
Bab 41. Menendang Parjo,Pembalasan dimulai.
Jono berkendara dengan cepat menuju Golden Street, dia mengingat pengkhianatan dian bersama mantan bosnya, diparkiran mereka melakukan perbuatan tidak senonoh didepan mata Jono, yang saat itu masih berstatus pacar dari Dian.
Parjo, mantan bosnya, dia ingat Parjo adalah seorang wakil direktur ditempat Jono bekerja dulu, dia selalu menindas Jono dan menatap Dian dengan pandangan bernafsu.
Karena Jono sangat mempercayai Dian, dia sampai diselingkuhi oleh Dian selama 2 tahun hubungan mereka, Jono sekarang masih diliputi dendam, pengkhiatan harus dihukum dengan kejam.
Jono sampai digedung perkantoran Golden street," Akhirnya aku disini, tunggu aku pegkhianat," Batin Jono memikirkan cara menghacurkan keduanya.
Jono memarkirkan mobilnya di basement kantor, dia segera menghubungi pengelola gedung Golden Street," halo pak surya, saya Jono pemilik dari Golden Street, kenapa anda tidak menghubungi saya, selama beberapa hari ini, apakah ada masalah," Jono berkata saat sambungan terhubung.
Surya panik mendengar perkataan Jono," Tolong maafkan saya tuan Jono, saya tidak bermaksud mengabaikan anda apalagi tidak menghomati anda, saya sedang mengurus perpanjangan sewa gedung dari setiap kantor yang menyewa lantai di gedung anda, tapi ada sebagian yang masih menego harga, Jadi saya berniat menghubungi tuan setelah semua masalah selesai," kata Surya takut.
Jono kembali berkata,"Baik pak Surya, saya sudah sampai di Golden Street, temui saya Di lantai dua, dikantor Agraria Medical, saya memiliki beberapa masalah disana," Jono berkata kepada Surya.
Jono segera berjalan setelah selesai berbicara degan Surya, dia berjalan menuju gedung Golden street.
Surya sedang rapat dengan para penyewa gedung perkantoran Golden Street, Para penyewa yang merupakan Ceo dari setiap perusahaan yang menyewa lantai untuk kantornya, semakin tinggi lantainya semakin besar peusahaannya.
Surya melihat Kearah Deni, ceo dari Agraria Medical," kenapa perusahaan kecil ini memiliki masalah dengan Tuan Jono," batin surya kebingungan.
__ADS_1
Surya bertanya kepada Deni," Pak Deni, kenapa perusahaanmu membuat masalah dengan tuan Jono, taukah kamu, ,tuan Jono merupakan pemilik dari Gedung ini, kamu bisa ditendang dari sini kalau membuat tuan Jono marah," Surya memandang Deni dengan perasaan tidak suka.
Deni berkeringat dingin mendengar perkataan Surya," pak Surya saya tidak tau kesalahan saya, saya bahkan tidak mengenal Tuan Jono, saya akan meminta maaf kalau misalnya saya membuat tuan Jono menjadi kesal," Kata Deni penuh ketakutan.
Surya segera berdiri," baik, kita sekarang kekantormu pak Deni, kalian semua bisa mengikutiku mendatangi tuan Jono, kita harus menyambut tuan Jono dibawah," Surya beserta seluruh Ceo perusahaan yang menyewa gedung perkantoran Golden Street menuju kelantai 2 untuk menemui Jono.
Jono telah sampai di aula gedung perkantoran Golden street, segera Jono berjalan menuju ke gedung lantai dua, tempat dulu dia bekerja, dia segera sampai digedung lantai dua.
Jono berjalan menuju ke kantor yang bertuliskan," Agraria Medical," perusahaan Jono dulu bekerja, perusahaan yang bekerja mensuplai alat-alat medis kerumah sakit.
Jono masuk kedalam kantor itu, semua karyawan melihat Jono datang kekantor terkejut, karena mereka tau Jono sudah dipecat dari perusahaan ini.
Agung, rekan kerja Jono bertanya kepadanya," hei Jono,bukannya kamu sudah dipecat, kenapa kamu kembali kesini, pergilah dari sini, kamu tidak diterima disini," Agung adalah kaki tangan dari Parjo, dia adalah pembully Jono di perusahaan.
Jono tidak membalas perkataan mereka, buat apa membalas perkataan dari orang yang tidak berguna seperti mereka, Jono segera berjalan kearah ruangan dari Parjo, Jono menendang pintu dari Parjo sampai pintu terlepas dari tempatnya.
Jono melihat Parjo sedang menunggangi Dian, mereka terkejut saat pintu lepas dari handlenya, mereka melihat Jono dan semua orang melihat kelakuan bejat mereka.
melihat kelakuan mereka, Jono semakin jijik dengan mereka berdua, sampai melakukan hal hina tersebut dikantor, segera Parjo dan Dian mengenakan pakaian mereka.
Mendengar bisik-bisik dari bawahannya Parjo merasakan wajahnya merasa malu, apalagi mendengar bawahannya mengatakan miliknya hanya sebesar upil.
__ADS_1
Parjo melihat Jono memandangnya jijik, dia langsung murka," kau lagi, dasar miskin, kenapa kau disini, kau sudahku pecat, segera keluar kau dari sini," Jono hanya memandang Parjo jijik, dia tidak menganggap perkataan Parjo.
Karena dihiraukan oleh Jono, Parjo naik pitam, Parjo melayangkan tinjunya kearah Jono, sebelum tinjunya berhasil mengenai Jono, kaki Jono menendang perut Parjo sampai membuatnya terpental dan menabrak meja kerjanya.
Parjo merasa perutnya seperti dipukul dengan Palu, darah mengalir dari bibitnya, dengan sisa tenaga dia memanggil satpam dengan teleponnya.
4 satpam datang dan mengepung Jono, Jono hanya diam melihat keempat satpam itu, saat satpam akan bergerak, suara marah bergema didalam kantor," apa yang kalian lakukan, berani sekali kalian ingin memukul tuan Jono," Surya sangat murka melihat kelakuan dari satpam dari Golden Street.
Surya dengan tergesa-gesa menghampiri Jono dan membungkukak badannya," maafkan saya tuan Jono atas kelalaian ini, saya akan menghukum keempat satpam yang mencoba menyerang tuan Jono," Surya takut akan amarah dari Jono.
Semua orang kaget melihat Surya membungkukan badan dihadapan Jono, karena mereka tahu, Surya sangat menjunjung tinggi harga dirinya, sekarang dia membungkuk didepan seorang pemuda.
Jono hanya menatap surya dengan datar," Saya tidak mepermasalahkan satpam yang ingin meyerangku, karena mereka hanya menjalankan tugas mereka, tapi ada yang membuatku sangat Jijik dengan tempat ini," Joni berkata kepada Surya.
Jono kembali berkata," pak Surya bawakan kontrak dari Agraria Medical kesini, aku ingin melihatnya," Kata Joni memberi perintah kepada Surya.
Surya memberikan Surat penyewaan dari Agraria Medical keada Jono," ini tuan surat penyewaannya, saya membawa semua surat sewa dari perusahaan yang menyewa gedung tuan Jono, semua akan habis satu minggu kemudian," Kata Surya menjelaskan masa berlaku kontrak dari penyewaan gedungnya.
Jono mengambil surat sewa dari tangan surya," pak surya, selesaikan masa sewa dari Agraria Medical, aku tidak ingin perusahaan ini berada digedung milikku," Kata Jono tanpa bisa dibantah.
Deni, Ceo dari Agraria Medical menjadi pucat mendengar perkataan Jono, kalau perusahaannya keluar dari Golden Street, perusahaannya akan kehilangan kepercayaan pelanggan, karena perusahaannya dikeluarkan dari Golden Street, Golden Street merupakan Gedung perkantoran paling mewah dijakarta.
__ADS_1
Deni dengan tergesa-gesa mendatangi Jono, dia membungkuk dihadapan Jono," tuan Jono, apakah kesalahan perusahaanku, apakah ada hal yang membuat tuan memutuskan kontrak penyewaan perusahaan kami, mohon tuan Jono untuk membatalkan pemutusan kontraknya Tuan Jono," Deni tidak mengerti kenapa Jono melakukan ini kepada perusahaannya.
Jono melihat kearah Deni, Jono hanya tersenyum sinis," Lihatlah wajahku, apakah anda mengingat wajah saya, lihatlah wajah wakil direkturmu, anda akan tahu apa kesalahan dari perusahaanmu kepadaku," kata Jono menunjuk Parjo yang meunjukan wajah ketakutan melihat kearah Jono.