
Bab 9. Obat kelahiran hati, hadiah check-in ketiga.
Setelah menunggu beberapa menit, sang suster kembali dengan berlari dengan membawa banyak sekali herbal, dia meyerahkannya kelada jono.
Dengan terengah-engah suster memberikan herbalnya," hah,hah,hah, ini tuan herbal yang tuan minta, saya membelinya ditoko diseberang jalan, maaf kalau agak lama,", sang suster yang bernama susan sangat hormat kepada Jono, apalagi saat melihat ibu tari jantungnya kembali berdetak.
Jono mengambil herbal tersebut," tidak apa-apa suster susan, terima kasih sudah membeli obat herbal ini, saya akan memulai membuat obatnya sekarang,", Jono melihat name tag di baju suster tersebut dan berterima kasih kepadanya, setelah staminanya lumayan pulih Jono mulai membuat obat kelahiran hati.
Jono mempersiapkan alat-alat untuk membuat herbalnya, jono menggunting setiap herbal dengan porsi yang pas, dia menumbuk semua herbal sampai menjadi halus dan mencampurkan semua herbal tersebut dengan porsi yang sempurna, setelahnya Jono menjadikan obat itu menjadi cairan agar mudah dicerna oleh ibu tari.
Setelah dirasa sempurna, Jono memasukan cairan obat kelahiran hati kedalam mulut ibu tari," semoga ini berhasil,", doa Jono didalam hati, karena ini kali pertama Jono membuat herbal untuk menyembuhkan penyakit seseorang, apalagi orang tersebut adalah ibu dari orang yang dicintainya.
Setelah obat tersebut memasuki tubuh ibu Tari, sesuatu yang ajaib terjadi, wajah pucat dari ibu Tari karena kekurangan darah kembali seperti semula, rambut yang kulitnya yang putih seperti mayat berubah kemerahan dan berangsur-angsur normal, dan didalam tubuhnya, hati yang sudah rusak, beregenerasi dengan sangat cepat, pulih seperti sediakala sebelum terkena penyakit.
Dengan sisa-sisa tenaganya Jono berkata," calon ibu mertuaku akan segera siuman dalam 2 jam pindahkan dia keruangan vvip dirumah sakit ini,", setelah mengatakan itu, Jono terjatuh dan pingsan karena kelelahan.
Melihat Jono pingsan, Tari langsung berlari kedalam ruang operasi dan memeluk Jono dengan eratnya," mas Jono, mas kenapa, jangan tinggalkan aku mas, mas aku mohon bangun,", airmata Tari kembali jatuh.
Dokter Henry memeriksa keadaan Jono," Tuan Jono, baik-baik saja, dia hanya pingsan dan tidak sadarkan diri, setelah menggunakan seluruh tenaga dan pikirannya untuk menyembuhkan dan membuat obat itu membuat tenaganya habis dan pikirannya menjadi lelah, ini respon alami setelah menyembuhkan pasien dengan sekuat tenaga,", penjelasan Dokter henry membuat Tari tenang dan airmatanya berhenti mengalir.
__ADS_1
Segera Jono dibawa keruangan vvip 1, dia ditemani oleh Tari, sedangkan ibunya ditemani oleh Maha adiknya, Ibu Tari siuman setelah 2 jam, tapi kembali tertidur setelah itu, karena masih dalam masa pemulihan.
Keesokan paginya Jono terbangun pukul 6 pagi, dia melihat Tari di sisi ranjangnya, Jono mengusap rambut Tari dan sontak saja Tari langsung terbangun.
Dengan paniknya Tari bertanya," mana yang sakit mas?, apa mas haus Tari ambilkan minum ya, tunggu sebentar mas,", Tari bagun dan mengambil air di atas nampan.
Sambil minum Jono melihat Tari," mas tidak sakit Tari, hanya mas kelelahan, sekarang mas sudah segar lagi, ayo kita lihat calon ibu mertuanya mas, tapi mas mandi dulu, jangan ikut belum sah soalnya, hahahaha," kata Jono menggoda Tari.
Wajah Tari memerah mendengar perkataan Jono," siapa juga yang mau ikut, halalin dulu Tari baru Tari mau ikut mandi,", Tari menjulurkan lidahnya dengan imut kepada Jono, sebenarnya kalau Jono mau, Tari akan menurut, karena bagi Tari dia adalah milik Jono, hati dan tubuhnya hanya milik Jono.
Setelah Tari keluar dan pergi keruangan ibunya, Jono mengambil handuk dan pergi kekamar mandi, tidak lupa dia untuk check-in harian hari ini.
[[Ding.....Selamat tuan rumah mendapatkan seluruh perumahan pusat sekolah Nusa Bangsa, Seluruh sertifikat rumah ada diinventori sistem, silakan dilihat]], kata pemberitahuan sistem.
Terkejut, Jono sangat terkejut melihat hadiah dari sistem, ini adalah perumahan mahal yang terdapat diseluruh sekolah Nusa Bangsa, setiap rumah disini berharga 2 milliar per rumah, ada sekitar 3000 rumah disini, yang berarti total seluruh aset ini sekitar 6 trilliun rupiah.
Minimal kalau disewakan harga per rumah adalah 100 juta pertahun, jadi kalau seluruh rumah berhasil disewa berarti pendapatan 1 tahun saja sudah sekitar 300 miliar, ini sangat menguntungkan.
Setiap rumah disini sangat mudah disewa oleh orang kaya, karena ada sekolah bertaraf internasional, mulai dari jenjang Tk sampai jenjang perguruan tinggi, dulu Jono dan Tari bersekolah disini, Jono dapat bersekolah disini karena mendapat beasiswa full sampai Sma.
__ADS_1
Jono melanjukan mandinya, setelah selesai mandi telpon Jono berbunyi dari nomor yang tidak dikenal, Jono mengangkat telponnya.
Suara di telpon Jono berbunyi,", halo apakah ini dengan pak Jono prajana,", tanya dengan sopan dari si penelpon.
Jono menjawab," iya dengan saya sendiri, saya sedang berbicara dengan siapa?," jawab Jono dengan sopan juga.
Kembali sang penelpon berbicara," tuan Jono, saya bernama septo, saya pengelola dari perumahan Nusa Bangsa yang tuan miliki, apakah tuan berkenan datang kesini dan melihat perumahan disini tuan,", kata dari septo sangat sopan dan hormat kepada Jono.
Mendengar kata sopan dari Septo, Jono tersenyum," maaf pak Septo, saya sangat sibuk beberapa hari kedepan, mungkin saya akan kesana dalam 1 atau 2 hari lagi, saya akan kesana dengan pacar dan calon ibu mertua dan adik pacar saya, dia bersekolah disana juga, tolong siapkan saja rumah terbaik dan paling dekat dengan sekolah, bisakan pak septo," kata Jono meminta disiapkan rumah untuk Tari dan keluarganya.
Dengan semangat septo berkata," baik tuan Jono, saya akan menyiapkan rumah terbaik diperumahan nusa bangsa, rumahnya akan siap besok siang tuan, jadi mulai besok akan bisa ditempati tuan," septo berjanji besok rumahnya sudah bisa ditempati.
"Tuan Jono, besok akan ada pembayaran tahunan untuk perumahannya, 3000 rumah terisi dikurangi 1 untuk ditempati oleh pacar tuan, setelah dikurangi pajak dan operasional keuntungan masih tersisa 150 miliar, mohon besok di cek kembali pembukuannya tuan, uang keuntungannya akan ditransfer besok ke rekening tuan Jono,", Septo memberi Tau besok adalah tanggal pembayaran tahunan perumahannya.
Jono sangat senang uangnya bertambah banyak besok," terima kasih pak Septo atas kerja kerasnya, ambilah bonus 100 persen gajimu sebagai rasa terima kasihku," Jono sangat tau bagaimana membuat karyawannya loyal kepadanya, berikan dia bonus dan hargai dia dan dia akan setia kepadamu.
Septo sangat senang menerima bonus tersebut gajinya sebulan 100 juta jadi dia mendapat 200 juta bulan ini," terima kasih tuan Jono, saya akan bekerja lebih jeras lagi, kalau begitu saya tutup telponnya ya tuan Jono, maaf mengganggu pagi anda, terima kasih tuan Jono," janji septo kepada Jono.
"Iya, terima kasih kembali pak septo," telponpun berakhir.
__ADS_1
Belum sempat hp dimasukan ke kantong hp Jono kembali berbunyi.