
Bab 29. Mengajak Jani Jalan, Jani tertawa bahagia.
Jono masuk kerumah dengan kunci cadangan yang dibawanya, rumah sepi karena sudah semua sudah tidur, jam sudah menunjukan pukul 1 pagi, Jono menuju kamarnya, dia mandi dan setelah itu pergi tidur.
Keesokan paginya Jono bangun dan melakukan check-in hariannya," Kira buka check-in hari ini," Jono berkata pada kira.
[[Ding...selamat tuan rumah mendapatkan uang 50 miliar, uang akan ditransfer kerekening tuan rumah]], bunyi pemberitahuan kira.
Muncul notifikasi bank, Jono tidak melihatnya karena dia tahu apa isi dari notifikasi tersebut.
Dia melihat ada sms dan telpon dari Tari, memang dia dan Tari setiap pagi saling telpon-telponan , Tari sudah tau Jono berada di rumah keluarganya, dan Tari tidak berani mengganggu Jono terlalu sering.
Jono menelepon Tari" halo Tari, maaf mas baru bangun, Tari ada dimana, mas rindu sama Tari, apa mama eva sudah baikan, mas kembali besok, tunggu mas ya Tari," Jono berkata kepada Tari.
Tari menjawab," mas, Tari Juga rindu sekali sama mas, mama sudah baikan mas, besok sudah bisa pulang, mas kesini ya mama ingin ketemu mas, rindu calon menantu katanya," Jawab Tari dengan nada sangat rindu.
Jono memikirkan hubungannya dengan Tari," Tari, besok ada yang ingin mas beritahu sama Tari, mungkin Tari akan membenci mas setelah itu, tapi mas mohon Jangan tinggalkan mas, mas sangat mencintai Tari," Jono akan berkata sejujurnya kepada Tari tentang perasannya dengan Tari, Jani dan Jessica, dia tidak ingin mereka sakit hati dikemudian hari kalau dia menyembunyikan semuanya.
Tari hanya tersenyum," Mas Jono, Tari tidak mungkin akan membenci mas Jono, Tari sangat mencintai mas Jono, Tari akan memaafkan kalau mas Jono berbuat salah kepada Tari, jiwa dan raga Tari hanya milik Mas Jono," Tari berkata dengan penuh kasih sayang.
Jono merasa bersalah mendengar perkataan Tari," Tari bisa memukul, menampar atau melakukan apapun kepada mas besok, tapi satu hal, jangan tinggalkan mas Tari," Jono memohon kepada Tari.
Tari menolak keinginan Jono," Mas, aku tidak mungkin bisa menyakiti mas, aku akan memaafkan mas apapun yang terjadi, mas aku mau mengambil makanan untuk mama ya mas, aku tutup dulu teleponnya, Jangan berfikir aku akan meninggalkan mas, aku hanya milik mas," Tari berkata dengan lembut kepada Jono.
Jono mengangguk," iya Tari, Jaga mama disana ya, besok mas jemput, mas tutup telponnya," Jono dan tari mengakhiri obrolannya.
Jono mempersiapkan diri, dia akan menghadapi Tari besok, Jono sangat mencintai ketiga wanitanya, apapun yang terjadi dia tidak ingin kehilangan salah satu dari mereka, Jono akan berusaha mendapatkan cinta Jani sekarang.
__ADS_1
Saat Jono akan keluar kamar, teleponnya kembali berbunyi," Halo, apakah ini benar nomor dari tuan Jono" kata orang diseberang telepon.
Jono menjawab," iya dengan saya sendiri, ini siapa," tanya Jono.
Orang diseberang telepon menjawab," tuan Jono saya Jaka, Ceo dari Malang Properti, maaf tuan Jono saya baru bisa menghubungi tuan sekarang, karena saya sedang sibuk mengurus proyek dari Malang Properti, saya baru mengetahui, tuan telah membeli 70% saham kami tadi malam, adakah pesanan tuan Jono untuk perusahaan," Jaka menanyakan pesanan Jono, dia takut Jono akan memecatnya karena tidak menghubungi Jono kemarin.
Jono berkata," tidak ada pesanan khusus, lakukan semua seperti biasa, saya hanya inginkan deviden dari saham saha setiap tahun, tapi tolong siapkan 1 villa untuk keluargaku tinggal, Perusahaan kita memiliki villakan, tolong siapkan sore ini, karena orang tua saya akan pindah nanti sore,dan siapkan juga 2 mobil untuk keluargaku, bisa pak Jaka," Jono meminta disiapkan Villa dan mobil untuk keluarganya.
Jaka berkata," saya akan siapkan semuanya tuan, nanti sore tuan dan keluarga bisa pindah, mobil akan berada divilla nanti," Jaka berkata dengan semangat, dia tidak akan diganti oleh Jono.
Jono senang dengan kinerja Jaka," terima kasih pak Jaka atas kerja kerasnya, saya percaya pak Jaka bisa membawa perusahaan lebih maju lagi, sekali lagi terima kasih," Jono berterima kasih kepada Jaka.
"Pak Jono deviden perusahaan akan dikirim besok pagi, mohon diperiksa laporan keuangan dan kinerja perusahaan di email tuan Jono, kalau begitu saya tutup ya tuan Jono teleponnya, terima kasih atas kepercayaan tuan Jono kepada saya," Jaka sangat senang kinerjanya sangat dihargai oleh Jono.
Jono Berkata," Baik pak saya akan periksa laporannya nanti, oke pak Jaka kita akhiri teleponnya," Merekapun mengakhiri obrolannya.
Jono keluar dari kamarnya, dia melihat keluarganya sedang duduk dimeja makan dan sedang menunggunya.
Jono menatap Jani,"Jani nanti kalau Jani kuliah di Jakarta ya, biar kakak bisa menjaga Jani, setiap liburan kita kesini untuk melihan ibu sama bapak, dijakarta pendidikan lebih baik disana," alasan Jono untuk selalu dekat dengan Jani.
Jani mengangguk," iya kak, Jani juga ingin berkuliah dijakarta, Jani ingin bersama kakak disana, boleh ya bu,pak," Jani melihat ibu dan bapaknya dengan wajah memohon, dia tidak mau jauh dari Jono.
Dahlian dan Joko tersenyum dan mengangguk," baik nak, kami izinkan, tapi setiap liburan kesini ya nak temui kami disini," merek tau Jono dan Jani tidak ingin berpisah.
Dahlia menatap Jono," nak Jaga Jani dengan baik, lindungi dia nak, Kita akan pindah kemana?," Dahlia menyuruj Jono menjaga Jani, dan menanyakan kemana mereka akan pindah.
Jono tersenyum misterius," ada bu, ini rahasia, ini kejutan buat ibu,bapak dan Jani," Jono menjawab dengan misterius.
__ADS_1
Setelah makan Jono memegang tangan Jani," bu, pak, Jono mau mengajak Jani ke taman hiburan, kemarin Jono batal kesana, sekarang Jono mau memenuhi Janji Jono untuk mengajak Jani bermain disana, bu, pak kami permisi," Jono menarik tangan Jani dengan lembut.
Dahlia menyahut," iya nak hati-hati dijalan," kata dahlia.
Joko juga berkata," jaga Jani dengan baik nak," kata Joko.
Joko dan Jani keluar dari rumahnya, Jani melihat Mobil didepannya berbeda dari kemarin," kak mobil kemarin kemana, kok mobilnya beda," Tanya Jani dengan bingung.
Jono lupa dia mengendarai Lykan kemarin, sekarang dia memakai mobil Lamborghini Alpha, jonopun mencoba mencari Jawaban yang masuk akal.
Jonopun mendapatkan jawaban yang baginya masuk akal," Jani, kakak kemarin melihat pengemis dijalan, dia berjalan menuju rumahnya, karena kakak kasian rumahnya jauh,kakak kasih mobil kakak kepada dia supaya dia tidak capek berjalan," kata Jono polos, baginya ini adalah jawaban paling masuk akal baginya.
Jani terdiam mendengar penjelasan kakaknya, sebaik apa kakaknya sampai memberikan pegemis mobilnya, supaya sang pengemis tidak capek saat berjalan.
Jani hanya bisa mengangguk dan coba mempercayai perkataan Jono," jadi ini mobil siapa kak, kenapa kakak membawanya, Jani tidak melihat ada mobil ini disini kemarin," tanya Jani dengan bingung.
Jono mengingat cara membuka mobil ini,dia akan malu kalau dia mengatakan ini adalah mobilnya karena cara membuka mobil ini sangat memalukan," ini mobil teman kakak, kemarin dia meminjamkannya, tapi mobil ini aneh Jani, mobil ini canggih tapi cara membuka pintu mobilnya aneh," Jono mencoba mencari alasan untuk mengurangi rasa malunya nanti.
Jani bingung," aneh gimana kak, kan semua mobil cara membukanya sama saja, pakai kunci pasti pintunya terbuka," Jani hanya tau mobil dibuka pakai kunci bukan pakai sensor suara.
Jono menahan malunya saat menjelaskan kepada Jani," Jani, mobil ini dibuka dengan sensor suara, Jadi ada kata khusus untuk membukanya, karena teman kakak sangat menyukai mobil ini, cara membukanya dibuat aneh oleh dia, Jani jangan ketawa ya saat mendengarnya," Jono berusaha mengingatkan Jani agar tidak tertawa.
Jani mengangguk," oh begitu cara kerjanya, Jani tidak akan tertawa kak, memang seaneh apasih sampai Jani bisa tertawa," Jani merasa itu tidak akan lucu, karena membuka pintu tidak ada lucunya bagi Jani.
Mendengar perkataan Jani Jono merasa lega," baik Jani kakak akan membuka pintunya sekarang," Jono tenang Jani tidak akan tertawa saat dia membuka pintu.
Jonopun berteriak," bim salabim abrakadabra, buka pintunya sayang," Jono berteriak menahan rasa malunya.
__ADS_1
"Bbbb,bwahhhahahahahahah, maaf kak Jani tidak bisa menahannya, hahahaha, aduh sakit perut Jani, seperti alibaba kak pakai mantra buka pintu, lucu sekali hahahaha," Jani tertawa sampai perutnya sakit, ternyata membuka pintu bisa selucu ini.
Jono wajahnya memerah malu, awas kau Kira tunggu pembalasanku.