SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 76. Jono menaiki panggung Aula, Bertaruh dengan Albert.


__ADS_3

Bab 76. Jono menaiki panggung Aula, Bertaruh dengan Albert.


Santo sangat senang dengan perkataan Albert, setidaknya pembongkaran bisa ditunda sampai sekolah menemukan investor baru, tapi dia sangat tahu, bahwa bantuan dari Albert memiliki maksud tertentu, tidak ada makanan gratis didunia ini.


Santo melihat Albert dengan pandangan berterima kasih," siswa Albert, saya sangat berterima kasih atas inisiatif dari Siswa Albert dan sang ayah Roberto, atas nama sekolah dan seluruh guru, saya mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya," Kata Santo berterima kasih kepada Albert dan Roberto ayah dari Albert.


Albert kembali berbicara dan ingin melancarkan rencananya," pak kepala sekolah Santo, saya akan membantu menunda pembongkaran, tapi saya memiliki satu syarat, apakah anda bisa memenuhinya," Albert meminta sebuah syarat dari bantuannya.


Santo berfikir sebentar dan segera berbicara," silakan ajukan permintaan siswa Albert, kalau syaratnya bisa dipenuhi, kami akan menerima syarat dari siswa Albert," kata Santo kepada Albert.


Albert segera berbicara dengan sangat antusias," baik pak Santo, saya hanya memiliki satu syarat, tolong keluarkan Jani Prajana dari sekolah ini, keluarkan dia dari sekolah dengan tidak hormat, jangan biarkan dia dapat melanjutkan sekolahnya dimanapun, syarat saya sangat mudahkan pak Santo, mohon dipenuhi syarat saya, saya akan segera membantu sekolah ini setelah syarat saya terpenuhi," kata Albert penuh percaya diri, dia sangat yakin Santo akan memenuhi persyaratannya.


Albert memiliki rencana untuk mengancam Jani akan dikeluarkan dari sekolah ini, dia ingin Jani berlutut didepannya dan memohon untuk tidak dikeluarkan dari sekolah, setelah itu, Albert akan menerima permintaan Jani dengan syarat dia memutuskan Jono dengan sangat kejam didepan semua orang, rencana yang sangat licik yang dipikirkan oleh Albert untuk mendapatkan Jani dan menghancurkan Jono.


Tanpa disangka oleh Albert, perkataan Santo mengejutkannya," saya tidak bisa melakukan hal tersebut, Jani Prajana merupakan murid paling teladan dan pintar disini, Siswa Jani selalu mebanggakan sekolah dengan prestasinya, saya tidak bisa melakukan hal yang sangat kejam seperti itu kepadanya, jadi saya akan menolak syarat yang diajukan oleh siswa Albert," perkataan Santo dengan suara tegas, dia masih memiliki moral dan hati nurani, Santo merupakan kepala sekolah yang sangat bijak dan jujur.


Kemarahan Albert tersulut mendengar penolakan Santo," apakah bapak yakin dengan semua keputusan bapak Santo, untuk mengorbankan seluruh siswa hanya untuk satu orang saja," perkataan Albert menimbulkan kericuhan didalam aula, semua murid berteriak meminta Jani dikeluarkan dan wali siswa menekan Santo untuk mementingkan semua nasib siswa disekolah.


Melihat kericuhan yang semakin memanas, Santo tetap tenang," saya tidak akan melawan apa yang hati nurani saya yakini, Jani prajana bukanlah siswa yang pantas dikeluarkan secara tidak hormat dari sekolah, Kalau siswa Albert tulus membantu, tolong bantulah sekolah ini,dengan ikhlas, kalau tidak saya akan mencari cara lain untuk menhelamatkan sekolah dari rencana pembongkaran besok," Santo sangat teguh dalam pendiriannya, dia tidak akan melakukan hal mengkhianati hati nuraninya seperti itu.


Jono mendengar semua orang ingin Jani dikeluarkan dari sekolah merasa dadanya terbakar dengan kemarahan, dia menatap Albert dan Roberto dengan kebencian," berani sekali kalian menargetkan Janiku, akan kuhancurkan kalian berdua," kata Jono didalam hatinya.


Jono menggunakan mat super mesumnya untuk melihat kelemahan dari Albert dan Roberto.


Albert blanco.


Umur: 18 tahun.

__ADS_1


Ketampanan: 78.


Tinggi: 173.


Kesetiaan: 0%.


Ukuran:8 cm.


Golongan darah: O.


Hubungan: ibu kandung: Nuri Balanco, ayah kandung: Albert Blanco.


Kejahatan: Selalu membuang wanitannya setelah bosan bermain dengan mereka, Albert selalu merencanakan ingin memiliki Jani Prajana dengan cara yang sangay licik.


Ciri-ciri: cukup tampan, rambut hitam, licik, dan manipulatif, sombong karena status ayahnya.


Hobi; bermain wanita walaupun lemah diranjang, bolos sekolah.


Roberto Blanco.


Umur: 52.


Ketampanan: 60.


Kesetiaan: O%.


Ukuran: 7cm.

__ADS_1


Golongan darah: O.


Hubungan: suami dari Nuri Blanco, ayah dari Albert Blanco.


Kejahatan: selalu menggertak orang dengan statusnya, korupsi diperusahaan, selalu membela kejahatan anaknya.


Ciri-ciri: kepala botak didepan kepalanya, rambut putih karena penuh beruban, licik, dan manipulatif, sombong.


Hobi: menggertak orang lain dengan status pekerjaannya, suka korupsi dan selingkuh.


Kelemahan: lemah diranjang, memiliki banyak musuh yang mengincarnya karena kesombongan dirinya.


Jono selesai melihat status dari Albert dan Roberto, Jono semakin marah melihat status dari Albert, Albert selalu mengicar Jani dengan segala cara licik, sekarang dengan perkataan manipulatif dari Albert membuat kericuhan didalam aula dan membuat Jani tertekan.


Jono segera berdiri dari tempat duduknya, dia berjalan menuju panggung dengan wajah yang sangat dingin, matanya seakan ingin menghancurkan Albert saat itu Juga.


Jono segera naik keatas panggung, dia bertepuk tangan dengan keras**prok,prok,prok, sangat hebat, berani sekali kamu ingin menggunakan cara licik ini untuk mengeluarkan Janiku dari sekolah ini, apakah kamu bosan sudah hidup," Jono bertepuk tangan dengan kemarahan disetiap katanya.


Albert melihat Jono naik keatas panggung dan memarahi dirinya merasa sangat terhina, dia menayap Jono dengan meremerhkan," oh, Jadi kekasih Jani berani naik kesini, apakah kami tidak takut dari kemarahan dari setiap orang yang ada diaula ini," biarpun Albert merasa terhina karena ucapan Jono, Albert teyap bersemangat Jono berani naik keatas panggung, rencananya akan segera dimulai.


Jono menatap Albert dengan Jijik," apakah kamu memiliki kemampuan untuk menghentikan pembongkaran sekolah ini, bagiku kamu hanya seorang pecundang yang hanya bisa bersembunyi dibalik diketiak ayahmu saja," Kata Jono tepat menyerang titik lemah dari Albert.


Albert sangat malu mendengar perkataan Jono," kenapa kalau aku mengandalkan ayahku, kekuatan ayahku adalah kekuatanku, ayahku bisa melakukan apapun, hanya menunda pembongkaran dari sekolah ini sangat mudah dilakukan oleh ayahku," Albert menebalkan mukanya, dia sangat sombong dalam membanggakan kekuatan ayahnya.


Roberto sangat senang mendengar perkataan Albert, rasa bangga memenuhi dadanya," hei nak, kamu tidak mengerti kekuatan dan koneksiku, hanya menunda pembongkaran dari sekolah ini sangat mudah bagiku, sangat mudah seperti membalikan telapak tangan, kamu sebaiknya enyah dari hadapanku sekarang, sebelum kamu mempermalukan dirimu sendiri disini," dengan sombongnya Roberto mengusir Jono dari panggung aula.


Jono tersenyum meremehkan mereka berdua," Jadi bagimu ini sangat mudah, baiklah mari buktikan semua perkataanmu, ayo kita bertaruh sekarang, aku menjamin kalau kamu bisa membuat pembongkaran bisa ditunda, aku akan memastikan Jani keluar dari sekolah ini dengan cara tidak terhormat seperti persyaratanmu, kalau kamu tidak bisa membuktikan ucapanmu, keluarlah kamu dari sekolah ini Albert, dengan cara tidak terhormat juga, apakah kalian berani bertaruh," Jono berkata dengan murka.

__ADS_1


Jani mendengar perkataan Jono hanya duduk dengan tenang dikursinya, dia sangat tahu Jono tidak akan membuatnya menderita, apalagi dia tahu Jaka, Ceo dari Malang Properti merupakan bahawan Jono, Jono adalah pemilik saham terbesar dari Malang Properti.


Sedangkan Jono hanya menatap Albert dengan pandangan hina, Tanpa ada yang mengetahui, Jono telah mengirimkan sebuah pesan kepada Jaka sebelum menaiki panggung aula, Jono mengirimkan pesan kepada Jaka untuk melakukan sebuah akting spektakuler untuk menghancurkan Albert dan Juga Roberto sampai sampai keakarnya.


__ADS_2