
Bab 108. Makan dipasar, Masalah datang saat makan.
Jono dan Tari menuruni bianglala, Steve menunggu dengan sabar dibawah bianglala, Steve menghela nafas, meratapi nasibnya menjadi Jones, alias Jomblo ngenes" ibu-ibu, bapak-bapak siapa yang punya anak bilang aku, aku yang tengah malu pada teman-temanku karna cuma diriku yang tak laku-laku," Steve menyanyi dengan suara yang sumbang, meratapi nasibnya menjadi obat nyamuk bagi Jono dan Tari.
Jono mendengar nyanyian Steve, dia memberi semangat," pak Steve, saya mengerti perasaan anda, saya pernah berada diposisi anda sekarang, semangatlah, anda akan mendapatkan wanita yang sungguh mencintai anda nanti, anda masih muda, karena anda pengawal pribadi saya, ikutlah kuliah bersama saya nanti, anda mungkin mendapatkan belahan jiwa anda disana nanti," Jono mengingat betapa tidak enaknya menjadi obat nyamuk, dia mengerti bagaimana perasaan Steve sekarang.
Steve memang ingin melanjutkan pendidikannya, dia tidak bisa bersekolah dengan biasa karena kekurangannya dahulu, karena Jono ingin berkuliah lagi, maka Steve akan mengikuti Jono untuk berkuliah, umur tidak akan menjadi masalah saat melanjukan sebuah pendidikan.
Steve mengangguk," saya mau tuan Jono, tapi saya tidak memiliki ijazah yang pantas untuk mengikuti perkuliahan, ijazah saya hanya ijazah SLB(Sekolah luar biasa), apakah bisa saya saduk sebuah universitas dengan ijazah saya?," tanya Steve dengan pelan.
Jono mengangguk," tidak ada yang akan menghalangi seseorang melanjukan pendidikannya, saya akan mengaturnya untuk anda nanti," kata Jono dengan penuh percaya diri.
Sterve mengangguk, dia percaya dengan Jono, Jono bahkan bisa menyembuhkan dirinya, apalagi hanya memasukan dirinya kedalam universitas, Jono pasti dengan sangat mudah melakukannya.
Karena hari sudah menjelang sore, perut mereka menjadi sangat lapar, Jono berencana mengajak Tari untuk makan disebuah restoran mahal, Tapi Tari menolaknya, dia ingin makan dipasar didekat sana, karena Tari ingin merasakan makanan yang disediakan didalam pasar.
Jono mengiyakan keinginan Tari, dia ingin menuruti semua permintaan yang diinginkan olehnya, Mobil berhenti diparkiran pasar, Jono,Tari dan Steve keluar dari mobil, mereka berjalan menuju kepasar yang ada disana
Tari berjalan dengan penuh semangat, Tari membeli setiap makanan makanan yang dilihatnya.
Tari makan dengan begitu lahapnya, Jono juga ikut makan dengan Tari, senyum Tari merekah, dia sangat bahagia menghabiskan waktu berkencan dengan Jono, bagi mereka bahagia itu sederhana, bisa menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai merupakan kebahagiaan yang sesungguhnya.
__ADS_1
Steve hanya bisa menjadi obat nyamuk melihat kemesraan Jono dan Tari, hatinya menangis pilu memikirkan nasibnya sekarang, dia bertekad mencari belahan jiwanya sesegera mungkin.
Jono mengajak Tari duduk disebuah stan penjual Mie, karena hari sangat dingin, dia memesan mie untuk untuk menghangatkan tubuhnya," bu, pesan 3 mie spesial disini, juga saya memesan teh panas 3 ya bu," kata Jono kepada pemilik stan, dia memesan untuk dirinya, Tari dan Steve.
Pemilik stan segera menjawab," baik tuan, pesanan akan segera siap, mohon tunggu sebentar, pesanan anda akan segera siap," kata sang pemilik stan dengan sopan.
sepuluh menit berlalu pesanan Jono sudah selesai dan diantarkan oleh sang pemilik stan," ini tuan, mie pesanan anda, dan ini minuman anda, selamat menikmati hidangan anda, tuan dan nyonya," kata sang pemilik stan dengan disertai senyuman.
Melihat hidangan lezat didepannya, Jono segera mengambil sumpitnya begitupun Tari dan Steve, mereka bersiap untuk menikmati makanan mereka.
Sebelum Mie berhasil dimakan, sebuah suara menghentikan mereka," wah,wah,wah, ada wanita yang sangat cantik disini, nona makanlah bersama saya, saya bisa memberikan apapun yang anda mau, semua wilayah disini merupakan wilayah kekuasaan saya, tinggalkan saya pria tidak berguna ini," kata seseorang setelah memasuki stan mie, dia datang bersama 10 anggota mafia miliknya.
Tari sangat ketakutan melihat orang didepannya, orang didepannya memiliki tato disekujur tubuhnya, dengan wajah garang dan tubuh yang besar, ini merupakan ciri khusus seorang mafia.
Tari memegang erat tangan Jono, tubuh Tari bergetar menandakan betapa takutnya dia dengan keberadaan Wei Fung yang berada didepannya.
Melihat Tari menjadi ketakutan, seketika amarah Jono bangkit," Pak Steve, patahkan semua kaki dan tangan mereka jangan biarkan mereka semua lolos," kata Jono dengan sangat marah.
Steve segera melaksanakan perintah dari Jono, tendangan Steve mengenai Wei Fung, seketika membuat Wei Fung terpental keluar dari stan penjua mie, anak buah Wei Fung keluar untuk menyrlamatkan Pemimpin mereka.
Pertarungan tidak bisa dihindari, tapi Steve terlalu kuay bagi mereka, seketika diluar terdengar teriakan kesakitan dari Wei Fung dan anak buahnya, suara patah tulang terdengar dari tempat Wei Fung dan anak buahnya.
__ADS_1
Buagh,buagh,buagh, krak,krak,krak.
" akh, akh, akh, ampun," suara kesakitan terdengar dari dari luar, suara meminta pengampunan terdengar silih berganti dari luar, Jono keluar melihat pertarungan berat sebelah antara Steve dengan Wei Fung beserta bawahannya.
Suara pukulan dan patah tulang terus datang silih berganti dengan teriakan," akh, dasar brengsek, apa kau tidak tahu siapa aku, aku Wei Fung, aku wakil ketua mafia pedang iblis, kalian akan mati, karena berani mematahkan tanga dan kakiku, cepat hubungi kakak Weng Cen, minta kakak Wang Cen membawa pasukan kesini untuk menghabisi orang-orang ini," kata Wei Fung kepada bawahannya, mengancam Jono disetiap perkataannya.
Steve berencana menghabisi bawahan yang berusaha menghubungi ketuanya, tapi Jono menghentikan Steve," biarkan dia menghubungi ketuanya, aku ingin melihat seberani apa dia dihadapanku," kata Jono dengan amarah disetiap ucapannya.
Steve berhenti sesuai perintah Jono, kalaupun nanti akan datang banyak orang, dia akan menggunakan nyawanya untuk menyelamatkan Jono.
Jono segera mengambil handphone miliknya, dia menghubungi Jiang Meng,"halo pak Jiang, ini aku Jono, apakah anda mengenal Mafia pedang iblis, mereka mencari masalah kepadaku, datanglah kepasar didekat taman hiburan, saya berada disini, bawalah bawahan anda, karena mereka membawa banyak bawahan untuk mencoba menghabisiku disini," kata Jono dengan tenang.
Jiang Meng segera menjawab," baik tuan Jono, saya akan segera kesana, 10 menit lagi saya akan sampai, berani sekali mafia kecil itu mencari masalah, saya akan menghancurkan mafia mereka, mohon tunggu sebentar tuan Jono," kata Jiang Meng kepada Jono, Jiang Meng dipenuhi amarah kepada Kelompok mafia pedang iblis, segera panggilan berakhir, Jiang Meng segera berangkat menuju ketempat Jono berada.
Wei Fung tidak mendengar pebicaraan Jono ditelepon, karena rasa sakit dari tangan dan kakinya yang patah memenuhi semua pikirannya.
Lima menit berlalu, belasan mobil datang dari luar pasar, sekelompok pria brtato dan berwajah garang keluar dari mobil, semua orang berbaris didepan mobil paling depan, seorang pria paruh baya keluar dari mobil, semua orang bertato dan berwajah garang menunduk didepan pria paruh baya," bos Weng Cen, disini tempat Bos Wei dipukuli, ayo kita habisi orang yang memukuli bos Wei Fung," kata seorang anggota mafia Pedang iblis.
Weng Cen menunjukan wajah marah," berani sekali seseorang membuat masalah didaerah kekuasaanku, dia harus dihabisi, ayo kita masuk kedalam," kata Weng Cen dengan keras, dia ingin menghabisi orang yang membuat masalah diwilayahnya.
Weng Cen beserta bawahannya yang berjumlah 100 orang berjalan bersama memasuki pasar, mereka dipenuhi amarah, tanpa mengetahui siapa yang orang yang akan dihadapi oleh mereka.
__ADS_1