SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 57. Tuan Jono pemilik perusahaan ini, Candra ketakutan.


__ADS_3

Bab 57. Tuan Jono pemilik perusahaan ini, Candra ketakutan.


Mendengar perkataan Melati yang menghina dirinya, Candra merasa sangat marah dan malu, tangannnya terangkat dan bersiap menampar wajah Melati.


Melati ketakutan dengan wajah yang pucat, dia menutup matanya, menunggu rasa sakit diwajahnya.


Melati membuka matanya karena tidak merasakan rasa sakit menderanya, Melati melihat Jono menggenggam tangan Candra ,Jono memandang Candra dengan wajah yang sangat marah.


Jono dengan secepat kilat berlari saat melihat Melati akan ditampar oleh Candra, Jono menggenggam tangan Candra dengan kekuatan penuh, Jono ingin sekali mematahkan tangan candra, kalau saja tidak ada hukum yang akan menimpanya.


Jono melihat kearah Candra dengan amarah didalam hatinya," aakkhh, lepaskan, sakiitt," Candra menggeram karena merasakan tangannya hampir dipatahkan oleh Jono.


Melati yang melihat Jono ada didepannya, seketika Melati memeluk Jono, tubuh Melati bergetar didalam pelukan Jono, Jono mengerti Melati sedang menahan tangisannya.


Jono menatap Candra, Jono menambah kekuatan tangannya dan membuat Candra menggeram kesakitan," Tanganmu yang kotor ini ingin menampar wajah kekasihku, apakah lebih baik aku patahkan saja tangan busuk ini," iblis bagaikan merasuki jiwa Jono sekarang.


Asisten Candra mencoba membebaskan Candra dari genggaman tangan Jono," lapaskan tanganmu dari tuan Candra, jangan sakiti tuanku," sang asisten yang bernama Wawan mencoba memberi Jono sebuah pukulan.


Jono dengan sigap menghindar,"buagh," Jono seketika menendang Wawan dengan sekuat tenaga, dia tidak memberikan ampun kepada Wawan, karena Wawan berkomplot menganiaya Melati.


Wawan terpental membentur tembok, darah megalir dari mulut Wawan karena kerasnya tendangan Jono, Wawan tidak bisa berdiri lagi.


Melihat Wawan terkapar, Candra menjadi takut, dia akan bernasib sama dengan Wawan, Candra mulai mengancam Jono," lepaskan aku orang miskin, aku bisa membuatmu menyesal telah menyakitiku, akanku laporkan kamu kepolisi karena menyakitiku dan asistenku,", Candra mengira Jono miskin karena Jono sekarang mengenakan seragam Babufoodsnya, apalagi dia melihat makanan yang dibungkus kotak tergeletak di pintu masuk ruangan audisi.

__ADS_1


Jono melihat Candra dengan sinis," siapa kamu, kenapa aku harus takut kepadamu, bagiku kamu hanya semut yang bisa kuinjak-injak," Jono semakin muak melihat wajah sombong Candra kepadanya.


Candra mendengar perkataan Jono tertawa terbahak-bahak," aku semut?, hahahahaaha, aku adalah direktur diperusahaan ini, aku memiliki koneksi yang luas, aku juga sangat kaya, kamu hanya seorang babufoods miskin, berkacalah sebelum berbicara," Biarpun tangannya terasa mau patah, Candra tetap berusaha menghina Jono.


Sedangkan Diluar pintu ruangan audisi Anton asisten pribadi Arthur sedang bersama Arthur menuju keruangan audisi karena mereka ingin melihat hasil audisi untuk penyanyi yang akan mereka orbitkan, Arthur menerima satu peserta bernama Melati karena suara yang sangan indah dan merdu.


Arthur menyuruh Candra untuk mengaudisi ulang Melati untuk menilai seberapa bagus Melati dalam bernyanyi, Arthur dan anton membuka pintu ruangan audisi.


Arthur dan Anton melihat didalam ruangan audisi sudah kacau balau, Anton melihat sepuluh kotak makanan tergeletak didepan pintu ruangan audisi.


Mereka berjalan kedaam ruangan, mereka melihat Candra memasang wajah kesakitan dalam gengaman tangan Jono.


Anton berkata," Bos itu pengantar makanan yang membawa pesanan makanan kita, dia menghajar Wawan sampai berdarah,saya kita akan menelpon polisi sekarang," Anton melihat Wawan tergeletak dengan mulut berdarah, Anton segera mengambil handphone dari kantong celananya.


Arthur melihat siapa yang berani membuat masalah diperusaan yang dipimpinnya, kalau pemilik perusahaan yang baru melihat kejadian ini dia akan dipecat karena tidak bisa membereskan kekacauan yang terjadi.


Anton berkata ditelepon," Halo pak polisi, saya mau melaporkan...." seketika Arthur mengambil handphone Anton dan mematikan panggilannya.


Wajah pucat Arthur tidak juga hilang," apa yang kamu lakukan Anton!!!, kamu hampir membuatku mati, tidakkah kamu tahu siapa yang ingin kamu laporkan!!!!," Arthur takut Jono mendengar Anton ingin melaporkan Jono kepada polisi.


Setelah berkata kepada Anton, Arthur segera berlari menghampiri Jono, Arthur melayangkan tendangan kepada Candra, tepat mengenai wajah menjijikan Candra.


Candra terpelanting, dia mencium lantai dengan sangat keras, hidungnya patah, dengan darah mengalir dari hidungnya.

__ADS_1


Candra segera berdiri," siapa kamu, beraninya menendangku," Candra membentak Arthur, kepalanya pusing sampai tidak melihat wajah Arthur dengan jelas.


Setelah penglihatannya menjadi jelas, Candra melihat Arthur memandangnya dengan sangat dingin, seakan ingin menghajarnya sampai mati, tubuh Candra merinding ketakutan saat melihat ekspresi wajah Arthur.


Arthur segera melihat kearah Jono, karena Candra tidaklah penting baginya, karena dia tahu masalah ds


dengan Jono jauh lebih penting dari apapun.


Arthur membungkukan badannya dengan ketakutan," Tuan Jono, nama saya Arthur, bolehkan saya tahu ada masalah apa disini, sampai membuat tuan Jono marah, kalau ada yang membuat tuan Jono merasa marah, mohon beritahu saya," Arthur sangat tahu Candra membuat masalah dengan Jono, tapi dia tidak tahu akar dari masalahnya.


Jono berkata sarkasme kepada Arthur," jadi kamu yang bernama Arthur, beginikah caramu mengatur perusahaan, lebih baik kamu pergi dari perusahaan ini, aku tidak mau kamu menjadi Ceo disini," Jono sangat benci dengan kinerja Arthur diperusahaan.


Arthur sangat ketakutan mendengar perkataan Jono," tuan Jono, jangan pecat saya, saya tidak tahu kesalahan saya, mohon beritahu apa yang membuat tuan Jono marah, saya mohon pertimbangkan kembali keputusan tuan Jono," Arthur melirik Candra dengan dingin, dia tahu Candra membut Jono sangat marah sekarang.


Jono menujuk kearah Candra," direktur hebatmu mengaudisi kekasihku, dia ingin melecehkan kekasihku dan memaksa kekasihku menemaninya selama satu malam, saat kekasihku menolak, direkturmu yang termormat ini ingin memblokir kekasihku dari dunia hiburan, karena penolakan kekasihku lagi, dia ingin menyakiti kekasihku dan ingin menamparnya,apakah begini caramu memilih seorang direktur perekrutan Arthur?," Jono sangat marah sampai tidak menatap kearah wajah Arthur.


Arthur bergetar ketakutan mendengar fakta yang diucapkan oleh Jono, Arthur mendatangi Candra dan menginjak perutnya dengan sangat keras," Berani sekali kamu ingin melecehkan dan menyakiti kekasih tuan Jono, apakah kamu bosan hidup, tahukah kamu, tuan Jono pemilik seluruh saham perusahaan ini, kamu dipecat dari perusahaan ini jangan menginjakan kakimu lagi diperusahaan," dengan membabi buta Arthur menginjak Candra.


Aetelah puas menginjak Candra Arthur kembali menghampiri Jono," tuan Jono, apakah anda puas dengan semua ini," Arthur takut dia akan segera dipecat juga karena tidak bisa mengurus bawahannya.


Jono dengan mencemooh menjawab pertanyaan Arthur," Cukup?, apakah bagimu ini cukup, dia pasti sudah melakukan cara ini kepada setiap wanita yang mengikuti audisi, selidiki semua sampai tuntas, selidiki apakah ada kecurangan lain yang dilakukan olehnya, aku mau perusahaan bersih dari hama seperti dia," Jono memberi perintah kepada Arthur.


Jono mengetahui Candra melakukan banyak korupsi dengan keampuan mata mesum supernya, ini juga ujian bagi Arthur apakah dia layak menjadi Ceo disini, kalau tidak bisa menangani semua ini, dia harus diganti dengan yang lebih kompeten.

__ADS_1


Mendengar ultimatum dari Jono, Arthur takut dan segera mengangguk," Baik tuan saya akan menyelidiki semuanya sampai tuntas, kalau dia melakukan kepada setiap peserta yang diaudisinya dan melakukan kecurangan kepada perusahaan dia akan dipenjara dalam waktu yang sangat lama," Janji Arthur kepada Jono.


Mendengar perkataan Jono dan Arthur, Candra yang kesakitan dengan mengeluarkan darah dari mulutnya menjadi ketakutan setengah mati, dia akan tamat jika orang mengetahui semua perbuatannya selama ini.


__ADS_2