
Bab 21. Wanita arogan, kemarahan Jono.
Menunggu beberapa Saat pelayan toko Channel membawa 30 paperbag," Tuan saya telah membungkus semuanya ada 30 tas yang dipajang disini, total dari harga semua adalah 20 miliar, mau cash atau kredit tuan," kata sang Pelayan toko.
Jono mengeluarkan dompetnya," gesek saja kartuku," masih dengan kartu warna warni Jono membayar tagihannya, walaupun pelayan Toko merasa tidak percaya, dia tetap menggesek kartu tersebut.
**Ding....Pembayaran berhasil**, bunyi dari mesin atm.
Sang pelayan menyerahkan kembali dengan hormat kartu itu kepada Jono," terima kasih tuan telah berbelanja ditoko kami, ini tuan kartu anggota tertinggi kami, anda akan mendapat perlakuan tertinggi dan diskon saat berbelanja disini," kata sang pelayan dengan gembira, dia akan mendapat bonus minimal 100 juta dari penjualan ini.
Jono menerima kartu itu," terima kasih mbak, saya terima kartu ini, saya akan datang lagi kapan-kapan, bisa kirimkan semua belanjaan saya ke alamat ini, ini 20 juta untuk mengantarkan barang saya," Jono menyerahkan alamat rumah orang tuanya,dan menyerahkan uang tunai 20 juta sebagai ongkos kirim.
"Siap tuan, saya akan mengirimkan semua baranh ini dengan aman dan sampai ketujuan," sang pelayan berjanji.
Jono dan Jani keluar dari Toko channel, mereka berbelanja di berbagai toko, Jono memaksa Jani menerima semua yang dia berikan dengan alasan ingin membahagiakannya, dengan terpaksa Jani menerimanya.
Mereka berbelanja sampai menghabiskan 100 miliar, semua barang dikirim ke rumah orang tua mereka, pasti orang tua mereka kaget bukan main dengan semua barang tersebut.
Setelah lelah berbelanja, Jani merasa sangat haus," kak, Jani haus, pengen eskrim," kata Jani memelas seperti anak kucing, kalau begini Jono tidak bisa menolak keinginan Jani.
Jono menggandeng tangan Jani dan mendudukannya di kursi untuk duduk yang ada di mall tersebut," siap tuan putri, tunggu disini pangeran akan membelikan eskrim terlezat disini untuk tuan putri," Jono berlari sekuat tenaga menuju tempat penjualan eskrim.
Sambil menunggu Jono membeli eskrim, Jani melihat-lihat etalase sebuah toko perhiasan, tiba-tiba ada yang menubruknya sampai Jani jatuh dan kakinya terkilir.
Jani berteriak kesakitan," akhhh," kaki Jani kesakitan sampai dia menangis.
__ADS_1
Yang menubruk Jani adalah wanita seumurannya bernama siska," hei ******, kenapa kau disini, sakit ya, hahahahaha, itulah akibatnya karena kecentilan, gebetanku mengacuhkanku karena kamu, dasar wanuta tidak tahu diri,miskin tidak tau diri," siska tertawa dan menghina Jani sebagai wanita tidak tahu diri.
Jono yang berlari kembali menuju ke tempat Jani dengan membawa eskrim, dia tidak melihat Jani di bangku yang diduduki Jani, dia mencari Jani dengan panik, saat melihat ada keramaian dia mendekati keramaian itu.
Dia melihat Jani menagis dengan kaki memar biru karena terkilir, Jono seketika sangat marah ketika dia mendengar seseorang memaki Jani.
Jono mendekati Jani dan memeluknya," tidak apa-apa kakak disini, siapapun yang menyakitimu harus menerima hukumannya," Jono seketika berdiri setelah memeluk Jani.
Dia meneriaki Siska dengan amarah yang meluap," siapa yang kau maki hah!!!!, berani sekali kau memaki adikku," bentak Jono dengan mata yang merah.
Siska yang dibentak didepan umum juga membentak Jono," Kau kakak si ****** inikan, dia berusaha merebut gebetanku, dia kegatelan dengan gebetanku, apa sebutannya kalau bukan ******," siska kembali menghina Jani dengan sebutan tidak tahu diri.
Jani berdiri dengan tertatih, dia takut Jono berfikir dia seperti yang dikatakan Siska tentangnya, Jani memeluk Jono dari belakang," kak, aku tidak seperti itu, albert mengejar-ngejar aku kak, aku sudah selalu menolaknya dia tetap mengejarku, aku sudah jatuh cinta kepada orang lain kak, Kakak percayakan kepada Jani," kata Jani menjelaskan masalahnya.
Jono cemburu Jani sudah mencintai orang lain, tapi dia akan berusaha membuat Jani berbalik mencintainya," kakak selalu percaya kepada Jani, siapapun yang menyakiti Jani harus menanggung akibatnya," kata Jono menenangkan Jani.
Siska menyeringai sinis," menyeretku?, apa kau tau siapa aku?, aku anak dari direktur yang mengurus mall ini, Nama papaku adalah jake," kata Siska bangga.
Siska menelepon ayahnya," pa, bawakan aku 5 satpam kesini, ada anak miskin yang menggangguku disini seret dia keluar pa," Siska berbicara dengan papanya lewat telepon.
Dengan marah jake memanggil 5 satpam dan menyuruh mereka menghajar orang yang mengganggu anaknya.
5 satpam sampai ditempat Jono," ini dia hajar dia dan buang dia dari mall ini," Siska menunjuk Jono dengan tangannya.
Jono sangat marah di mallnya sendiri seseorang berani menyuruh satpam menghajarnya, dengan ganasnya Jono melumpuhkan ke 5 satpam tersebut.
__ADS_1
Buaghh,buaghhh,buuaghhh
Jono menghajar kelima satpam sampai tidak bisa berdiri lagi, Jono dengan geram mengambil hpnya didalam saku celananya dan mencari nomor Johan, setelah mendapatkan nomor Johan, jono menelponya.
Jono berkata dengan dingin"Johan, beginikah caramu mengurus bawahanmu, suruh Jake direktur yang mengurusTrisula mall cabang Malang menemuiku dilantai 1 mall, aku tunggu 5 menit, kalau tidak sampai, tau sendiri akibatnya," Jono langsung menutup teleponnya.
Johan berkeringat dingin mendengar suara Jono yang sangat dingin," sialan kau Jake, kenapa sampai kau menyingggung tuan Jono," Johan langsung menelepon Jake dan memaki Jake ditelepon.
Siska mendengar perkataan Jono hanya tertawa sinis," hahahaha, kau mengenal Johan ceo Trisula Grup, Jangan bermimpi!!, caramu menggertak sangat lucu, aku tidak bisa berhenti tertawa," Siska tertawa terbahak-bahak, tapi dia langsung pucat saat melihat ayahnya lari dengan sangat cepat sampai jatuh terpelanting.
Jake berlari mendekati Jono dan menundukan wajahnya," tuan Jono, maaf saya tidak tau tuan datang kesini dan tidak menyambut tuan saat mengunjungi mall ini," Jake takut Jono marah karena tidak menyambutnya, tapi Jake tidak tau masalah ini lebih besar dari hal tersebut.
Jono menatap Jake dengan ," oh, ternyata anda yang bernama Jake, putri anda sangat membanggakan anda dan dia menyakiti adikku dan menyebut adikku tidak tahu diri, dia bahkan menelponmu untuk memukuliku sampai babak belur," tatapan Jono semakin dingin menatap Jake,Jono menunjuk Siska yang ada dibelakang Jake.
Jake melihat kebelakang dan melihat Siska beserta 5 satpam yang disuruh untuk menghajar Jono tergeletak di tanah," siska, apakah orang yang ingin kau hajar tuan Jono, kau membunuhku Siska, Tuan Jono adalah pemilik saham terbesar Trisula grup, jadi mall ini adalah miliknya," kata Jake kepada Siska.
Jake berlutut di depan Jono," tuan Jono maafkan saya, saya tidak bisa mengajari anak saya tata krama dan sopan santun, saya mohon jangan pecat saya, saya akan mendidik anak saya dengan lebih baik," Jake menyeret Siska kedepan Jono.
"Minta maaf ke tuan Jono, berlutut sampai tuan Jono memaafkanmu," bentak Jake kepada Siska.
Siska sangat takut terhadap Jono," tuan Jono jangan pecat papaku, aku yang salah aku yang tidak tahu diri,maafkan aku dan ayahku tuan," Siska berlutut dan memohon kepada Jono, tetapi Jono hanya terdiam.
Siska putus asa tapi melihat Jani disana, Siska mendatangi Jani," Jani, mohon maafkan aku, aku yang ****** Jani aku yang tida tahu diri,, hukum saja aku, jangan papaku, dia bekerja sangat jujur dan selalu giat dalam bekerja, jangan hanya karena aku ayahku harus menanggung kesalahanku,mohon maafkan ayahku Jani," Siska memohon dengan sangat, dia menyesal, karena cemburu dia menghancurkan papanya.
Jani membangunkan Siska yang berlutut didepannya," aku memaafkanmu siska, aku akan berbicara dengan kakakku, dulu kita bersahabat Siska karena masalah pria kamu memusuhiku, aku akan berbicara dengan kakakku," Jani berusaha berjalan mendatangi Jono.
__ADS_1
Dulu Jani dan Siska bersahabat baik, tapi karena masalah pria Siska memusuhi Jani, siska menyesal akan perlakuannya kepada Jani.