SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 110. Berangkat keistana kerajaan Macau, Kartu undangan emas.


__ADS_3

Bab 110. Berangkat keistana kerajaan Macau, Kartu undangan emas.


Hari sudah menjelang malam dimacau, Jono dan Tari bersiap-siap untuk pergi keistana kerajaan Macau, mereka sudah selesai berpakaian dan bersiap berangkat menuju keistana.


Tari menggandeng tangan Jono, mereka keluar diikuti oleh Steve, mereka masuk kedalam mobil mereka berdua duduk dikursi belakang, diikuti Steve yang berada didepan sebagai supir pribadi mereka.


Mobil melaju meninggalkan hotel, dengan santai Steve menyetir, membiarkan Jono dan Tari menikmati pemandangan indah kota macau dimalam hari.


Tanpa terasa mereka sampai diistana raja macau, mereka melihat sebuah bangunan yang sangat megah dihadapan mereka, bangunan seluas puluhan hektar dengan penjagaan ketat disetiap sudut bangunan istana.


Jono menyerahkan surat undangan miliknya, setelah diperiksa oleh petugas keamanan, mobil mereka diizinkan masuk kedalam istana.


Mobil mewah dan mahal berjejer rapi ditempat khusus parkir, mulai dari ferrari, lamborghini, Rolls royce dan masih banyak lagi merk mobil mewah didalam parkiran istana.


Setelah mendapatkan tempat untuk memarkirkan mobil, mereka bertiga turun dari mobil, Jono berjalan didepan dengan Tari menggandeng tangannya sedangkan Steve berjalan dibelakang.


Didepan pintu masuk istana, seorang pelayan berugas memeriksa undangan yang dimiliki oleh tamu, Jono mengambil surat undangannya, dia mendatangi Sang pelayan," nona ini surat undangan saya, apakah saya boleh masuk," kata Jono setelah berada tepat didepan sang pelayan, dia menyerahkan surat undangan miliknya.


Sang pelayan meeriksa surat undangan Jono, sang pelayan bingung karena surat undangan Jono ditulis dengan tinta emas, sedangkan tamu yang diperiksa sebelumya hanya berisi tulisan biasa tanpa memakai tinta berwarna emas.


Dengan penuh keraguan, sang pelayan ingin mencari kepala pelayan didalam istana," maaf tuan, karena undangan anda berbeda dari tamu undangan yang lain, saya mohon untuk menunggu sementara disini, saya akan mencari kepala pelayan disini, untuk mengonfirmasi surat undangan milik anda," Kata sang pelayan dengan nada hormat, dia segera berlari kedalam istana, mencari sang kepala pelayan untuk menanyakan keaslian surat undangan milik Jono.

__ADS_1


Seseorang berdiri dibelakang Jono, sebuah suara merendahkan terdengar dari orang itu," menyingkirlah, surat undangan milikmu pasti palsu, jangan menghalangi aku masuk, waktuku tidak banyak untuk menunggu disini," kata seorang pria dibelakang Jono, sang pria memeluk pinggang seorang wanita wanita cantik dan berpakaian cukup terbuka.


Mendengar perkataan orang itu, Jono hanya menjawab dengan santai," undanganku diberikan langsung oleh ratu Ling, apakah menurutmu itu palsu, mungkin undagan milikmulah yang palsu, apalagi kamu mengajak wanita dengan wajah palsu dipelukanmu," kata Jono sarkastik, dia mengatakan wanita dipelukan sang pria melakukan operasi plastik.


Sang pria yang bernama Qian Zang menjadi marah mendengar perkataan Jono," siapa yang kamu bilang berwajah palsu, wanitaku adalah artis papan atas dimacau, dia sudah cantik dari lahir, janga asal bicara, atau kamu akan kutuntut," kata Qian Zang dengan mengancam Jono.


Jono hanya tertawa mendengar perkataan Qian Zang, dia sudah melihat dengan mata superr mesumnya, Qian Zang hanya memiliki kecantikan 50 poin sebelumnya, mata supernya tidak akan pernah bisa ditipu hanya karena wajahnya sekarang berubah.


Jono tertawa dengan sangat keras," hahahaha, namamu Qian Zang kan, direktur dari Macau Entertaiment Public, menjabat sebagai perekrut talenta baru didunia hiburan untuk Macau Entertaiment Public, dan wanita disebelahmu adalah wanita selingkuhanmu yang baru kamu pacari selama 1 tahun ini, dengan jabatanmu, kamu menyalahgunakan kekuasaanmu untuk memacari setiap talenta baru yang bergabung dengan Macau Entertaiment Public," kata Jono dengan sangat misterius.


Dia sudah mengecek siapa Qian Zang dengan mata super mesumnya, dia sangat membenci Qian Zang yang menggunakan kekuasaannya untuk keuntungannya sendiri.


Qian Zang menjadi pucat mendengar perkataan Jono, semua kebusukannya diketahui oleh Jono dengan sangat mendetail," siapa kamu, darimana kamu tahu semua hal itu, rahasiakan segalanya atau kamu akan menerima akibatnya," kata Qia Zang dengan penuh ketakutan.


Qian Zang melihat kearah Pacarnya," Qin Wu, apakah benar semua yang dikatakan orang ini, apakah benar kamu melakukan operasi plastik dulu, jangan berbohong atau kamu akan dikeluarkan dari perusahaan," kata Qian Zang dengan marah.


Qin Wu menjadi pucat mendengar perkataan Qian Zang, dia hanya bisa jujur," sayang, itu memang benar, tapi aku melakukan ini agar aku menjadi cantik, jangan keluarkan aku dari perusahaan," kata Qin Wu dengan ketakutan.


Qian Zang sangat marah dan malu, dia seketika membentak Qin Wu," dasar penipu, jadi selama ini wajahmu ini palsu, aku akan pastikan kamu dikeluarkan dari Macau Entertaiment Public, kontrakmu akan diputus tanpa mendapatkan konpensasi, pergi dari hadapanku, jangan tunjukan lagi wajah palsumu didepanku lagi," kata Qian Zang dengan wajah memerah marah, dia mendorong Qin Wu sampai terjatuh.


Qin Wu menangis mendapatkan perlakuan kasar dari Qian Zang, dia hanya ingin mengejar impiannya menjadi seorang artis, dia tidak mengetahui Qian Zang mempunyai seorang istri, dia menerima Qian Zang karena dia mencintainya.

__ADS_1


Melihat perlakuan kasar Qian Zang kepada Qin Wu, Jono menjadi merasa bersalah, dia tidak berniat membuat Qin Wu mendapatkan masalah, walauoun Qin Wu melakukan operasi plastik itu merupakan haknya, Jono tidak berhak menghinanya, perasaan tidak enak memenuhi hati Jono.


Jono menolong membangunkan Qin Wu yang didorong oleh Qian Zang," nona, maafkan kesalahanku, saya tidak bermaksud merendahkan anda, tinggalkanlah pria seperti ini, anda tenang saja, anda akan tetap berada diperusahaan, rubahlah cara berpakaian anda, kenakan pakaian yang sopan, martabat wanita dinilai dari cara berpakaiannya, temukanlah pria yang sungguh-sungguh mencintai anda, pulanglah sekarang, anda tidak akan dipecat dari perusahaan anda bekerja sebagai artis, saya berjanji kepada anda," kata Jono panjang lebar, dia merasa bersalah karena perkataannya yang merendahkan Qin Wu tadi, dia mengingatkan Qin Wu untuk mencari seseorang yang mencintai dirinya dengan tulus.


Qin Wu mengangguk, entah kenapa dia merasa percaya dengan perkataan Jono, dia mengingat sebelum dia menjadi artis, dia memiliki pria yang selalu mencintainya, tapi karena cintanya kepada Qian Zang dia meninggalkan sang pria dengan kejam.


Qin Wu menangis mengingat sang pria, kasih sayangnya sangat tulus kepadanya, selalu ada untuknya dalam keadaan apapun dirinya dulu, dia mengucapkan terima kasih kepada Jono, Qin Wu berlari menuju kejalan raya, mencari taksi untuk menemui sang pria, dia akan mengejar cinta sejatinya, dia berharap kesempatan masih anda untuk dirinya.


Qian Zang melihat Qin Wu berlari tanpa melihat kearahnya, perasaan marah kembali memenuhi dirinya, dia melihat Jono dengan marah," aku akan mengingat dirimu, aku akan membuatmu menyesal karena mencari masalah denganku," kata Qian Zang disertai dengan ancaman kepada Jono.


Jono hanya menyeringai mendapatkan ancaman dari Qian Zang, tanpa membalas perkataan Qian Zang, karena bagi Jono, membalas perkataan Qian Zang hanya akan membuang waktunya.


Sang pelayan kembali bersama sseorang pria tua, Jono tahu pasti pria tua yang bersama pelayan itu adalah sang kepala pelayan diistana, sang kepala pelayan berjalan dengan cepat menemui Jono.


Sesampainya didepan Jono sang kepala pelayan membungkukan badannya," tuan, nama saya Duan Ping, maaf membuat anda menunggu, ini kelalaian saya karena tidak mengistruksikan pelayan yang berjaga didepan pintu tentang pemilik undangan emas, anda adalah tamu Vvip termormat yang diundang secara pribadi oleh sang ratu, mohon maafkan kelalaian saya," kata Duan Ping dengan takut, dia lupa mengistruksikan tentang undangan emas dari sang ratu kepada pelayan yang memeriksa undangan, dia takut dengan kemarahan Jono.


Jono tidak mempermasalahkan kelalaian ini, mungkin sang kepala pelayan sedang sangat sibuk, ini hanya masalah kecil bagi Jono.


Jono tersenyum tanpa kemarahan diwajahnya saat menatap Duan Ping," tidak apa-apa pak, ini hanya masalah sepele, bisakah saya masuk sekarang, tapi saya memiliki permintaan, periksa undangan orang ini, saya curiga undangannya palsu, kalau dia memaksa masuk, minta pemimpin perusahaannya untuk mengajaknya masuk kedalam," kata Jono menunjuk kearah Qian Zang, Jono memiliki rencana didalam kepalanya, dia berencana melakukan bersih-bersih diperusahaan yang dimilikinya.


Duan Ping mengangguk, tidak berani menolak permintaan Jono, lebih baik menyinggung orang yang berdiri dibelakang Jono, daripada menyinggung pemilik dari kartu undangan emas, karena sang ratu sudah memberitahunya bahwa pemilik undangan emas merupakan dermawan terbesar keluarga kerajaan, bahkan sang ratu memiliki hutang budi yang besar kepada Jono.

__ADS_1


Qian Zang tidak berani berbicara, dia ketakutan mengetahui Jono seorang tamu Vvio yang diundang langsung oleh sang ratu, status Jono membuat kakinya bergetar, ketakutan memenuhi seluruh pikiran dan hatinya.


Jono masuk ditemani oleh Duan Ping," Mui Jung, jangan biarkan orang ini masuk, saya curiga orang ini menggunakan undangan palsu, minta atasannya menjemputnya disini, apa kamu mengerti Mui Jung," kata Duan Ping kepada sang pelayan didepan pintu yang ternyata bernama Mui Jung, Duan Ping dengan hormat mengajak Jono, Tari dan Steve masuk kedalam istana.


__ADS_2