
Bab. 91. Memecat Ling Kong, Judi Batu.
Bing sun sedang melakukan rapat darurat, dikantor pusat Macau Exlusive Group, kantor Grup bersebelahan dengan Macau Exlusive Hotel, hanya butuh 5 menit untuk sampai dihotel dengan berjalan kaki dari kartor Grup.
Bing Sun sangat terkejut mendapatkan laporan bahwa hampir semua saham grup yang beredar diluar sudah dibeli tanpa sepengetahuannya, pukul 5 pagi dia sudah memanggil semua petinggi di Macau Eclusive Group untuk melakukan rapat dsrurat, dia sangat takut, grup yang dibuat menjadi sangat besar olehnya akan diambil dengan sangat mudah dari kepemimpinannya.
Bing Sun dulu menjual 40% sahamnya kepada investor dan 30% lagi kepasar saham, untuk mendapatkan dana untuk membuat Macau Exlusive Group menjadi sangat besar seperti sekarang, dia hanya memiliki sisa 30% dari saham yang tersisa.
Dia tidak berharap 40% saham yang dimiliki oleh banyak pemegang saham dan 30% saham yang ada dipasar saham dibeli sekaligus oleh satu orang saja, kekuatan, kekuasaan dan kekayaan orang yang membeli semua saham ini pastilah orang yang tidak bisa dia singgung.
Setelah semua petinggi hadir, Bing Sun mengernyitkan dahinya," dimana Ling Kong, kenapa dia tidak hadir didalam rapat, apakah dia melawan perintahku," kata Bing Sun dingin, Ling Kong merupakan karyawannya, dia bukanlah teman apalagi sahabat dari Ling Kong, Ling Kong hanya mengarang semua itu demi menakut-nakuti musuhnya.
Seorang petinggi berbicara," Bos, handphone Ling Kong mati, dia juga tidak bekerja dari kemarin, dia sangat tidak disiplin Bos," kata Sang petinggi dengan tegas, dia sangat membenci Ling Kong karena sangat arogan.
Bing Sun menjadi marah mendengar laporan bawahannya," dasar sialan, apakah dia berfikir ini perusahaannya, aku akan membuat perhitungan dengannya nanti," Kata Bing Sun dengan kesal, dia dulu mengangkat Ling Kong menjadi general menejer karena dia sangat rajin dan berbakat, tapi setelah dia naik jabatan, dia menjadi banyak berulah dan membuat nama Hotel menjadi buruk dimata pelanggan.
Bing Sun segera meredakan amarahnya, dia mengatakan kenapa dia mengumpulkan semua orang untuk rapat," baiklah, saya akan mengumumkan sesuatu, saham Grup yang beredar diluar sudah dibeli oleh satu orang, dia bernama Jono Prajana, tuan Jono berasal dari indonesia, ini fotonya, kalau seandainya dia disini, beritahu saya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, saya akan menelpon tuan Jono sekarang, untuk memastikan apa yang akan diinstruksikan oleh beliau," kata Bing Sun.
Bing Sun menyerahkan Foto Jono agar bisa dilihat oleh semua orang yang hadir, setelah itu, Bing Sun mengambil handphonenya dan segera mencari nomor dari Jono yang sudah disimpannya, sebelum dia menelpon, Jono sudah menelponnya terlebih dahulu.
Bing sun segera mengangkat panggilan dari Jono," halo tuan Jono, saya Bing Sun, apakah ada yang bisa saya lakukan, apakah anda memiliki instruksi bagi perusahaan, maaf saya baru mengetahui perpindahan pemilik saham yang baru, mohon maafkan saya," kata Bing Sun dengan sangat hormat, dia menggunakan bahasa inggris untuk berbicara dengan Jono.
__ADS_1
Jono berbicara dengan Bing Sun," pak Bing Sun, apakah anda mengenal orang bernama Ling Kong, dia mengatakan dia adalah sahabatmu, saya sedang berada di Macau Exlusive Hotel dipusat kota, sekarang bisakah anda kesini, sahabat anda membuat masalah disini dan mencoba mengambil kekasihku," kata Jono mencoba menahan amarahnya.
Bing Sun berkeringat dingin mendengarkan perkataan Jono," tuan Jono, Ling Kong bukanlah sahabat saya, saya akan segera kesana dalam 5 menit, saya akan akan berangkat sekarang, tunggu saya disana tuan Jono," kata Bing Sun dengan panik.
Mendengar Jawaban Jono yang nenunggunya, Bing Sun segera berdiri dan meninggalkan para petinggi dari grup, dia berlari dengan tergesa-gesa, dia segera keluar dari kantornya dan berlari menuju Hotel diseberang kantornya, dalam 5 menit, Bing Sun melihat Jono didepan meja resepsionis dengan Ling Kong berdiri didepannya dengan sangat angkuh.
Sisi lain, Jono selesai telah menghubungi Bing Sun, dia meletakan kembali handphonenya kedalam saku, Jono memandang Libg kong dengan mata dinginnya.
Jono kembali berkata," apa kamu tahu namaku, aku Jono Prajana, pemilik saham terbesar dari Macau Exlusive Group, sebaiknya kamu bersiap-siap untuk semua dosa yang telah kamu lakukan selama ini, kalau dulu aku tidak akan mempermasalahkannya, tapi sekarang kamu mengganggu ketenanganku, maka kamu harus dihabisi sampai tak bersisa," kata Jono dengan sangat dingin, dia sudah muak dengan orang seperti Ling Kong.
Ling Kong hanya tertawa mendengar perkataan Jono," kamu kira aku akan takut,kamu mengaku-ngaku sebagai pemilik saham terbesar disini, apa kamu gila, pemilik terbesar disini adalah sahabatku Bing Sun, kamu harus menjilat sepatuku sekarang, atau kamu akan dihabisi oleh satpam disini, ayo kesini jilat sekarang," kata Ling Kong dengan menjulurkan kakinya kedepan untuk dijilat oleh Jono.
Bing Sun mendatang Ling Kong dengan wajah yang sangat marah, dia memukul wajah Ling Kong dengan sangat keras sampai dia terjatuh membentur lantqi marmer," siapa yang kamu bilang sahabatmu, berani sekali kamu mengaku begitu didepan tuan Jono, cepat minta maaf, dan jilat sepatu tuan Jono sampai dia memaafkanmu, atau semua kejahatanmu akan diselidiki dan kamu akan masuk penjara dengan waktu yang sangat lama," Kata Bing Sun dengan sangat marah.
Ling Kong merasakan sakitnya pukulan dari Bing Sun, dia berkeringat dingin, ketakutan menghampiri dirinya, dia segera merangkak dan hendak menjilat sepatu Jono karena sangat ketakutan.
Jono menghindar dari jilatan Ling Kong," sepatuku tidak pantas dijilat oleh seorang sepertimu, sepatuku lebih bersih dari dirimu yang sangat kotor, pak Bing Sun, pecat dia dan buang dari sini, selidiki semua tentangnya, hancurkan dia sampai tak bersisa, apa kamu mengerti," kata Jono dengan tegas kepada Bing Sun.
Bing Sun mengangguk," baik tuan Jono, saya akan memecatnya dan emua hartanya akan disita, dia kan diselidiki sampai keakarnya, dia akan hancur karena berani mengganggu tuan Jono, kalian para satpam, seret dan pukul orang ini sampai tidak bisa bergerak, lalu buang dari hotel ini, cepat laksanakan," kata Bing Sun kepada para satpam yang datang bersamanya, Ling Kong segera diseret keluar oleh semua satpam dan dihabisi diluar.
Melihat kinerja dari Bing Sun yang efisien, Jono menganggukan kepalanya," pak Bing Sun, saya akan keatas untuk beristirahat, kalau ada yang penting anda bisa menghubungi saya," Kata Jono, Jono langsung membayar 20 juta pataca Macau kepada resepsionis, sebelum Jono naik, Bing Sun mengejarnya.
__ADS_1
Bing Sun memanggil Jono," tuan Jono tunggu sebentar, saya ada sesuatu yang ingin disampaikan, apakah anda memiliki waktu," kata Bing Sun ketika sudah berada didepan Jono.
Jono melirik wajah Tari yang kelelahan, dia merasa Tari membutuhkan istirahat," Tari keataslah dulu, nanti mas menyusul, ada hal penting yang harus mas urus sebentar," kata Jono membelai rambut Tari.
Tari mengangguk," iya mas, Tari keatas dulu, ini kunci kedua dari kamar kita, nanti jangan salah masuk kamar mas," kata Tari bercanda, Tari segera naik bersama Adrian, dan staff perusahaan, Steve tetap bersama Jono, dia adalah pengawal Jono, dimanapun Jono berada dia harus memastikan keselamatannya.
Bing Sun menyerahkan surat kepada Jono, dia segera berbicara," tuan Jono, ini surat undangan untuk menghadiri judi batu terbesar di macau, semua jenis batu terbaik akan berada disana, apakah tuan Jono tahu tentang Judi batu ini," Bing Sun bertanya kepada Jono.
Jono sangat tahu apa Judi batu ini, dia pernah mendengarnya, ini seperti Judi, didalam batu ini terdapat batu giok didalamnya, tapi dari 100 batu kemungkinan akan ada 1 sampai 5 batu yang berisi giok, kalau seseorang beruntung mungkin bisa menemukan batu giok termahal yaitu batu giok kristal naga, pergram bisa seharga 1 miliar rupiah.
Ini merupakan Judi yang sangat beresiko, kalau tidak berpengalaman mungkin seseorang bisa bangkrut, tapi Jono tidak khawatir, dia memiliki mata mesum super yang bisa melihat segala jenis benda, dia yakin batu inipun bisa dilihat dengan jelas olehnya, sepertinya uang tidak bisa jauh darinya, dia akan mendapatkan uang lagi kali ini.
Jono menerima surat itu dari tangan Bing Sun," pak Bing Sun, saya akan pergi kesana, jam berapa Judi dimulai, dan dimana Judi diadakan, apakah ada yang ingin anda sampaikan lagi," kata Jono kepada Bing Sun.
Bing Sun segera menjawab," tuan Jono Judi batu akan diadakan pukul 12 siang ini, itu diadakan di Dragon Scale Rock, saya akan menjadi pemandu anda nanti disana dan tuan Jono, karena anda baru membeli 70 %dari saham Group, kami sedang mengaudit semua kinerja dan keuangan dari Grup, mungkin deviden saham akan dikirimkan setelah satu minggu, apakah tuan Jono memiliki instruksi kepada perusahaan," Kata Bin Sun dengan pelan, dia takut Jono akan menggantikan dia dengan orang lain.
Jono menggeleng," tidak ada instruksi lain, andalah yang harus memimpin perusahaan ini, saya percaya kepada anda, terima kasih sudah mau memberiku surat undangan ini dan menjadi tour guite saya disini, kalau begitu saya permisi, nanti datanglah kesini pukul 11, kita akan berangkat bersama, kalau begitu saya permisi pak Bing Sun," kata Jono kepada Bing Sun.
Bing Sun menganggukan kepalanya," baik tuan Jono, saya nanti akan membawa mobil kesini, maaf mengganggu waktu istirahat tuan Jono, saya akan kembaki bekerja, permisi tuan Jono," kata Bing Sun membungkukan badannya dan pergi dari hotel.
Jono segera naik menuju kamar hotelnya," ini menarik, Judi batu, aku menantikanmu," kata Jono didalam hatinya.
__ADS_1