
Bab 61. Firasat buruk datang, Fandi menerima karmanya.
Jono segera menghubungi Johan," Halo pak Pak Johan, saya sedang ada di Trisula Hotel kelapa gading, suruh direktur dihotel ini menuju keaula pertemuan nomor dua, saya ada masalah yang harus diurus oleh dirinya, dalam 5 menit dia harus sudah ada disini," Jono menahan amarahnya saat bicara kepada Johan, Jono tidak ingin melampiaskan kemarahannya kepada orang yang tidak bersalah.
Johan segera menjawab," baik tuan Jono, saya akan memberitahu direktur Fredo menemui tuan Jono segera, mohon ditunggu tuan Jono," Johan segera menghubungi direktur Fredo ayah dari Fandi untuk menemui Jono.
Setelah percakapannya dengan Johan berakhir, Jono memasukan kembali handphonenya kedalam kantong celananya.
Mendengar Jono berbicara kepada Johan, Fandi mencibir Jono," kamu mengenal pak Johan?, apakah kamu bermimpi, kamu ingin menyuruh ayahku menghadapmu, memangnya kamu ini siapa?, kamu hanya seorang Babufoods miskin!!!," bentak Fandi kepada Jono, biarpun dia masih merasakan sebuah firasat buruk akan mendekatinya.
Rara menatap Jono merendahkan," Jono, apa maksudmu berkata seperti itu?, apakah kamu ingin aku melirikmu, kamu hanya pembohong yang menyedihkan, sampai kapanpun kau tidak pantas untukku," Rara merasa bagaikan diatas angin, dia ingin membalas Jono yang dulu menolaknya.
Nano melihat Jono dengan merendahkan," segera kebohonganmu akan terungkap, dasar miskin, terima saja uang yang kami berikan kepadamu," kata Nano kepada Jono.
Fandi, Nano dan Maman melemparkan uang yang akan digunakan untuk mengganti Jam Jono didepan muka Jono," ambil uangnya dan segera pergi dari sini, sebelum aku memanggil ayahku dan mengusirmu secara kasar dari hotel ini," Fandi menginjak uang itu dan menyuruh Jono mengambilnya.
Pandangan Jono semakin dingin melihat perlakuan dari keempat orang itu, Jono hanya diam tanpa beranjak dari tempatnya, Jono sudah kehilangan semua maafnya kepada mereka berempat.
Lima menit berlalu dengan sangat cepat, segera seseorang masuk kedalam aula dengan berlari, melihat wajah dari orang itu, Fandi merasakan nasib buruknya sudah datang kepadanya.
Fredo melihat anaknya berada diaula, dia tahu anaknya menyewa aula ini, Fredo segera melewati Fandi karena masalah dengan Jono lebih penting dari apapun.
Fredo berlari menuju kearah Jono, setelah berdiri dihadapan Jono di segera membungkukan badannya," Tuan Jono, nama saya Fredo, saya direktur dari Trisula Hotel cabang Kelapa gading, maaf tidak menyambut tuan Jono saat mengunjungi hotel, apakah ada yang ingin tuan sampaikan kepada saya," Fredo bertanya kenapa Jono memanggil dirinya untuk menghadap.
Jono menunjuk Fandi dengan jarinya," apakah orang ini adalah anak anda?, bisakah kamu melihat jam tangan ini, apakah jam tanganku ini asli?," Jono menyerahkan jam tangannya yang sudah hancur kepada Fandi.
Fredo menjawab perkataan Jono," benar tuan ini anak saya yang bernama Fandi, apakah anda mengenal anak saya?, saya akan menelpon teman saya yang memilik pengetahuan tentang merk jam mahal , apakah itu asli atau palsu, saya akan menelponnya sekarang," Fredo menelpon temannya yang mengetahui semua jenis jam mahal.
Jono melihat kearah Fredo," aku sangat mengenal anakmu, sekarang hubungi temanmu pak Fredo, aku ingin tahu apakah Jamku ini asli atau palsu," Jono berkata dengan Fredo sambil melirik kearah Fandi dan antek-anteknya.
Melihat lirikan dari Jono, seketika Fandi dan antek-anteknya merasakan mereka akan mengalami sebuah nasib buruk, Fandi tahu sekarang, Jono merupakan pemilik saham terbesar Trusula Grup yang sangat misterius.
__ADS_1
Fandi tahu nama pemilik saham terbesar adalah Jono tapi dia tidak menduga bahwa Jono korban bullyannya dulu sama dengan Jono pemilik saham terbesar Trisula Grup, melihat sikap hormat dari ayahnya dia akan mendapatkan masalah yang sangat serius.
Fredo melakukan video call kepada temannya, sambungan video call segera terhubung.
Fredo segera bertanya keinti masalahnya," halo pak Alan, anda merupakan seorang kolektor Jam tangan dan direktur Rolex di indonesia, apakah anda bisa mengidentifikasikan apakah Jam yang hancur ini asli atau palsu," Fredo memperlihatkan Jam Rolex yag hancur itu kepada Alan.
Dengan sangat terkejut Alan menjawab," kenapa Jam ini bisa hancur dengan sangat parah?, ini jam asli Rolex Bao Dai, jam ini dibeli oleh Tuan Jono Prajana di Toko kami, ini sudah hancur dengan sangat parah, kalau diperbaiki akan menghabiskan waktu dan biaya yang sangat mahal sekitar 60 miliar rupiah," Kata Alan menjelaskan kepada Fredo.
Kalau rusak sebelum jatuh kelantai mungkin biaya perbaikannya masih 20 miliar tapi karena sudah hancur berantakan biaya perbaikannya mencapai 60 miliar rupiah, angka yang sangat menakutkan.
Setelah mengetahui jam rolex ini asli, Fredo berterima kasih dan mengakhiri panggilan video callnya, mendengar bahwa Jam itu asli, Fandi, Nano dan Maman sangat syok dan menggigil takut mendengar harga dari perbaikan Jam tangan Jono.
Fredo memberikan Jam tangan itu kembali kepada Jono," Tuan Jono, jam tangan ini asli, kalau boleh saya tahu kenapa jam tangan ini bisa rusak dengan sangat parah," Tanya Fredo dengan penasaran.
Jono melihat kearah Fandi," anak tersayangmu dan teman-temannya membuat jamku sebagai mainan, mereka menganggap jamku adalah Jam palsu dan tiruan, mereka melemparkannya kelantai sampai hancur, mereka mengatakan akan menggantinya," Kata Jono kepada Fredo.
Mendengar kelakuan anaknya, Fredo menjadi pucat apalagi harus mengganti jam tangan Jono, kekayaan bersihnya hanya berjumlah 30 miliar, dia segera menghampiri Fandi dan menamparnya.
Nano dan Maman berusaha bersembunyi, mereka orang miskin, bahkan hartanya tidak mencapai 100 juta, mereka sangat takut dimintai tanggung Jawab perbaikan jam tangan Jono.
Kaki Fandi ditendang oleh ayahnya agar dia berlutut dihadapan Jono," anak bodoh, cepat minta maaf kepada tuan Jono," perintah Fredo kepada Fandi.
Fandi sangat takut melihat kearah Jono," Jono, ah maksud saya Tuan Jono ampuni saya, saya salah, saya mohon maafkan saya," Kata Fandi memohon ampun, di tidak memiliki uang untuk memperbaiki Jam tang Rolex milik Jono.
Jono berkata meremehkan," perbaiki jamku sampai benar atau kamu akan mendekam dipenjara, karena jamku bagimu itu palsu, kamu bisa memperbaikinya dengan mudah kan," Jono berkata dengan santainya.
Fandi sangat takut dia akan masuk penjara," Tuan Jono, jam tangan anda asli jam sayalah yang palsu, jam saya hanya tiruan super seharga 5 juta, tolong jangan laporkan saya kepada polisi, saya mohon," ternyata jam tangan Fandi merupakan jam tiruan, dia hanya ingin bergaya seolah seorang sultan.
Jono tidak menjawab perkataan Fandi, Fandi seketika membenturkan kepalanya kelantai sampai berdarah, dia seketika menampar dirinya dengan sangat keras," plak,plak,plak, saya minta maaf tuan Jono, saya tidak mempunyai uang untuk mengganti jam tangan tuan Jono, jangan laporkan saya kepada polisi,".
Fandi seketika meyesal, dia menunjuk Nano dan Maman," Tuan Jono mereka ikut bersalah dengn kejadian ini, merekalah yang menghasut saya dari dulu untuk membully tuan Jono," Seketika Nano dan Maman yang berusaha untuk bersembunyi dan berusaha kabur ketakutan, mereka segera merangkak menghadap Jono.
__ADS_1
" Tuan Jono, kami hanya mengikuti perintah dari Fandi, kami tidak bersalah, kalau tidak percaya anda bisa bertanya kepada Maman," Nano menyalahkan semuanya kepada Fandi.
Maman membenarkan perkataan Nano," berar tuan Jono, Fandilah yang menghasut kami, dialah pelaku sebenarnya,".
Mendengar perkataan kedua anteknya Fandi merasa geram, Fandi menyerang keduanya, mereka berkelahi dengan sangat ganas, mereka sampai berdarah-darah.
Jono puas melihat adegan itu," Fredo, bawa mereka semua kekantor polisi, jangan sampai mereka bisa bebas dengan mudah, kalau kamu membela anakmu, pergilah dari Trisula Grup, silakan tentukan pilihanmu," Jono ingin mereka mendekam dibalik jeruji besi.
Fredo mengerti apa yang baik untuknya, dia memiliki banyak anak, jadi tidak masalah kalau dia kehilangan Fandi, dia masih memiliki anak yang lain, dia harus kejam kepada Fandi.
Fandi mengangguk," baik tuan, saya akan melaksanakan perintah anda, apakah ada yang ingin tuan sampaikan lagi," Fredo berkata kepada Jono.
Jono mengangguk," baik aku suka orang yang bekerja padaku mematuhi perintahku, satu lagi yang terpenting harus kamu lakukan untukku," kata Jono kepada Fredo.
Fredo bertanya dengan antusias," apa hal terpenting tuan Jono, saya akan melakukannya untuk anda,".
" Ambil handphone anakmu, berikan aku bintang lima diaplikasi Babufoods, ini merupakan tugas utamamu sekarang," kata Jono antusias.
Bagi Jono bintang lima ini lebih peting dari Fendi dan antek-anteknya, Kira juga tidak mengatakan harus pelanggan yang memesan yang harus memberi Jono bintang lima untuk menyelesaikan misinya.
Fredo segera mengambil handphone Fandi, biarpun dia bingung kenapa orang sekaya Jono masih bekerja sebagai Babufoods, dan sangat menginginkan Bintang lima dari pelanggannya, di tetap menjalankan perintah dari Jono.
Fredo memanggil satpam dan menyeret Fandi beserta antek-anteknya menuju kekantor satpam untuk menunggu mereka dibawa kekantor polisi.
Fandi berteriak," tolong tuan Jono, maafkan saya, saya tidak ingin masuk penjara," kata Fandi sambil diseret oleh satpam.
Jono hanya berkata," inilah karmamu, apakah aku pernah menyakitimu dari dulu?, kamu menyakiti dan menghinaku dari dulu, renungkanlah prilakumu didalam penjara," kata Jono kepada Fandi.
Sedangkan Maman dan Nano sudah pingsan tidak kuat secara mental saat mereka akan dimasukan kedalam penjara.
Fandi menyesal melakukan semuanya, dialah yang salah karena membully dan menghina Jono selama ini, dia harus masuk penjara karena prilakunya selama ini.
__ADS_1