SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 77. Taruhan dimulai, Albert dan Roberto ketakutan.


__ADS_3

Bab 77. Taruhan dimulai, Albert dan Roberto ketakutan.


Mendengar perkataan Jono yang murka mengajaknya bertaruh, Seringai muncul dibibir Albert, Dia mengira Jono telah jatuh kedalam perangkapnya, Albert berfikir Jono kehilangan akal karena marah sampai menantangnya untuk bertaruh.


Albert memperkirakan, setelah Jono kalah dalam taruhannya, Jono harus mengikuti aturan dari taruhan ini, Jani pasti akan membenci Jono dan akan mencampakannya, Jani akan memohon kepada dirinya untuk jangan mengeluarkannya dari sekolah, Dia akan mendapatkan Jani setelah itu, dia akan dapat menjadikan wanita seindah dan secantik Jani menjadi mainan diatas ranjangnya.


Dengan secepat kilat Albert menerima taruhan itu," oke kita bertaruh, semua orang yang ada didalam aula ini menjadi saksi pertaruhan kita, jangan menyesal kalau kalah dalam pertaruhan ini," Albert sangat percaya diri dengan kekuatan ayahnya.


Jono memandang remeh kearah Albert," kita lihat, apakah apa ucapanmu itu benar, atau kamu hanya seorang pembohong besar," Jono menyeringai dengan sangat jahat kearah Albert, membuat Albert ketakutan saat memandang Jono.


Melihat anaknya ketakutan, Roberto segera mendekati Albert," anakku, jangan mendengarkan bocah ingusan itu, tidak ada yang tidak bisa ayah lakukakan, masalah ini hanya masalah kecil, pak Santo, anda mempunyai nomor telepon tuan Jaka bukan?, cepat hubungi tuan Jaka, katakan padanya, kalau saya ingin berbicara kepadanya," Roberto sudah merasa dia bisa melakukan apapun, dia tidak tahu bahwa sebentar lagi kehancurannya sudah mendekati dirinya.


Santo terdiam mendengar semua pembicaraan mereka, karena dia mengetahui Jono merupakan wali dari Jani, dia tidak bisa mencampuri taruhan mereka, setelah mendengar Roberto memintanya menghibungi Jaka, Santo segera mengambil handphonenya dan memanggil Jaka dengan teleponnya.


Beberapa saat berlalu, panggilan diterima oleh Jaka," Halo pak Santo, kenapa anda menghubungi saya, apakah anda sudah memiliki pembeli dari tanah sekolah anda?, " Jaka berkat seolah tidak tahu kenapa Santo menghubunginya, karena dia sedang berakting menuruti perintah Jono.


Santo dengan cepat berucap," kami belum memiliki pembeli dari tanah disekolah kami tuan Jaka, tapi ada tamu disekolah yang ingin berbicara dengan anda sekarang, mohon didengarkan sebentar perkataan tamu kami tuan Jaka," Santo berbicara sangat sopan kepada Jaka.


Mendengar permintaan Santo, Jaka berpura-pura penasaran," oh ini menarik, saya penasaran siapa orang besar yang ingin berbicara dengan saya, saya akan berbicara kepadanya, tolong berikan telepon anda kepadanya," kata Jaka kepada Santo.


Santo memberikan hadphonenya kepada Roberto, Roberto menghidupkan loudspeaker dihandphone Santo, agar semua orang mendengar percakapan mereka," Halo tuan Jaka, saya Roberto Blanco, apakah anda masih mengingat saya," Kata Roberto begitu percaya diri, dia yakin Jaka masih mengingatnya, dia berdiri dibelakang Ceo perusahaannya dulu, saat bertemu Jaka diperusahaan Malang Properti.


Jaka berpura-pura tidak mengenal Roberto," saya tidak mengenal anda, saya tidak mengenal orang tidak penting seperti anda, jangan mengaku-ngaku mengenalku, atau anda akan saya tuntut," Jaka memarahi Roberto, Wajah Roberto memerah mendengar Jaka mengatakan dia tidak mengenal dirinya.

__ADS_1


Roberto menahan rasa malunya dia kembali berbicara kapada Jaka," tuan Jaka, saya Roberto, saya direktur dari Murni Konstruksi, saya selalu berdiri dibelakang Ceo saya saat sedang mengunjungi anda, apakah anda sudah mengingat saya," Roberto mejelaskan siapa dirinya secara rinci kepada Jaka.


Jaka mengatakan kata yang sangat menusuk," maaf saya melupakan anda, saya tidak pernah terlalu mengingat seseorang karakter kecil, jadi kenapa anda ingin berbicara kepada saya, anda harus mengatakannya dengan cepat saya tidak memiliki banyak waktu untuk berbicara dengan anda, saya sangat sibuk," wajah Roberto menjadi bertambah merah, apalagi melihat semua orang menatapnya sekarang.


Karena sudah terlanjur basah, Roberto mengatakan permintaannya," tuan Jaka, izinkan saya berbicara, saya memiliki permintaan, bisakah waktu pembongkaran sekolah ini ditunda untuk sementara, bisakah permintaan saya dipertimbangkan," Roberto merasa permintaannya cukuo sederhana, pasti Jaka akan menerima permintaannya.


Jaka ditelepon berteriak marah," siapa kamu berani memintaku menunda pembongkaran sekolah itu, bahkan Ceomu sendiri harus hormat kepadaku, jangan meminta lebih dari yang bisa kamu minta, orang tidak berguna sepertimu jangan ikut campur urusan perusahaan kami," Jaka mencaci dan menghina Roberto ditelepon.


Jono seketika rertawa terbahak-bahak," bwahahahaha, lucu sekali, aku melihat seorang monyet sombong dengan angkuhnya meminta buah dari seekor Gorilla tapi malah dihajar habis-habisan oleh gorilla itu, dasar monyet tidak tahu diri, bwahahahaha," Jono tertawa sampai perutnya sakit.


Roberto merasa sangat malu, dia bagaikan monyet yang menjalankan pertunjukan dijalanan, dia memandang Jono dengan marah," apa kamu pikir ini hal yang mudah dilakukan, tuan Jaka merupakan orang besar yang tidak bisa diajak bicara oleh siapapun, aku akan meminta bosku untuk membantu sekolah ini nanti," Roberto berkata dengan datar untuk menutupi rasa malunya, dia menyerahkan kembali handphone itu kepada Santo.


Jono berkata dengan datar," taruhan adalah taruhan, anakmu akan dikeluarkan dari sekolah ini dengan tidak hormat," kata Jono mengingatkan taruhan mereka.


Jono menyeringai mendengar perkataan Albert," aku paling benci dengan orang yang mengingkari taruhannya, jangan menyesal nanti Albert," Jono berjalan menuju kearah Santo.


Jono berkata kepada Santo," pak Santo, katakan kepada pak Jaka, Jono Prajana ingin berbicara kepadanya," Jono meminta Santo memberitahu Jaka bahwa Jono ingin berbicara kepada Jaka.


Mendengar perkataan Jono kepada Santo, Albert menghina Jono," buat apa kamu memberitahu namamu kepada tuan Jaka, ayahku bahkan tidak memiliki hak berbicara kepada tuan Jaka, apalagi orang sepertimu, membawa sepatu tuan Jaka saja kamu tidak pantas," Albert menghina Jono, dia membenci Jono karena taruhan yang dia lakukan dengan Jono, dia menjadi lelucon diseluruh sekolah.


Santo melihat kepercayaan diri dari tatapan Jono, dia meletakan harapan terakhir kepada Jono," Halo pak Jaka, ada tamu yang lain yang ingin berbicara kepada anda, namanya Jono Prajana, apakah anda ingin berbicara kepada pak Jono," Santo tidak memiliki kepercayaan lebih, dia sudah sangat kecewa karena Roberto.


Jaka berpura-pura kaget diseberang telepon," a,a,apa tuan Jono disana, tolong berikan handphonenya dengan sangat hati-hati kepada tuan Jono," Jaka berbicara seolah-olah Jono seperti sesepuh baginya.

__ADS_1


Santo terkejut mendengar perkataan Jaka yang sangat sopan, berbeda dengan tadi saat berbicara dengan Roberto, Santo memberikan handphone kepada Jono, Jono menerima handphone itu, dia menghidupkan loudspeaker agar semua orang mendengar percakapan mereka.


Jaka memulai aktingnya," t,t,tuan Jono, apakah ini benar anda, maafkan perkataan kasar saya kepada pak Roberto, apakah dia teman anda tuan Jono?," Jaka seolah tidak mengetahui perseteruan Jono dan Albert anak dari Roberto.


Jono memulai semua rencananya untuk menghancurkan Albert dan roberto," Pak Jaka, Roberto bukanlah teman saya, tapi dia ayah dari musuh saya, saya mendengar Malang properti menjadi pemilik tanah dari sekolah ini?, bisakah anda menunda pembongkaran dari sekolah ini pak Jaka, apakah anda mengenal Roberto blanco yang berbicara kepada anda tadi?," kata Jono kepada Jaka.


Jaka segera menjawab," maafkan saya tuan Jono, saya mengira Roberto merupakan teman anda,kalau dia musuh dari tuan Jono saya akan membuatnya menyesal, saya sedikit mengenalnya, dia orang yang sangat licik, saya akan menghubungi Ceo dari murni Konstruktor, saya telah mengecek semua kinerja mereka saat membangun semua aset bangunan kita, saya melihat banyak kecurangan dalam pembangunan aset bangunan perusahaan kita, dan yang menghandle semau proyek itu bernama Roberto Blanco, saya sudah mengusut semua kecurangan ini, polisi segera kesana untuk menangkap Roberto atas korupsi yang dilakukannya," Roberto berkeringat dingin, dia memang melakukan korupsi dari proyek pembangunan untuk Malang Properti.


Jaka kembali melanjutkan," tuan Jono, saya akan mengirimkan semua surat kepemilikan tanah kepada anda, tuan Jono adalah pemilik saham terbesar dari Malang Properti, dalam 10 menit seseorang akan megirimkan surat kepemilikan tanah kepada tuan Jono," kata Jaka dengan sangt hormat.


Jono berkata degan santai," terima kasih atas kerja kerasnya pak Jaka, saya akhiri panggilan saya, terima kasih atas kerja kerasnya," panggilanpun berakhir.


Wajah Roberto menjadi pucat, karena dia akan dimasukan kedalam penjara," tidak jangan lakukan ini kepada saya tuan Jono, saya akan mengembalikan semua uangnya, jagan laporkan saya kedalam penjara," Roberto bersujut dikaki Jono memohon pengampunan.


Jono melihay Roberto dengan Jijik," kalau kamu mengincarku, aku mungkin bisa mengampunimu sekarang, tapi kamu mengincar Janiku, kamu harus menanggung semua kemarahanku, uang yang kamu miliki bahkan bukan recehan bagiku, bagiku uang 1 trilun seperti 100 ribu bagiku, terimalah karmamu karena memiliki anak seperti Albert,," kata Jono dengan kejam.


Jono menendang Roberto tanpa belas kasihan untuk melepaskan kakinya, merasa kasihan kepada orang sepertinya hanya membuang waktu.


Jono mendatangi Albert, seringai kejam muncul dari bibir Jono, Albert ketakutan melihat Jono mendekatinya, tanpa terasa dia mundur sampai membentur tembok dari aula panggung.


Jono mebisikan sesuatu ditelinga Albert," kamu kira cuma ayahmu yang akan mendapatkan pembalasan dariku,?, aku sudah menyelidiki tentang dirimu selama ini, kamu selalu mengancam setiap wanita untuk tidur denganmu , menggunakan nama ayahmu dan nama dari Malang properti untuk mengancam mereka, mereka selama ini tidak membalas dendam kepadamu, karena mereka takut dengan Malang Properti milikku, tapi sekarang kamu tidak memiliki apapun, apa yang akan terjadi padamu nanti?, apakah akan dipenjara, atau dihancurkan oleh semua wanita yang kamu ancam dan dihabisi oleh orang tua mereka itu adalah urusanmu nanti, ini karmamu mencoba menargetkan Janiku, hancurlah kamu sehancur-hancurnya, pecundang," Keringat dingin memenuhi badan Albert.


Albert merasa dunianya akan hancur, ini lebih buruk daripada dikeluarkan dari sekolah dengan tidak hormat, dia akan dihabisi oleh orang tua wanita yang diancam olehnya, sekarang tidak ada lagi kekuatan dan kekayaan yang bisa digunakan olehnya.

__ADS_1


__ADS_2