
Bab 75. Melepas rindu dengan Jani, Rencana penggusuran sekolah.
Setelah 20 menit berkendara dengan kecepatan penuh, Jono segera melihat sekolah Jani diseberang jalan, Jono segera memarkirkan mobilnya disebuah ruko didekat, dia tidak mau membuat kehebohan dengan membawa mobil super mewah kesekolah Jani.
Jono melihat Jani sedang menunggunya digerbang sekolah, Jani sedang membelakangi area datangnya Jono.
Jono pelan-pelan mendekati Jani, setelah sampai dibelakang Jani, Jono segera memeluk Jani,"ahhh, tolong, jangan menyentuhku orang mesum, tolong!,tolong!," Jani berteriak meminta tolong karena tidak tahu Jonolah yang memeluknya dari belakang.
Jono meletakan kepalanya di bahu Jani," Jani, kalau kamu berteriak, mas Jono bisa jadi bergedel sama warga sekitar, mas tidak mau babak belur Jani," kata Jono berbisik ditelinga Jani.
Mendengar suara yang sangat dirindukan, Jani berbalik, Jani melihat wajah tampan Jono didepannya, Jani segera memeluk Jono dengan erat," mas, jangan membuatku takut, aku sangat takut disentuh oleh orang lain, jangan mengagetkan Jani seperti ini lagi ya mas," kata Jani penuh rindu dengan Jono, Jani sangat takut dia disentuh oleh laki-laki lain selain Jono.
Jani kembali nertanya," kapan mas pulang kemalang?, kenapa tidak memberi tahu Jani,Jani sangat merindukan mas Jono," Jani memberi Jono ciuman dipipinya.
Jono membelai pipi Jani," mas pulang kemalang tadi pagi, mas kesini ingin menemui Jani dan menjadi wali sementara Jani menggantikan Bapak," Jono membalas ciuman Jani, Jono mencium kening dari Jani.
Dari kejauhan, seseorang memandang mereka berdua dengan pandangan cemburu," dasar wanita tidak tahu diri, ternyata kamu tidak sesuci yang kukira, kamu bahkan dipeluk oleh seorang seorang pria bahkan berani menciumnya, aku akan merebutmu darinya,tidak ada wanita yang tidak bisa Albert miliki, " kata sang pria misterius yang ternyata bernama Albert.
Inilah pria yang membuat Jani dan Siska berhenti bersahabat dulu, sang playboy bernama Albert, orang paling sombong karena sang ayah merupakan seorang yang cukup kaya.
Perusahaan tempat ayah Albert bekerja memiliki kerjasama dengan Malang properti, karena inilah dia sangat sombong.
__ADS_1
Ayah dari Albert Bekerja sebagai direktur diperusahaan yang bergerak dibidang konstruksi, walaupun berskala menengah, karena bekerja sama dengan Malang Properti, perusahan ayah Albert bekerja perlahan naik menjadi perusahaan besar, perusahaan ini membantu pembangunan proyek dari Malang properti, nilai dari kekayaan bersih ayah Albert sekitar 30 miliar rupiah.
Albert berusaha menahan amarahnya, dia segera masuk kedalam sekolah, dia akan menghancurkan pria yang memeluk Jani, dan akan membuat Jani bertekuk lutut kepadanya.
Setelah Albert masuk kedalam sekolah, Jono dan Jani begandengan tangan untuk memasuki kawasan sekolah, mereka merasakan perasaan bahagia, karena kerinduan mereka terobati sekarang.
Didalam ruangan kepala sekolah.
Kepala sekolah mengumpulkan semua guru disana," ada yang harus saya sampaikan kepada para guru sekalian, sekolah ini akan dibongkar besok untuk dibangun sebuah Hotel, saya sudah berusaha untuk membujuk perusahaan pemilik tanah untuk menjual tanah ini kepada kita,tapi harga tanah ini sangat mahal, kita hanya seorang guru, ini hanyalah sekolah swasta, kita tidak bisa melakukan apapun sekarang,jadi kita akan memberitahu kepada semua murid dan walinya bahwa sekolah akan dirobohkan besok," Sang kepala sekolah yang bernama Santo memberikan pengumuman kepada semua guru, wajah Santo sangat sedih saat berbicara.
Semua guru merasa terkejut dan takut, mereka takut akan kehilangan pekerjaan, mereka kebanyakan merupakan seorang guru honorer.
Seorang guru bertanya," apakah tidak ada cara lain selain pembongkaran, perusahaan apa yang memiliki tanah ini sekarang, apakah tidak ada cara lain selain pembongkaran dari sekolah ini," Sang guru bertanya dengan sedih.
Sang guru yang bernama muklis mengingat sesuatu," Pak santo, saya mengingat seorang murid bernama Albert, Albert selalu mengatakan ayahnya sangat mengenal Jaka,Ceo malang Properti, apakah kita bisa meminta pertolongan dari ayah Albert, untuk menjual tanah ini dengan lebih murah atau setidaknya menunda pembongkaran sampai kita mendapatkan investor untuk membeli tanah sekolah ini," usul dari Muklis.
Ayah Santo merupakan pemilik sekolah ini dulu, ayah Santo membangun sekolah bersama seorang juragan tanah, karena jurahan tanah terlilit hutang, tanan dari sekolah ini dijual, kare hal itumasalah ini bisa terjadi.
Santo menerima usulan dari muklis," pak Muklis, saya menerima usulan dari anda, saya harap mereka bisa membantu, setidaknya menunda pembongkaran sampai kita mendapatkan investor untuk membeli tanah ini kembali," Mereka segera membuat pengumuman untuk semua murid dan walinya berkumpul diaula sekolah.
Disisi lain, Jono dan Jani sedang berada dikantin, mereka sedang sarapan, Jono belum sarapan dari tadi pagi, rencananya Jono ingin sarapan divilla orang tuanya, karena masalah disekolah Jani, dia menunda kembali sarapannya, Jono akhirnya dapat sarapan bersama Jani dikantin sekolah, Jani tidak ada kelas sekarang, karena semua guru sedang rapat penting diruangan kepala sekolah.
__ADS_1
**pengumuman, pengumuman, semua murid dan walinya, harap berkumpul diaula sekolah, ada pemberitahuan penting yang harus diumumkan kepada setiap siswa dan walinya, terima kasih,**, suara pemberitahuan bergema diseluruh sekolah.
Jono dan Jani segera menyelesaikan sarapan mereka, mereka berdua berjalan bersama menuju kedalam aula sekolah, aula yang sangat luas dan dapat menampung ribuan orang.
Mereka melihat ribuan siswa dan walinya berkumpul didalam aula, diatas panggung Aula berdiri Kepala sekolah Santo bersama semua guru, wajah mereka menunjukan kesedihan dan tekanan yang sangat besar.
Segera semua murid dan walinya sudah berkumpul, aula sangat ribut dengan perbincangan tentang pertemuan ini," harap tenang, kami akan mengumumkan sesuatu yang sangat penting, ini menyangkut tentang masa depan murid disini," suara Santo bergema dari mikrofon, Segera aula menjadi sunyi setelah Santo berbicara.
Setelah semua kembali hening Santo kemudian berbicara," para murid dan walinya sekalian, saya akan mengumumkan berita buruk, bahwa besok sekolah ini akan mengalami pembongkaran, mungkin sekolah ini akan dipindahkan atau mungkin akan ditutup karena tanah dari sekolah ini telah dijual oleh pemilik sebelumnya, saya sangat menyesal dengan kejadian ini, untuk murid yang masih dikelas 1 dan 2 saya akan usahakan untuk berpindah kesekolah lain, tapi untuk siswa kelas 3 saya akan memikirkan cara, karena masalah ujian nasional akan dilakukan 2 hari lagi, sekolah ini tidak mungkin melakukan ujian nasional karena sekolah akan dibongkat besok, mohon maafkan atas ketidakmampuan saya dalam memimpin sekolah ini," Santo menundukan kepalanya, dia merasa gagal menjadi seorang kepala sekolah.
Seketika suara ribut dan panik memenuhi aula, para murid panik dengan nasib mereka dan para wali dari murid takut dengan masa depan dari anaknya.
Seorang wali berkata," kemana anak kita akan pergi, apakah tidak ada cara lain, ini akan mengganggu perkembangan anak kita, saya mohon carikan kami cara pak Santo, jangan menelantarkan murid seperti ini," kata seorang wali takut dengan nasib anaknya.
Seorang murid Juga berkata," saya sudah kelas tiga sekarang, kemana kami harus melakukan ujian nasional, bisa hancur semua harapan saya kalau saya tidak lulus hanya karena tidak bisa mengikuti ujian nasional," semua murid berteriak ketakutan karena masalah ini.
Semua orang tua murid merasa marah, mereka sangat memikirkan bagaimana masib anaknya,teriakan protes terus berdatangan dari seluruh murid dan walinya.
Melihat suasana semakin ricuh Santo seketika berkata," saya tidak bisa melakukan apapun sekarang, tanah ini sudah dijual kepada Malang Properti, mereka bersikeras ingin membongkar sekolah untuk membangun Hotel diatas tanah ini, mereka mau bernegosiasi untuk menjual tanah ini asalkan dengan harga yang cocok, kalau misalnya ada yang memiliki ide, tolong sampaikan, kami akan berdiskusi disini," kata Santo kepada semua orang.
Jono berencana maju kepanggung untuk membantu sekolah ini, Masa depan Janinya dipertaruhkan disini, Saat Jono akan mulai berjalan, seseorang sudah tiba diatas panggung.
__ADS_1
Albert naik keatas panggung bersama ayahnya Roberto," pak kepala sekolah Santo, nama saya Albert dan ini ayah saya Roberto, ayah saya bekerja diMurni konstruksi, sebagai seorang direktur disana, perusahaan kami dan perusahaan Malang Properti memiliki hubungan kerjasama yang sangat baik, mereka pasti memenuhi permintaan kami asalkan permintaannya tidak berlebihan, saya akan membantu anda mendapatkan keringanan untuk menunda pembongkaran sekolah, ayah saya akan meminta sekolah ditunda pembongkarannya," Mata Albert melirik kearah Jani dengan pandangan Bernafsu.
Jono melihat pandangan Albert kepada Janinya, dia menggunakan mata mesum supernya untuk melihat kearah Albert, seketika Jono merasakan kemarahan saat mengetahui status dari Albert.