
Bab 97. Lelang berakhir, Wang Jing pingsan.
Lelang sudah memasuki tahap akhir, dua batu terakhir menjadi rebutan dari seluruh tamu undangan didalam aula, Wang Jing sangat meninginkan batu yang ada didepannya, dia melihat kearah Victor, mengharapkan pendapatnya tentang batu kembar yang ada dipanggung.
Victor melihat dengan pandangan tajam kearah batu diatas panggung," tuan Wang Jing, menurut pengalaman saya, batu ini kemungkinan memiliki giok yang sangat berharga didalamnya, anda akan mendapatkan banyak keuntungan jika mendapatkan kedua batu kembar ini," Victor sangat percaya diri dengan perkataannya, padahal dia hanya berkata dengan sembarangan.
Wang Jing sangat bersemangat mendengarkan perkataan Victor, dia bertekad unyuk mendapatkan batu kembar ini, bahkan kalau harus menghabiskan seluruh uang yang dimiliki olehnya.
Wang Jing segera melakukan tawarannya," saya Wang Jing, menawar 1,5 miliar pataca macau," kata Wang Jing dengan sangat keras.
Jono melihat Wang Jing melakukan penawaran, Jono segera berteriak," saya menawar 1,6 miliar pataca macau," kata Jono dengan santai.
Wang Jing sangat marah, Jono kembali ingin merebut batu yang diinginkannya," saya menawar 1,7 miliar pataca macau," kata Wang Jing dengan nada yang sangat marah, dia melotot menatap kearah Jono.
Jono hanya menaikan harga dengan santai," saya menawar 2 miliar pataca macau, pak tua, apakah kamu semiskin ini sampai tidak bisa melawan harga yang aku tawarkan?," kata Jono dengan pandangan meremehkan kepada Wang Ling.
Wang Jing merasa terpancing, dia berencana menghancurkan Jono, dia akan menawar 3 miliar setelah Jono menaikan harganya lagi, dia akan berhenti, dia akan membuat Jono bangkrut," saya menawar 3 miliar pataca macau, kalau kamu berani, naikan kembali hargamu bocah," Wang Jing memasang perangkapnya.
Jono hanya berkata," selamat tuan Wang Jing, anda mendapatkan batu yang sangat bagus, saya berharap keberuntungan menyertai anda," kata Joni dengan senyum merekah, melihat senyuman Jono, Wang Jing merasakan sebuah firasat buruk akan mendatanginya.
Wang Jing langsung meledak marah," aku batal membeli batu ini, bocah sialan, aku akan menghancurkanmu kalau keluar dari tempat ini," kata Wang Jing dengan sangat marah, dia merasa ditipu oleh Jono.
__ADS_1
Seorang pria paruh baya keluar saat mendengar perkataan Wang Jing yang membatalkan tawaran lelangnya," Wang Jing, berani sekali kamu membatalkan sesuatu yang sudah kamu tawar, apakah kamu ingin membuatku marah, maka tidak akan ada tempat untukmu dimacau," kata seorang dengan pandangan marah menatap Wang Jing.
Wajh Wang Jing seketika menjadi pucat, dia melihat kearah pria paruh baya itu," tuan Jiang Meng, saya tidak berani, saya akan membayar batu yang saya tawar, mohon maafkan saya, saya mengaku bersalah," Wang Jing sangat takut melihat kearah Jiang Meng.
Jiang Meng merupakan pemilik dari rumah lelang Dragon Scale Rock, dia juga menjadi pemimpin seluruh mafia dimacau, semua orang dimacau sangat menghormatinya.
Dia juga pemilik perusahaan pengeksplor giok dari macau keseluruh dunia, siapapun yang ingin berbisnis didunia giok dimacau, tidak boleh memiliki masalah dengan Jiang Meng kalau ingin usahanya menjadi stabil.
Semua terdiam melihat Jiang Meng berbicara, mereka sangat takut Jiang Meng akan mengamuk, semua orang sangat tahu seberapa mengerikannya Jiang Meng.
Karena semua kembali hening, Franco sang narator kembali berbicara," karena tidak ada yang menawar lagi, saya akan menghitung muiai sekarang, satu, dua, tiga, selamat meja Vio no.1 mendapatkan 2 batu lelang terakhir kami dengan harga 3 miliar pataca macau," kata Franco dengan penuh semangat.
Lelangpun selesai, Wang Jing memenangkan 2 batu terakhir dilelangdia bersemangat ingin segera memotong batu yang didapatkan olehnya.
Karena hanya Wang Jing dan Jono saja yang membeli batu dipelelangan, Hanya mereka yang memiliki batu yang siap dipotong.
Wang Jing segera menuju kedepan," Tuan Jiang Meng, saya ingin memotong semua batu milik saya, apakah bisa?," kta Wang Jing dengan penuh hormat.
Jiang Meng mengangguk," batu mana yang ingin anda potong,?" Kata Jiang Meng melihat kearah Wang Jing.
Wang Jing menyerahkan semua batu miliknya," ini semua tuan, mulailah dari batu yang ini , sampai terakhir batu yang ini," kata Wang Jing mengurutkan batu dari nomor 3 3 sampai nomor 10 yang dibeli olehnya dipelelangan, minus momor 2 dan 8 karena sudah dibeli oleh Jono, dan batu no.1 yang didapatkan oleh meja vip no.2.
__ADS_1
Sang pemotong batu mengambil batu nomor 3, dia memotong dengan sangat teliti," batu kosong, tidak berisi apapun," kata sang pemotong batu kepada Wang Jing.
Wang jing menjadi pucat mendengarnya, dia menghabiskan banyak uang hanya untuk batu kosong," baik potong kembali batu mikikku yang ini," kata Wang Jing masih penuh percaya diri.
Sang pemotong kembali mengambil batu milik Wang Jing," ini kosong, ini juga kosong, ini kembali kosong," kata sang pemotong berturut-turut, Wang jing semakin pucat, dia merasakan firasat buruk, dia akan mengalami kebangkrutan sebentar lagi.
Semua batu miliknya kosong, Wang Jing melihat dua batu terakhirnya dia menyerahkannya dengan tangan gemetar," ini batu terakhirku, tolong hati-hati dalam memotongnya, ini batu yang sangat mahal, datu batu ini seharga 1,5 miliar pataca macau," kata Wang Jing dengan takut, kalau batu ini juga kosong, maka dia akan segera bangkrut.
Sang pemotong menganggukan kepalanya, dia mengambil batu milik Wang Jing, dia memotong dengan sangat pelan takut membuat kesalahan dalam pemotongannya, setelah batu dipotong, semua tercengang," ini batu giok kelas rendah, berat hanya berkisar 100 gram, harga totalnya mungkin hanya sekitar 1 juta pataca," kata sang pemotong batu dengan kecewa.
Wang Jing bagai disambar petir, dia membeli satu batu ini seharga 1,5 miliar pataca macau, tapi isi dari batu ini hanya batu giok kualitas rendah, bahkan harganya hanya 1 juta pataca macau saja.
Tubuh Wang Jing berkeringat dingin, wajahnya menjadi pucat, dia menyerahkan batu terakhirnya, batu yang sama dengan batu yang dipotong tadi," ini batu yang sama dengan batu yang baru saja dipotong tadi, batu ini juga bernilai 1,5 miliar, hati-hatilah dalam memotongnya," kta Wang Jibg dengan wajah pucat, dia hanya memiliki satu harapan terakhir dari batu ini.
Sang pemotong batu kembali memotong batu dengan sangat teliti, detik demi detik berlalu, terasa sangat lama bagi Wang Jing, kalau batu ini juga sampah, dia akan hancur, dia akan menjadi sangat miskin, dia akan mengakami kebangkrutan.
Pemotongan batu selesai, sang pemotong hanya menggeleng kecewa," batu ini sama, berisi giok kualitas rendah, tapi giok ini memiliki berat 200 gram, harga total dari giok ini adalah 2 juta pataca macau," kata sang pemotong batu dengan jujur.
Wang Jing bagai disambar petir, total dia menghabiskan 4 miliar pataca macau dalam lelang ini, tapi dia hanya menghasilkan 3 juta pataca macau, dia akan mengalami kebangkrutan, dia hampir pingsan melihat kerugian yang diderita olehnya.
Jono hanya bisa tertawa," hahahahha, 4 miliar hanya mendapatkan 3 juta pataca macau, selamat tuan Wang Jing atas hasil panennya, saya sangat iri dengan keberhasilan anda," Jono tertawa dengan sangat keras.
__ADS_1
Wang Jing akhirnya pingsan karena tidak bisa menahan tekanan kebangkrutan dan kemiskinan, Wang Jing segera dibawa kerumah sakit dengan ambulance yang sudah tersedia disana.
Kalau kalian bertanya kenapa ada ambulance disana, itu wajar, karena banyak tamu yang syok saat memotong batu yang dibelinya adalah batu sampah, jadi Jiang Meng menyiapkan ambulance sebagai transportasi menuju kerumah sakit, bagi tamu yang yang pingsan usai memotong batu yang dibeli oleh mereka.