekerja sama bersama perusahaan anda, saya permisi, saya akan mencari perusahaan lain yang bersih yang mau menerima bakat saya," Melati perlahan mundur saat Candra berusaha mendekati dirinya.


Candra hanya tersenyum meremehkan Malati," silakan mencari perusahaan lain, tapi kamu akan diblokir dari dunia hiburan, aku bisa membuatmu tidak diterima diperusahaan hiburan manapun, karena aku memiliki kemampuan untuk memblokirmu," Candra sangat percaya diri dengan kemampuannya.

__ADS_1


Melati sangat ingin menjadi penyanyi, itu cita-catanya dari dulu, tapi kalau cita-citanya membuatnya mengkhianati Jono, lebih baik dia tidak menjadi penyanyi seumur hidupnya.


Tari berkata dngan tegas," kalau mau memblokirku, silakan saja, saya lebih baik tidak menjadi penyanyi daripada mengikuti perkataan orang hina sepertimu," Melati menghina Candra, Melati memandang Candra dengan sangat jijik


__ADS_2