SISTEM DEWA KEKAYAAN.

SISTEM DEWA KEKAYAAN.
Bab 73. Kembali keindonesia, Salah paham.


__ADS_3

Bab 73. Kembali keindonesia, Salah paham.


Hari telah menjelang pukul 6 malam diinggris, Jono dan Jessica segera pergi kehotel membawa semua oleh-oleh yang mereka beli, mereka akan mengambil barang bawaan mereka dan segera berangkat untuk pulang keindonesia, karena Jessica akan menghadapi ujian kelulusan S1 besok pagi.


Mereka segera sampai dihotel, mereka sangat terburu-buru naik dan segera mengemasi barang bawaan mereka, setelah selesai,mereka segera turun dari hotel dan merka bedua segera memasuki limosin dan mereka meminta sang supir untuk berkendara menuju kearah bandara


Setelah satu jam didalam perjalanan, mereka akhirnya sampai dibandara, mereka berdua segera naik kedalam Jet pribadi milik Jono, para pramugari memberi hormat kepada Jono dan Jessica, setelah mereka naik kedalam pesawat Jet pribadi ,segera mereka melakukan penerbangan kembali menuju indonesia, mereka berdua tertidur karena kelelahan karena berkeliling London untuk melakukan kencan pertama mereka disana.


Bandara Malang, Indonesia.


Setelah melakukan 5 jam penerbangan ,mereka segera sampai diindonesia, Jono segera terbangun dari tidurnya, Jono melihat kearah ponselnya, dia melihat Jam sudah menunjukan pukul 6 pagi.


Jono melihat Jessica yang tertidur disampingnya," Jessi, bangun sayang, kita sudah sampai dimalang," kata Jono membelai pipi Jessica untuk membangunkannya.


Kelopak mata Jessica bergetar, bola mata berrwarna biru menampakan keindahannya," mas, apakah kita sudah sampai, apakah kita sudah melakukan hal itu tadi malam mas?," Jessica melihat mereka tidur disatu ranjang, Jessica mengira mereka sudah melakukan sesuatu tadi malam.


Jono mencubit pipi Jessica karena gemas," mana mungkin mas melakukan itu, disaat Jessica sekarang akan melakukan ujian kelulusan dikampus, mas bukanlah orang yang akan menggangu pendidikan Jessica karena nafsu belaka," kata Jono dengan penuh sayang.


Jessica melihat Jono dengan tatapan cinta," mas, kita sudah mendapatkan restu dari orang tua Jessi, apakah orang tuan mas akan merestui kita juga, Jessi takut orang tua mas Jono akan membenci Jessi," Kata Jessica takut Orang tua Jono membencinya karena menganggap dirinya merebut Jono dari Jani.


Jono menatap Jessica dan menenangkannya,"mas akan menjelaskan semua kepada orang tua mas nanti, mas akan mendapatkan restu untuk kita, mas janji kepada Jessi," Jono mencium bibir Jessica, jessica terkejut tapi dia segera memejamkan matanya, dia sangat menyukai ciuman yang diberikan Jono kepadanya.


Wajah Jessica memerah saat ciuman panasnya dengan Jono berakhir," mas, klaim Jessi sekarang, Jessi sudah siap mas," Kata Jessi mengundang Jono untuk mengambil mahkotanya sekarang.

__ADS_1


Jono berusaha menahas hasratnya," Jessi, mas tidak akan melakukannya sekarang, masa depan Jessi lebih penting untuk saat ini, mas akan mengambilnya setelah Jessi selesai wisuda," Jono berkata dengan wajah memerah karena menahan hasratnya.


Jessica mengangguk, setelah mendengar alasan Jono belum ingin memiliki dirinya secara utuh, Jono masih sangat memikirkan tentang masa depannya, Jessica merasa sangat terharu, Jono mencintainya dengan sangat tulus bukan hanya karena nafsu belaka.


Jessica memeluk Jono untuk menunjukan rasa cintanya, tanpa terasa pesawat sudah melakukan pendaratan, mereka segera turun membawa semua barang bawaan mereka beserta oleh-oleh yang dibeli oleh mereka berdua.


Mereka meninggalkan bandara malang, mereka memanggil taksi dan segera berangkat menuju kerumah Jessica yang berada dipusat kota malang.


Jam telah menunjukan pukul 7 pagi, mereka akhirnya sampai dirumah Jessica," mas masuklah dulu, Jessi akan buatkan sarapan pagi untuk mas Jono,," kata Jessica menawarkan Jono masuk untuk sarapan didalam rumahnya.


Jono menggeleng," mas tahu Jessi akan ujian jam 10 pagi, belajarlah dulu didalam, mas tidak mau mengganggu konsentrasi Jessi untuk belajar, mas akan menemui orang tua mas, mas bisa sarapan disana, mas pergi dulu ya Jessi," kata Jono, dia mencium kening Jessica sebagai tanda perpisahan.


Jessi mengangguk," hati-hati dijalan Mas, hubungi Jessi nanti ya mas, Jessi akan segera lulus dan akan tinggal dengan mas nanti dijakarta," kata Jessi memeluk dengan memeluk Jono.


Setelah berkendara dengan taksi selama satu jam, Jono akhirnya sampai divilla orang tuanya, Jam sudah menunjukan Pukul 8 pagi," Jani pasti sudah berada disekolah," pikir Jono didalam hatinya.


Para penjaga gerbang segera membuka pintu gerbang, karena mereka melihat Jono turun dari taksi,Jono segera membayar biaya taksi tersebut.


para penjaga segera membungkuk setelah Jono melewati gerbang," pak saya minta tolong, bawakan barang-barang yang ada ditaksi, saya permisi masuk kedalam dulu," Jono berkata kepada penjaga gerbang villa orang tuanya.


Jono berjalan menuju kearah villa, segera dia sampai dipintu depan villa tersebut.


**tok,tok,tok**,Jono menetuk pintu villa yang ada didepannya, setelah beberapa saat pintu villa terbuka, seorang pelayan membuka pintu, setelah melihat Jono, dia segera membungkukan badamnya," tuan Jono, selamat datang dirumah, silakan masuk tuan Jono," Kata sang pelayan, dia sangat tahu siapa Jono, bahkan dipertemuan pertama, dia sudah diberikan bonus yang sangat banyak oleh Jono.

__ADS_1


Jono berjalan memasuki Villa, Jono melihat didalam sangat sepi hanya ada pelayan yang sedang sibuk bekerja," ibu sama bapak saya dimana mbak, apakah mereka sedang pergi," Jono bertanya dimana orang tuanya sekarang.


Sang pelayan menjawab pertanyaan Jono," Tuan Jono, Tuan besar dan nyonya besar masih dikamarnya, dilantai dua, apakah perlu saya panggilkan untuk turun, tuan Jono?," kata sang pelayan kepada Jono.


Jono segera menjawab," tidak perlu, saya akan keatas sendiri, lanjutkanlah pekerjaan mbak yang tertunda, saya permisi keatas dulu mbak," Jono segera naik keatas untuk menemui kedua orang tuanya.


Jono segera menaiki tangga untuk menuju kelantai dua dari villa, setelah sampai dilantai dua, Jono berjalan menuju kearah kamar dari orang tuanya.


Jono tiba didepan pintu kamar orang tuanya, tetapi Jono mendengar suara yang sangat menggelikan ditelinganya," ahh, ahh, sakit pak, jangan terlalu keras ditekan, pelan-pelan saja," kata dahlia dengan erangan kesakitan.


Jaka berbicara dengan lembut, membuat Jono geli," buk, bapak akan pelan-pelan sekarang, tahan ya bu, nanti akan enak kalau sudah terbiasa," Jono merinding mendengarnya.


Dahlia kembali berkata,"ahh, benar pak, sekarang sudah sangat enak, tidak sakit seperti tadi, bapak memang sangat jago kalau soal yang ini," kata Dahlia dengan ******* lega.


Jono memerah mukanya saat mendengar perkataan orang tuanya didalam kamar," apakah harus melakukan itu dipagi hari, aku masih muda dan kuat tapi masih perjaka, kenapa nasibku seperti ini," Jono menangis didalam hatinya, merutuki nasibnya menjadi perjaka tua.


Dengan tangan gemetar Jono mengetuk pintu kamar orang tuanya, terpaksa harus menghentikan kegitaan mereka, dia tidak tahan mendengar ucapan kedua orang tuanya yang begitu menggelikan.


Segera pintu perlahan terbuka, Jono melihat Joko membuka pintu, Seketika mata Jono terbelalak, dia telah salah paham.


Bukan seperti yang diekspektasikan olehnya pikirannya, Jono melihat ditangan Joko ayahnya terdapat balsem otot geliga, dan melihat diranjang kamar orang tuanya, Dahlia ibunya sedang memegang kakinya yang sedang bengkak karena keseleo.


Jono mengutuk otaknya yang telah kotor," dasar otak busuk, sekarang aku tidak polos lagi, karena sekarang poinku kepintaranku sudah 400 lebih, jadi imajinasiku menjadi sangat liar seperti ini, dasar otak laknat," Jono memaki otaknya yang sudah tidak polos lagi, mungkin inilah efek samping dari bertambahnya kepintaran Jono.

__ADS_1


__ADS_2