
Bab 90. Perjalanan panjang, Kearoganan Ling Kong.
Pasawat mengudara 10 menit kemudian, Jono merasa lapar, dia memesan makanan untuknya dan Tari dimeja makan khusus miliknya," mbak Anggun, saya memesan BBQ steak dua, lobster australia dengan bumbu rica-rica dua dan semua makanan terenak dipesawat masing-masing dua, minumannya anggur Roman conti'82 dua botol, tolong dibuat dengan seenak mungkin mbak Anggun," Jono memesan kepada Anggun, pramugari paling senior dipesawat milik Jono.
Anggun segera mengangguk," baik tuan Jono, saya akan segera menyiapkannya," kata Anggun pergi menuju kearah dapur didalam pesawat, dan menyerahkan semua pesanan kepada Koki yang baru direkrut oleh pesawat jet pribadi Jono.
Jono juga menyuruh Adrian dan para staffnya untuk memesan makanan, dia tahu, mereka belum makan siang karena sibuk mengurus keberangkatan mereka menuju Macau.
Adrian mengangguk dia menyuruh para staffnya untuk memesan makanan disini, Adrian dan para staffnya mengambil buku menu dan melihat makanan dan minuman yang tersedia didalamnya.
Mata mereka melotot melihat menu makanan yang tersedia, harga minimal dari makanan termurah berkisar 50 juta, minuman termurah yaitu jus jeruk seharga 1 juta, ini menu lebih mahal daripada menu disebuah restoran bintang 3 michelin.
Mereka sedikit ragu saat memesannya," apakah kita harus membayarnya, uangku tidak akan cukup untuk membayar makanan paling murah disini," bintang berkata dengan pelan, tapi Jono masih bisa mendengarnya.
Jono berkata," tidak perlu membayar, makanlah semua yang ingin kalian makan minumlah sampai kalian mabuk, tapi setelah ini, bantulah Tari mengembangkan perusahaan agar bisa sukses, aku sangat percaya dengan kemampuan anda, bekerja keraslah setelah ini," kata Jono membuat mereka senang, Jono juga memuji mereka, mereka menjadi semangat dalam membangun perusahaan untuk menjadi sukses.
Mereka memesan semua makanan dan minuman yang ada dimenu, mereka ingin merasakan makanan mahal seperti ini seumur hidup mereka, karena ada kesempatan, mereka ingin memenuhi perut mereka, walau nanti tidak akan bisa tertampung sepenuhnya.
Jono tersenyum melihat tingkah mereka, Jono sangat tidak perduli berapa banyak uangnya habis, asalkan orang yang bekerja dibawah Tari mau membantu meringankan pekerjaan Tari.
__ADS_1
Makanan mereka segera siap, Jono dan semua orang makan dengan lahapnya, rasa dari makanannya sangat sesuai dengan selera mereka, tapi Jono merasa ini lumayan enak,tidak seperti makanan yang dibuat olehnya, tapi makanan yang dibuatnya merupakan becana bagi rasa nikmat, makanan yang dibuat Jono merupakan makanan paling berbahaya bagi semua orang.
Setelah mereka selesai makan, Jono dan Tari masuk kedalam kamar mereka," Tari, kalau tari berfikir mas akan mengklaim Tari sekarang, mas tidak bisTari akan sibuk besok, setelah Tari selesai bekerja, Tari ambilah libur sehari untuk bersama mas seharian, mas akan mengklaim Tari sebelum pulang keindonesia," kata Jono sambil berbisik ditelinga Tari, wajah Tari memerah.
Tari hanya mengangguk, hal yang sangat ingin diserahkan olehnya sekarang adalah mahkotanya, dia sangat ingin Jono mengklaimnya secepatnya.
Mereka tertidur, karena penerbangan mereka membutuhkan waktu maksimal 8 jam menggunakan pesawat pribadi milik Jono.
tanpa terasa waktu sudah berlalu selama 8 jam, Mereka akhirnya sampai di Macau, karena perbedaan waktu 8 jam dengan indonesia, mereka sampai dimacau pukul 5 pagi waktu macau.
Mereka segera bangun dari tidur mereka, semua orang tertidur karena mengalami jetlag, mereka segera turun dari pesawat jet pribadi Jono dengan barang bawaan mereka semua, Jono segera memanggil taksi dan meminta mereka diantarkan menuju Macau Exlusive Hotel yang berada ditengah kota macau, dia belum memberitahu Ceo dari Macau Exlusive Grup kalau dirinya berada dimacau, sang Ceopun belum pernah sekalipun menghubunginya saat dia mengakuisisi 70% saham dari perusahaannya.
Jono hanya mau tenang tanpa membuat keributan yang tidak perlu, dia hanya menemani Tari kemacau tanpa membuat masalah disini, tapi rencana tinggalah rencana, ada saja yang membuat Jono menggunakan kekuasaan dan kekuatannya untuk bertindak.
Jono segera menuju kearah resepsionis, dia ingin memesan kamar president suite untuknya dan Tari, dia juga akan memesankan kamar untuk Steve, Adrian dan para staff yang datang bersama dirinya.
Jono segera berbicara dengan bahasa inggris, dia belum bisa berbahasa lain, selain bahasa indinesia dan ibggris, andai saja dia diberi kemampuan bahasa super pasti akan sangat mudah dalam berkomunikasi.
Jono mendatangi resepsionis yang betugas," permisi, apakah ada kamar tersisa, saya mau memesan 8 kamar president suite untuk dua hari," kata Jono dalam bahasa inggris yang fasih.
__ADS_1
Sang resepsionis segera menjawab," mohon tunggu sebentar tuan, saya akan memeriksanya sebentar,..., ada tuan ada 8 kamar president suite yang tersisa, harga 8 suite untuk 2 malam seharga 20 juta pataca Macau, apakah mau bayar secara cash atau kredit," kata sang resepsionis, 1 pataca macau seharga 1800 rupiah, jadi harga seluruhnya dari menginap 20 juta pataca macau atau sekitar 36 miliar rupiah, cukup murah bagi Jono.
Jono meminta kepada kira, agar uangnya ditukar sementara dengan mata uang pataca Macau, segera uangnya dirubah oleh Kira.
[[Selamat rumah, uang anda berhasil ditukar sementara, 1 pataca macau bernilai 1800 rupiah jadi uang anda sekarang bernilai 23 milliar pataca macau," pemberitahuan sistem bergema dipikiran Jono.
Jono segera menyerahkan kartu debitnya, karena semua dana sudah dirubah oleh Kira, jadi kertu kreditnya bisa digunakan dimana saja, sebelum sang resepsionis menerima kartu debit Jono, suara memuakan menghentikannya," Berhenti, aku akan mengambil semua kamar itu, itu merupakan kamar yang aku pesan," kata orang yang menghentikan pembayaran Jono.
Suara langkah bergema, seorang Pria gendut paruh baya membawa wanita yang cukup cantik dipelukannya, dia menatap Tari dengan penuh nafsu, sang pria gendut belum pernah melihat wanuta secantik peri sebelumnya, Tari memang sangat cantik, nilainya hanpir sempurna, mencapai 99 poin.
Jono melihat pandangan sang pria gendut kepada Tarinya, dia memandang sipria gendut dengan tajam," siapa kau,berani memandang Tariku dengan pandangan menjijikan seperti itu, ini merupakan kamar yang sudahku pesan, pergi dari hadapanku sekarang," Jono sangat marah dengan sikap dari peria gemuk itu.
Sang pria gemuk segera menjawab dengan pandangan meremehkan," namaku Ling kong, aku adalah general manager dihotel ini, aku mengawasi hotel ini, apalagi aku berteman dengan Bing Sun, Ceo dari Macau Exlusive Group, jadi pergilah dari hadapanku, hei cantik tinggalkan pria tidak berguna ini, tinggallah bersamaku selama satu malam, aku akan memberimu banyak uang dan aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan," kata Ling Kong mengusir Jono dari hadapannya, dia memandang Tari untuk menggodanya.
Tari ketakutan dengan Ling Kong, dia segera berdiri dibelakang Jono, dia memeluk Jono dengan badan bergetar, Jono merasa marah, kemanapun dia pergi, pasti saja ada yang mengganggunya, apakah tidak bisa sehari saja tanpa diganggu oleh orang yang tidak punya otak seperti orang ini.
Jono menggeram marah," owh, inikah alasanmu berani begitu sombong didepanku, berlutut dan minta maaf kepada pacarku dan setelah itu pergilah sekarang dari hadapanku, sebelum aku membuatmu menyesal," kata Jono dengan sangat marah, dia memberi Ling Kong kesempatan terakhir, dia bukanlah orang yang tidak bisa memaafkan, taoi kalau menolak perkataan Jono, Ling kong akan tahu kemarahan Jono yang sebenarnya.
Ling Kong hanya mencibir perkataan Jono," aku tidak takut kepadamu, siapa yang tidak mengenal Ling Kong disini, kamu sebaiknya berlutut dan menyerahkan pacarmu kepadaku, sebelum dirimu menyesal," kata Ling Kong dengan menjilat bibirnya saat melihat kearah Tari.
__ADS_1
Steve segera ingin maju untuk menjatuhkan orang yang menghina tuannya, dia segera maju, taoi ditahan oleh Jono dengan tangannya, Jono menggeleng," biarkan orang lemah ini aku yang mengurusnya, pak Steve mundurlah," kata Jono kepada Steve, Steve segera mundur mengdengar perkataan Jono kepadanya.
Melihat Ling Kong masih melihat Tari dengan bernafsu, Jono seketika menjadi marah, dia mengambil handphonenya dengan cepat dia mencari nomor dari Bing Sun, Cei dari Macau Exlusive Group, dia segera menelpon Bing Sun setelah nomornya ditemukan.